Kualitas Udara Jakarta Kembali Jadi Terburuk di Dunia, BMKG Beri Penjelasan

News | Senin, 20 Juni 2022 13:00

Reporter : Nabila Hanum

DKI Jakarta menduduki rangking pertama kota paling berpolusi di Indonesia juga di dunia.

Dream - Jakarta kembali menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Catatan IQ Air menunjukkan indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 196 yakni kategori tidak sehat pada Senin, 20 Juni 2022 pagi.

Dilansir laman IQ Air, udara di Jakarta mengandung konsentrasi PM 2.5, 27 kali lebih tinggi dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

" Polusi udara diperkirakan sudah menyebabkan 5.100 kematian di Jakarta per tahun 2021," demikian tulis laporan tersebut.

Secara global, kualitas udara di Jakarta pagi ini menduduki peringkat terburuk di atas kota Santiago, Chile dengan indeks 175 dan Johannesburg di Afrika Selatan memiliki indeks 158.

 

Kualitas Udara Jakarta Kembali Jadi Terburuk di Dunia, BMKG Beri Penjelasan
Polusi Udara Di Jakarta (Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan konsentrasi PM2.5 yang terjadi di Jakarta dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

" Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap," kata Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dalam keterangannya dikutip Senin, 20 Juni 2022.

Berdasarkan analisis BMKG, konsentrasi PM2.5 di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi, baik yang berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, maupun dari sumber regional dari kawasan industri dekat dengan Jakarta.

3 dari 4 halaman

Emisi ini dalam kondisi tertentu dapat terakumulasi dan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi yang terukur pada alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5.

Selain itu, proses pergerakan polutan udara seperti PM2.5 dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Angin yang membawa PM2.5 dari sumber emisi dapat bergerak menuju lokasi lain sehingga menyebabkan terjadinya potensi peningkatan konsentrasi PM2.5.

" Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini," kata dia.

4 dari 4 halaman

Faktor lainnya yang mempengaruhi peningkatan PM2.5 yakni tingginya kelembapan udara relatif menyebabkan peningkatan proses adsorpsi (perubahan wujud dari gas menjadi partikel). Proses ini menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi PM2.5 yang difasilitasi oleh kadar air di udara.

Selain itu, kelembapan udara relatif yang tinggi dapat menyebabkan munculnya lapisan inversi yang dekat dengan permukaan. Lapisan inversi merupakan lapisan di udara yang ditandai dengan peningkatan suhu udara yang seiring dengan peningkatan ketinggian lapisan.

Menurut dia, peningkatan konsentrasi PM2.5 yang berdampak pada penurunan kualitas udara di Jakarta ini memberikan pengaruh negatif pada individu yang memiliki riwayat terhadap gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler.

" Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung diri seperti masker yang sesuai untuk dapat mengurangi tingkat paparan terhadap polutan udara," kata dia.

Sumber: Merdeka.com

Join Dream.co.id