Kisah Haru Wanita Harus Relakan Rahim Diangkat di Usia Muda

Stories | Jumat, 30 September 2022 19:01

Reporter : Nabila Hanum

Yuta mengatakan, operasi pengangkatan rahim adalah jalan terakhir yang dipilih.

Dream - Hamil dan melahirkan anak adalah sebuah anugerah terindah bagi seorang wanita. Tekanan batin serta pertanyaan orang sekitar soal anak sering kali menjadi beban pikiran pasangan yang sudah menikah cukup lama. 

Harapan memiliki keturunan terkadang berjalan tidak sesuai harapan. Sebagian ada yang harus menunggu waktu cukup lama untuk bisa memperoleh momongan. Yang cukup membuat pilu adalah ketika vonis tidak bisa memiliki anak harus didengar istri atau suami.

Kenyataan itulah yang meski dihadapi seorang wanita yang mendapat ujian berupa permasalahan  pada rahim yang membuatnya tidak bisa hamil.

Kisah ini diceritakan dalam video TikTok @yutadama20 berikut ini. Dalam video tersebut, Yuta membagikan perjuangannya melawan mengidap penyakit Endometriosis adenomyoma.

Penyakit ini membuat Yuta terpaksa menjalani operasi pengangkatan rahim di usia 30 tahun. Gejala umum yang ditemukan meliputi perdarahan menstruasi yang berat dan berkepanjangan, kram menstruasi yang parah, hingga tekanan perut atau kembung.

Kisah Haru Wanita Harus Relakan Rahim Diangkat di Usia Muda
Kisah Wanita Tak Punya Rahim Di Usia Muda, Ternyata Gegara Ini
2 dari 6 halaman

Yuta mengatakan, operasi pengangkatan rahim adalah jalan terakhir yang dipilih. Dokter menyebut meski Endometriosis diangkat, kemungkinan besar penyakit itu kembali muncul.

" Keputusan terakhir menjadi pilihan tersulit, namun insha Allah ini terbaik. Aku menyerah dengan endometriosis adenomyoma. Karena (aku juga) anemia, jadi wajib transfusi (saat operasi), empat kantong darah," ungkapnya.

Yuta menceritakan proses pengangkatan rahim yang ia jalani. Beberapa kali dirinya keluar masuk ruangan untuk melakukan transfusi darah lantaran juga mengidap anemia. Ia bahkan sempat merasa dirinya tak akan selamat.

3 dari 6 halaman

Yuta juga bercerita bahwa ia sebelumnya sulit memiliki momongan setelah menikah karena mengalami dua kali keguguran gara-gara endometriosis yang diidapnya. Beberapa kali program hamil juga tak kunjung berhasil.

Meski begitu, Yuta hingga kini belum mengetahui penyebab pasti di balik penyakit adenomyoma tersebut.

" Tragedi, terasa hampir mati, nadi turun di 40, sesak, sekarat, kejadian ini masih belum diketahui penyebabnya," kata dia.

4 dari 6 halaman

Beberapa tahun belakangan, Yuta memang sering keluar masuk ruang bersalin dan bedah lantaran kerap mengalami perdarahan. Namun, keputusan besar untuk mengangkat rahim dilakukan tahun ini demi keberlangsungan hidupnya.

" Menjadi perempuan dengan usia muda tanpa rahim, bagian dari hidup yang kupilih saat ini. Keluar masuk ruang bersalin dan bedah setiap tahun, harapan selalu muncul setelah ini akan hamil lagi. Kini aku keluar tanpa berharap keajaiban lagi. Mungkin aku tak sempurna, tapi aku yakin aku sudah berjuang air mataku tak hanya diciptakan untuk menangis ketidaksempurnaan ini," pungkasnya.

5 dari 6 halaman

Kisah Yura menuai simpati warganet. Banyak yang memberikan semangat dan dukungan untuknya, bahkan tak sedikit yang membagikan kisah serupa.

" Sama mbak, aku juga histerektomi di usia 26 tahun. Dari sini aku jadi tau aku tidak sendiri, kita tetap wanita sempurna ☺️."

" sabar kk, aku udah hidup tanpa rahim 10 tahun, karena cancer ovarium, dan rahim diangkat, alhamdulillah aku sehat2 kok sampai hari ini, semangaaaat,."

" mba aku nangis banget loh baca ceritanya. kamu kuat kamu hebat mba, peluk jauuhh 🤗."

" mbak gpp gak pernah lewatin fase hamil dan melahirkan... kamu masih tetap menjadi wanita hebat..... semangat ya mbak 🥰."

" peluk jauh dari ku ya kak, kakak kuat!! Tuhan selalu kasih yg terbaik buat umatnya."

6 dari 6 halaman

@yutadama20 Keputusan terberat adalah ketika kita tidak dapat memilih pilihan lainnya 💫🌟🤍😢 #histerektomi #endometriosis #anemia #wanitahebat #operasiangkatrahim #keputusanterbaik ♬ Tutur Batin - Yura Yunita

 

Join Dream.co.id