Kumpulan Dalil Haji dari Al-Quran dan Hadis, Perintah Langsung dari Allah SWT

Your Story | Jumat, 24 Juni 2022 14:47

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Dalil-dalil tersebut menjadi landasan yang kuat diperintahkannya pelaksanaan ibadah haji.

Dream – Haji tidak hanya sebatas perjalanan yang dilakukan oleh umat Islam ke tanah suci dan melakukan serangkaian aktivitas yang sudah ditetapkan saja. Lebih daripada itu, haji adalah suatu ibadah yang memiliki landasan kuat dalam pelaksanaannya karena penjelasan tertulis nyata dalam Al-Quran maupun hadis.

Dalil haji menjadi bukti bahwa Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk melaksanakan rukun Islam tersebut sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Tentu dengan memerhatikan syarat-syarat wajibnya. Di mana ibadah haji menjadi wajib ketika umat Islam sudah memenuhi syarat wajib haji.

Dalam pelaksanaannya, ibadah haji haruslah dilakukan secara sempurna dari awal hingga akhir serta menjauhi segala hal yang dilarang selama melaksanakan ibadah haji. Dengan begitu, nantinya para jemaah bisa disebut sebagai haji mabrur setelah menyelesaikan serangkaian ibadah hajinya tersebut.

Lalu, apa saja dalil haji yang menjadi penguat diperintahkannya ibadah ini? Berikut sebagaimana telah dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

Kumpulan Dalil Haji dari Al-Quran dan Hadis, Perintah Langsung dari Allah SWT
Dalil Haji Dari Al-Quran Dan Hadis (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Dalil Haji dari Al-Quran

 Dalil Haji dari Al-Quran© Unsplash.com

Dalil haji yang pertama adalah berasal dari Al-Quran. Di mana Al-Quran ini adalah kitab suci agama Islam yang berisi wahyu-wahyu dari Allah SWT dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Tidak perlu diragukan lagi bahwa semua isi dari Al-Quran adalah berasal dari Allah SWT, termasuk perintah untuk melaksanakan ibadah haji.

Berikut adalah beberapa dalil yang memerintahkan untuk menunaikan ibadah haji yang perlu sahabat Dream ketahui:

Surat Al-Baqarah Ayat 196

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِࣖ

Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 196).

Surat Ali Imran Ayat 97

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97).

Surat Al-Hajj Ayat 27

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

Artinya: Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27).

3 dari 3 halaman

Dalil Haji dari Hadis

Selain dalil haji dari Al-Quran, ada juga beberapa dalil haji dari hadis. Berikut adalah beberapa dalilnya yang perlu sahabat Dream ketahui:

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Islam itu didirikan di atas lima pilar syahadat tiada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rasulullah, mendirikan sholat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis Riwayat At-Tirmidzi

Barangsiapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan lalu dia tidak berhaji, hendaklah ia mati dalam keadaan menjadi orang Yahudi atau Nasrani.” (HR. At-Tirmidzi dari Ali).

Hadis Riwayat Ahmad

Hendaklah kalian bersegera mengerjakan haji karena sesungguhnya seseorang tidak akan menyadari halangan yang akan merintanginya.” (HR. Ahmad).

Itulah beberapa dalil haji dari Al-Quran dan hadis yang penting sekali bagi sahabat Dream ketahui. Dengan mengetahuinya, maka sahabat Dream memiliki alasan yang kuat akan pentingnya menjalankan ibadah haji. Ya, karena Allah SWT sudah memerintahkannya dengan syarat-syarat tertentu serta ada keutamaan yang istimewa di balik pelaksanaannya.

Join Dream.co.id