Mahfud MD Bicara Misteri 4 Hari Paska Penembakan Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo

Stories | Jumat, 12 Agustus 2022 15:02

Reporter : Okti Nur Alifia

Apa yang terjadi di hari Jumat sore sampai Senin sore?” tanya Mahfud MD.

Dream - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam), Mahfud MD meyakini misteri 4 hari paska penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat akan terkuak saat proses pengadilan.

Brigadir J diketahui meninggal dunia pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Tewasnya Brigadir J awalnya dinarasikan sebagai aksi baku tembak polisi dengan Bharada RE namun baru diungkap ke publik 4 hari setelahnya peristiwa berlangsung (Senin, 11 Juli 2022).

Dalam perkembangannya, Faktanya Ferdy Sambo yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kapolri Listyo Sigit Purnomo diduga telah memberikan perintah kepada Bharada RE untuk menembak Brigadir J.

Memberikan penjelasan lewat podcast Deddy Corbuzier, Mahfud jujur mengaku masih penasaran dengan teka-teki 4 hari tersebut. Hingga saat, lanjut Mahfud, Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri masih terus menyelidik misteri di balik penembakan tersebut.

Mahfud MD Bicara Misteri 4 Hari Paska Penembakan Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo
Mahfud MD (YouTube Deddy Corbuzier)
2 dari 9 halaman

Menurut Mahfud, dirinya sudah berusaha meminta penjelasan dari Komnas HAM terkait misteri yang terjadi selama empat hari tersebut. Namun dari keterangan yang disampaikan Komnas HAM, lanjutnya, belum ada yang mengetahui apa yang terjadi seputar teka-teki tersebut.

" Itu ndak ada yang tahu sampai sekarang, Komnas HAM saya tanya, apa yang Jumat sore ketika Yoshua itu dibunuh, sampai Senin sore diumumkan apa yang terjadi, nggak tahu,” ujarnya. 

Meski masih menjadi misteri, Mahfud MD menyerahkan pengungkapkan kasus tersebut dalam pengadilan nanti. 

“ Kan belum ada yang tahu, nanti biar diungkap di pengadilan. 

Diungkapnya Mahfud, sulitnya upaya mengungkap kasus kematian Brigajid J dikarenakan Ferdy Sambo dan istrinya awalnya sulit dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Kedua baru mulai berbicara ketika pemerintah dan Polri membentuk Tm Khusus untuk mengungkapkan peristiwa tersebut.

“ Karena diperiksa sulit. Sulit memeriksa Sambo, memeriksa istrinya, nggak bisa disentuh kala itu. Baru sesudah dibentuk timsus, baru bisa disentuh, itu pun tidak langsung bisa disentuh,” ucapnya.

3 dari 9 halaman

Fakta Kebohongan Ferdy Sambo yang Terkuak Usai Jadi Tersangka dan Berujung Minta Maaf

Dream - Sejak penetapan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, berbagai fakta mengejutkan diungkapkan Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk Mabes Polri.

Salah satunya adalah terungkapnya berbagai fakta yang bertolak belakang dari pernyataan Ferdi Sambo ketika kasus ini pertama kali mencuat ke depan publik. 

Fakta-fakta yang berasal dari pengakuan maupun penyidikan itu bahkan disampaikan oleh para perwira tinggi Mabes Polri. Sementara keputusan penetapan Ferdi Sambo disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membawa serta seluruh perwira berbintang di Mabes Polri, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hasil penyidikan sementara oleh Timsus menemukan perbedaan pernyataan diduga kebohongan Ferdy Sambo terkait tewasnya  Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Berikut pernyataan terkait kematian Brigadir J yang terbukti bohong usai Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka:

4 dari 9 halaman

Ada Baku Tembak

Ketika kasus ini pertama kali muncul di pemberitaan, penyebab tewasnya Brigadir J diakibat adu tembak dengan Bharada E yang telah ditetapkan sebagai tersangka.   

Pengakuan tersebut dibantah Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak yang meyakini tidak ada baku tembak dalam kasus kematian Brigadir J. Dia bahkan yakin pelaku yang menewaskan kliennya bukan Bharada E.

" Tidak ada baku tembak, ini murni pembunuhan berencana," kata Kamarudin, dikutip dari Liputan6.com.

Menurutnya, Brigadir J mengalami penyiksaaan sebelum dihujani timah panas. Dia menyebut pelakunya bukan Bharada E. " Pelakunya bukan Barada E," tegasnya.

Kamarudin menyampaikan, pelaku dalam kasus kematian Brigadir J lebih dari satu orang. Dia pun sudah mengantongi nama-nama terduga pelaku dalam perkara tersebut.

5 dari 9 halaman

Menurutnya, pihaknya sudah membeberkan dugaan pelaku lain dalam kasus kematian Brigadir J ke penyidik. Meski begitu, dia masih enggan membeberkan identitas ataupun inisial para terduga pelaku.

Dugaan Kamaruddin itu akhirnya terbukti ketika Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hasil penyidikan Timsus dalam sebuah konferensi pers, yang digelar Selasa, 9 Agustus 2022.

" Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan, yang ada hanya peristiwa penembakan," ujar Sigit.

6 dari 9 halaman

Ferdy Sambo Tidak Berada di Lokasi Penembakan

Pernyataan bohong lain yang muncul adalah kabar Ferdi Sambo yang tidak berada di rumah dinas saat kejadian penembakan berlangsung. Kala itu Ferdi berdalih sedang melakukan tes PCR COvid-19.  

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengutip penjelasan Ferdi Sambo mengatakan bahwa mantan Kadiv Propam itu baru mengetahui insiden baku tembak ini setelah ditelepon istrinya yang histeris akibat kasus ini.

" Kadiv Propam pulang ke rumah karena dihubungi istrinya yang histeris. Kadiv Propam sampai di rumah dan mendapati Brigadir J sudah meninggal dunia," kata Ramadhan, 11 Juli 2022.

Atas kejadian tersebut, Irjen Ferdy Sambo langsung menghubungi Kapolres Jakarta Selatan. Hingga akhirnya dilakukan oleh TKP oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

7 dari 9 halaman

Keterangan tersebut terbantahkan setelah Timsus Polri mendapat temuan. Setelah dilakukan penyelidikan diketahui Ferdy Sambo justru berada di TKP saat terjadi penembakan.

Kapolri mengatakan penembakan dilakukan oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo. Untuk membuat seolah terjadi tembak-menembak, mantan bawahannya itu sengaja menembak dinding berkali-kali menggunakan senjata Brigadir J.

" Untuk membuat seolah terjadi tembak menembak, FS melakukan penembakan dengan senjata miliki saudara J ke dinding berkali-kali," ungkapnya.

Meski begitu, Sigit belum menjelaskan terkait apakah Ferdy Sambo menyuruh atau terlihat langsung dalam penembakan Brigadir.

" Saat ini tim terus lakukan pendalaman terhadap saksi dan pihak terkait," imbuh Sigit.

8 dari 9 halaman

Minta Maaf

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Ferdy Sambo mengakui telah memberikan informasi yang keliru atas kematian sang ajudan.

Pengakuan tersebut tertulis dalam secarik kertas yang ditulisnya dari balik tahanan khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis di kediaman pribadi jenderal polisi bintang dua tersebut, Kamis 11 Agustus 2022 malam.

Berikut isi pesan khusus dari Ferdy Sambo:

 

9 dari 9 halaman

Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga.

Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawabkan.

Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai.

Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri.

Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku.

Join Dream.co.id