Kisah Anak Desa yang Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2

Your Story | Minggu, 3 Juli 2022 12:01

Reporter : Nabila Hanum

Made Andi mengenang dulunya pernah mendapat IP 1,2 saat semester 5.

Dream - Pendidikan Indonesia yang semakin maju tidak lepas dari campur tangan para pengawal pendidikan, yakni guru, dosen, dan tenaga pendidik lainnya. Bagi mahasiswa, jasa seorang dosen sangat besar dalam menentukan masa depan. Selain jadi penyampai ilmu, dosen adalah sumber inspirasi dan pemberi motivasi.

Adalah I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk selalu berjuang di bangku perkuliahan.

Kisah inspiratif itu ia bagikan di video reels Instagram pribadinya @madeandi. Mulai dari masa sekolah hingga menjadi dosen seperti sekarang ini.

Saat masa SMP, pada 1990-1993, Made Andi mengaku kerap pergi ke sekolah melewati jalan penuh semak-semak. Ia menceritakan hal tersebut dengan penuh rasa nostalgia.

 Kisah Anak Desa Kini Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2© Instagram @madeandi

Kisah Anak Desa yang Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2
Kisah Anak Desa Kini Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2 (Instagram @madeandi)
2 dari 5 halaman

" Dilihat dari masa kini, hidup di masa lalu bisa nampak begitu dramatis padahal saat menjalani, terasa biasa saja, " kenangnya.

Made Andi kerap naik sepeda ke sekolah walaupun akhirnya terpaksa dituntun karena kondisi jalan yang tak menunjang. Selain itu, ia juga sering jalan kaki pagi-pagi dengan embun yang masih membekas di dedaunan.

" Kadang lumpur beterbangan akibat putran roda lumpur, " kenangnya.

Namun ujiannya untuk menempuh pendidikan itu tidak pernah dianggap sebagai penderitaaan. Ia melakoninya dengan penuh kebahagiaan. " Hari berjalan biasa. Suasana riang gembira, " ucapnya.

Laku prihatin tersebut terus berlanjut saat masa SMA. Pada masa itu, ia pernah tinggal di sebuah gubuk tanpa listrik dan sering mandi di sungai.

3 dari 5 halaman

Kisah masa lalu yang pilu itu benar-benar ia rasakan ketika kuliah. Ia mengenang statusnya sebagai mahasiswa yang tak diperhitungkan karena bukan dari golongan pemilik Indeks resasi (IP) tiga koma.

 Kisah Anak Desa Kini Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2© Instagram @madeandi

Sementara itu, saat masih kuliah di UGM, ia pernah mendapat IP 1,2 saat semester 5. Hal ini sempat membuatnya terpuruk karena merasa menjadi orang bodoh di kelas. Ia juga pernah mendapat beberapa nilai E dalam satu semester.

4 dari 5 halaman

Walaupun begitu, berbagai hal yang pernah dilewatinya tersebut tak membuatnya semangatnya surut. Made Andi terus berjuang untuk melanjutkan sekolah dan cita-citanya.

 Kisah Anak Desa Kini Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2© Instagram @madeandi

Setelah lulus dari UGM, Made Andi melanjutkan studi master ke Universitas New South Wales dan dilanjutkan studi doktoral di Universitas Wollongong.

Ia pernah mewakili Indonesia The Falling Walls Conference merupakan acara sains tahunan di Berlin. Selain itu juga berbicara di PBB.

5 dari 5 halaman

Selain menjadi dosen Teknik Geodesi UGM, Made Andi juga aktif di berbagai kegiatan lain. Dari menjadi content creator di akun Instagram atau akun TikToknya sendiri hingga menjadi penulis buku.

Lelaki asal Bali ini juga menjadi Kepala International Affairs Universitas Gadjah Mada

Berikut kisah Made Andi yang diunggah melalui akun Instagram. 

      View this post on Instagram      

A post shared by I Made Andi Arsana (@madeandi)

 

Join Dream.co.id