Kisah Majikan Mualaf yang Menikahi Karyawannya Sendiri: Berawal dari Sering Gantikan Kerja Agar Bisa Sholat

Your Story | Jumat, 4 Maret 2022 10:01

Reporter : Sugiono

Awalnya hubungan mereka hanya sebatas sebagai karyawan dan majikan. Aariz Yee yang saat itu belum masuk Islam sering membantu Nurul ketika tiba waktu sholat.

Dream - 'Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya rencana Allah seperti ini, saya benar-benar terkejut dan saya berharap pernikahan kita akan lancar.'

Demikian penuturan Nurul Anis Izzati Muzafar Shah yang kisah pertunangan dengan majikannya sendiri, Aariz Yee Abdullah, pada 9 Oktober lalu, viral di media sosial.

Awalnya hubungan mereka hanya sebatas sebagai karyawan dan majikan. Aariz Yee yang saat itu belum masuk Islam sering membantu Nurul ketika tiba waktu sholat.

Kisah Majikan Mualaf yang Menikahi Karyawannya Sendiri: Berawal dari Sering Gantikan Kerja Agar Bisa Sholat
Nurul Menikahi Majikannya Yang Mualaf Berpose Bersama Orangtua Suaminya.
2 dari 6 halaman

Namun, siapa sangka pria keturunan Tionghoa itu berusia 29 tahun itu ternyata tertarik memeluk agama Islam sejak awal tahun lalu.

 Pertunangan majikan mualaf dengan karyawannya sendiri.© Ihsan Nurul Anis Izzati Muzafar Shah

" Saya bekerja sebagai asisten penjualan di toko roti milik dia sejak 20 Oktober tahun lalu.

" Awalnya dia sering 'menggantikan' saya, sementara saya mengerjakan sholat," kata Nurul menceritakan awal kisah cintanya.

3 dari 6 halaman

Aariz Yee rela jauh-jauh datang ke toko untuk menggantikan Nurul agar wanita itu bisa menunaikan sholat.

Rupanya kedisplinan dan ketaatan Nurul menjalankan sholat menarik perhatian pria Malaysia itu.

" Dia juga sering bertanya soal shalat, aurat, dan Islam. Jadi saya tidak menyangka dia punya niat untuk memeluk Islam," kata Nurul.

4 dari 6 halaman

Ketika Aariz Yee menyatakan keinginan untuk memeluk Islam, Nurul langsung memberitahukan keluarga. Karena Nurul sendiri merasa masih belum cukup ilmu.

 Pertunangan majikan mualaf dengan karyawannya sendiri.© Ihsan Nurul Anis Izzati Muzafar Shah

" Alhamdulillah, keluarga banyak membantu dalam memudahkan dia memeluk agama Islam dari awal hingga sekarang.

" Setelah lebih kurang satu bulan menjadi mualaf, baru dia menyatakan keinginannya untuk menikah dengan saya," kata Nurul.

5 dari 6 halaman

Beruntung kedua belah pihak keluarga tidak menghalangi, bahkan mendukung hubungan Nurul dan Aariz Yee.

Anak ketiga dari enam bersaudara ini mengatakan pribadi Aariz Yee yang sopan, baik dan lemah lembut saat berbincang membuatnya tertarik.

" Dia memperlakukan saya dengan baik. Kesungguhannya mendalami Islam juga membuat saya kagum. Dia bisa hafal Al-Fatihan dalam sehari saja," ujar gadis dari Pasir Mas, Kelantan, ini.

Nurul dan Aariz Yee rencananya akan melangsungkan pernikahan pada bulan Desember tahun lalu.

Namun terpaksa tertunda karena menunggu proses pembuatan KTP baru dan pendaftaran di kantor agama yang perlu waktu lama.

" Jadi kami tunggu saja sampai semua proses pembuatan dokumen selesai, jika ada rezeki bisa kita mulai secepatnya," kata Nurul.

6 dari 6 halaman

Sementara itu, Aariz Yee, yang juga anak bungsu dari empat saudara, berkata dia memilih untuk menjadi mualaf bukan hanya karena akan menikah dengan Nurul.

" Saatnya minta izin ke orangtua, mereka tidak langsung setuju. Perlu waktu empat hari bagi mereka untuk memberikan jawaban.

" Orangtua akhirnya setuju dan berpesan agar saya bertanggung jawab serta tidak main-main (setelah jadi mualaf).

" Memang tertarik untuk masuk Islam. Dan sekarang setelah belajar lebih dalam, saya makin berminat dengan agama ini," pungkas Aariz Yee.

Sumber: My Metro

Join Dream.co.id