Begini Cara Geng Ferdy Sambo Hilangkan Jejak Pembunuhan Brigadir J, Isi Wa Grup Jadi Sorotan

Stories | Jumat, 2 September 2022 16:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Selain pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersnagka dalam kasus menghalangi penyidikan.

Dream - Ferdy Sambo telah masuk sebagai daftar tersangka obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J, bersama enam polisi yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka. 

" Info terakhir dari penyidik, malam ini tersangka obstruction of justice bertambah menjadi 7 orang (ditambah Ferdy Sambo)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Merdeka, Jumat 2 September 2022.

Tujuh orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuk Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto.

" IJP FS, BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP CP, KP BW, dan AKP IW," ujarnya.

Sementara itu, Komnas HAM telah menemukan sejumlah barang bukti yang dihilangkan oleh pelaku pelaku obstruction of justice untuk mengaburkan fakta tewasnya Brigadir J.

Begini Cara Geng Ferdy Sambo Hilangkan Jejak Pembunuhan Brigadir J, Isi Wa Grup Jadi Sorotan
Ferdy Sambo (Liputan6.com)
2 dari 7 halaman

Ponsel Dihilangkan dan Chat Grup WhatsApp Dihapus

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, menerangkan, salah satu barang bukti yang dihilangkan adalah ponsel.

" Adanya upaya penghilangan barbuk handphone oleh kepolisian, jadi handphone diganti dihilangkan," ujar dia di Gedung Komnas HAM, Kami, 1 September 2022.

Kemudian, percakapan di sebuah grup WhatsApp juga dihapus. Anam menyampaikan, ada beberapa komunikasi yang terputus. Terakhir, pada 10 Juli 2022. Namun dia tak merinci grup WhatsApp yang dimaksud.

" 10 Juli 2022 malam, atau 11 Juli 2022 dini hari itu baru muncul. Sementara 10 Juli ke bawah itu enggak terekam jejak digital karena dihapus," ujar dia.

3 dari 7 halaman

Foto TKP Dihilangkan hingga CCTV Dirusak

Kemudian beberapa foto TKP dihilangkan. Beruntung Komnas HAM bisa menemukan foto pada 8 Juli 2022 di recycle bin atau tempat sampah.

" Di mekanisme tersebut, jadi sudah dihapus. Kita tahu bagaimana foto di saat setelah peristiwa, di tanggal yang sama kurang dari satu jam," ujar dia.

Upaya coba menghilangkan jejak juga dilakukan dengan merusak, mengambil dan menghilangkan CCTV dan atau decoder di TKP atau sekitarnya yang membuat peristiwa tidak utuh setelah kejadian.

" Jadi decoder atau CCTV dan sebagainya itu juga dihilangkan. Kalau ini mau terbuka mau membuat terang peristiwa harus semua video yang ada dikonstruksikan sesuai konstruksi peristiwa, tapi ini dipilih dengan tidak sesuai apa yang terjadi," ujar dia.

Temuan terakhir, Anam menerangkan ada perintah untuk membersihkan lokasi kejadian.

" Ini juga ada misalnya darah bersihkan ini dibersihkan dan dikonsolidasikan," ujar dia.

4 dari 7 halaman

Lirikan Ferdy Sambo dan Luapan Kemarahan Bharada E Saat Reka Adegan Pembunuhan Brigadir J

Dream - Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat telah dilakukan pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Reka ulang adegan itu diikuti lima tersangka, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf (KM).

Salah momen yang mencuri perhatian saat rekonstruksi ialah pertemuan Bharada E dan Ferdy Sambo.

Dalam rekonstruksi tersebut, Bharada E memilih menggunakan peran pengganti. Terlebih saat harus berhadapan dengan Ferdy Sambo.

 

   

5 dari 7 halaman

Namun ada satu momen yang memperlihatkan Bharada E berdiri bersebelahan dengan Ferdy Sambo. Terlihat Bharada E tak berani menatap mantan Kadiv Propam Polri itu.

Sementara itu, Ferdy Sambo terlihat sempat melirik Bharada E yang berdiri berdekatan dengan dirinya. Lirikan ini pun membuat Bharada E menjadi tegang dan enggan melihat ke arah Sambo.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap jika Bharada E sempat tertekan saat melakukan reka ulang adegan dengan Ferdy Sambo.

6 dari 7 halaman

" Ketika perbedaan awalnya si Bharada E agak tertekan aja, karena kok beda dengan saya, kaget lebih tepatnya," ujar Wakil Ketua LPSK Susilaningtias.

" Itu, karena masing-masing ada beda kesaksian antara misalnya Bharada E beda, Pak FS beda, terus kemudian Kuat beda. Masing-masing beda kemudian diganti dengan peran pengganti nah," imbuhnya.

Meski tidak menjelaskan secara rinci soal adegan mana yang berbeda, Susi hanya menyebut jika perbedaan itu berkaitan letak posisi antara tersangka.

" Masih soal posisi saja, posisi di sana, posisi di sini, soal posisi saja sih. Itu yang saya tahu ya, soal posisi, posisi Bharada E di sini, posisi FS di mana, itu yang agak beda," ujarnya.

7 dari 7 halaman

Join Dream.co.id