Riuh Desakan Pembubaran MUI, Mahfud MD: Itu Berlebihan

News | Senin, 22 November 2021 18:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Mahfud menyatakan MUI merupakan permusyawaratan ulama dan cendekiawan muslim yang memberikan saran kepada Pemerintah.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai desakan netizen untuk membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai aksi reaktif dan berlebihan. Desakan itu muncul paska penangkapan salah satu anggota MUI yang diduga menjadi anggota jaringan teroris.

" Ada yang menuding bahwa MUI itu menjadi tempat persemaian terorisme sehingga harus dibubarkan. Ya nggaklah, itu berlebihan," ujar Mahfud dalam keterangannya disiarkan kanal Kemenko Polhukam.

Menurut Mahfud, aparat telah menelisik banyak tempat, tidak hanya MUI. Dia menyatakan orang yang terkait dengan terorisme terdapat di banyak tempat sehingga harus diatasi bersama.

" Kalau sampai membubarkan MUI itu berlebihan karena MUI itu merupakan wadah permusyawaratan antara ulama dan cendekiawan muslim," kata dia.

MUI sendiri menjadi wadah untuk membangun kehidupan secara lebih islami. Lewat MUI, para ulama dan cendekiawan muslim memberikan saran dan pendapat kepada Pemerintah sesuai NKRI yang berlandaskan Pancasila.

Riuh Desakan Pembubaran MUI, Mahfud MD: Itu Berlebihan
Menko Polhukam Mahfud MD
2 dari 7 halaman

MUI Punya Fungsi Melekat

Meski MUI bukan lembaga negara, Mahfud menerangkan terdapat sejumlah fungsi yang melekat dari organisasi tersebut. Fungsi tersebut menyebabkan MUI tidak bisa dibubarkan begitu saja.

" Ada Undang-undang Jaminan Produk Halal itu memerlukan MUI. Ada UU Perbankan Syariah itu juga menyebut harus ada MUInya," kata dia.

Karena itu, Mahfud mengajak semua pihak untuk bereaksi secara proporsional. Terlebih, MUI sudah bersikap terbuka.

" Kalau memang ada teroris di dalamnya ya, ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," kata dia.

3 dari 7 halaman

Anggota Ditangkap Densus 88, MUI Lakukan Profiling Internal

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan untuk segera melakukan profiling internal kepada seluruh anggotanya. Langkah ini dijalankan usai tertangkapnya anggota MUI oleh Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan keterlibatan dengan organisasi teroris.

" Ke depannya bagi kami di MUI, salah satu yang akan kita lakukan adalah sebagai bentuk penjagaan dan upaya pembersihan di internal adalah profilling itu sendiri," ujar Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI, Muhammad Makmun Rasyid.

Makmun mengatakan penangkapan anggota oleh Densus 88 sebagai bentuk introspeksi MUI. Sehingga, MUI merasa perlu melakukan profiling saat perekrutan anggota.

MUI, kata Makmun, menjadi wadah berkumpulnya para sosok dari berbagai organisasi massa Islam. MUI juga pernah mengakomodir sosok dari kelompok yang dinyatakan terlarang oleh Pemerintah.

 

4 dari 7 halaman

Sehingga, MUI tidak dapat memastikan latar belakang anggotanya secara detail. Bahkan sampai tidak mengetahui anggotanya terlibat organisasi teroris.

" MUI ketika memastikan nama yang bersangkutan sebagai anggota Komisi Fatwa MUI, kita tidak mengetahuinya," kata dia.

Menurut Makmun, terungkapnya sosok yang terlibat terorisme telah melalui proses yang panjang. Densus sendiri telah melakukan penyidikan mendalam.

" Di dalam proses pemantauan oleh Densus 88 ini bukan pekerjaan yang terhitung cepat. Artinya ada proses yang berkelanjutan hingga transformasi dari JI itu, tertangkapnya Parawijayanto, kemudian hingga ditangkapnya salah satu anggota MUI pusat," ucap Makmun, dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 7 halaman

Ditangkap Densus 88, Ahmad Zein An Najah Dinonaktifkan dari MUI

Dream - Majelis Ulama Indonesia menonaktifkan Ahmad Zein An Najah dari keanggotaan Komisi Fatwa MUI Pusat, buntut penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri. Keputusan tersebut dituangkan MUI dalam Bayan MUI Nomor Kep-2818/DP-MUI/XI/2021 yang ditandatangani Ketua Umum KH Miftakhul Akhyar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan tanggal 17 November 2021.

Amirsyah menyatakan Zein An Najah memang anggota Komisi Fatwa MUI. Tetapi keterlibatannya dalam gerakan terorisme adalah persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan tugas dia di MUI.

" MUI menonaktifkan yang bersangkutan sebagai pengurus MUI sampai ada kejelasan berupa keputusan yang berkekuatan hukum tetap," ujar Amirsyah, dikutip dari laman MUI.

Terkait dengan perkara yang menjerat Zein, MUI menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. MUI juga meminta penegak hukum mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memenuhi hak yang bersangkutan mendapatkan perlakuan hukum yang adil.

Amirsyah juga menyatakan MUI secara kelembagaan sudah lama konsen terhadap bahaya terorisme. Seperti tiga tahun usai insiden terorisme pertama pada 2004, MUI menerbitkan fatwa yang mengaramkan tindak terorisme.

" MUI berkomitmen dalam mendukung penegakan hukum terhadap ancaman tindak kekerasan terorisme sesuai fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2004 tentang Terorisme," kata dia.

6 dari 7 halaman

Muncul Indikasi Provokasi

Amirsyah pun mengimbau masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, usai penangkapan Zein An Najah mulai muncul kelompok tertentu yang mencoba melakukan provokasi.

" MUI mendorong semua elemen bangsa agar mendahulukan kepentingan yang lebih besar yaitu demi keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara," kata dia.

Ketua Bidang Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, juga mengingatkan umat untuk tidak mudah terpancing. Dia mengajak semua pihak menyerahkan kasus ini ditangani sesuai peraturan yang berlaku.

" Kita sudah punya lembaga hukum dan peradilan, kita juga sudah punya Undang-undang terkait penanggulangan tindakan terorisme," kata dia.

 

7 dari 7 halaman

Tak Berhubungan dengan MUI

Cholil menegaskan, MUI menghormati proses hukum yang berjalan. Juga berkeyakinan penanangkapan tidak dilakukan Densus 88 secara sembarangan.

" Kita punya keyakinan Densus tidak main-main tetapi kita menghormati proses hukum sampai nanti ditetapkan pengadilan," kata dia.

Masalah Zein, tambah dia, merupakan urusan pribadi. Ditambah keterangan polisi yang menyatakan penangkapan Zein berkaitan dengan aktivitasnya di sejumlah lembaga yang terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah, tidak dengan MUI.

" Apa yang dikerjakan beliau bukan bagian dari MUI, bukan tugas di MUI," ucap Cholil.

Join Dream.co.id