Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warga Solo: Tarik Masker hingga Putus Saat Minta Maaf

Stories | Jumat, 12 Agustus 2022 19:01

Reporter : Nabila Hanum

Gibran tiba-tiba menarik masker yang digunakan Hari hingga talinya putus dan jatuh ke lantai.

Dream - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak bisa menyembunyikan kemarahannya saat mengetahui salah satu anggota Paspampres melakukan pemukulan terhadap sopir truk pada Rabu, 9 Agustus 2022.

Saat anggota Paspampres bernama Hari Misbah itu menyampaikan permintaan maaf di hadapan wartawan, Gibran tiba-tiba menarik masker yang digunakan Hari hingga talinya putus dan jatuh ke lantai.

Setelahnya, Gibran berdiri di belakang Hari dengan kedua tangan bersedekap did ada. Raut muka Gibran terlihat marah memandangi Hari yang sedang memberi keterangan pers.

Gibran mengaku tidak terima mengetahui warganya diperlakukan tidak adil. Terlebih saat kejadian Paspampres itu sedang tidak mengawal siapa-siapa.

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warga Solo: Tarik Masker hingga Putus Saat Minta Maaf
Paspampres Pukul Sopir Truk Di Solo (Merdeka.com/Arie Sunaryo)
2 dari 6 halaman

 gibran tarik masker paspampres© Youtube Berita Surakarta

" Saya nggak terima warga saya digituin, dia nggak salah kok. Paspampresnya juga tidak dalam posisi mengawal siapa-siapa," ujar Gibran, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 12 Agustus 2022.

Meski telah berakhir damai, namun Gibran mengkhawatirkan kondisi psikis korban yang mungkin saja merasa tertekan atau terintimidasi. Sehingga ia pun meminta awak media untuk tidak mewawancarainya. Ia pun menjamin keamanan korban.

" Itu urusanku, tanggungjawabku, ya," terang dia.

3 dari 6 halaman

Putra pertama Presiden Jokowi itu menilai, jika permasalahan tersebut belumlah selesai. Apalagi permintaan maaf baru dilakukan setelah video pemukulan tersebut viral di media sosial. Gibran menegaskan, akan bertanggungjawab terhadap kasus yang menimpa warganya.

" Tanggungjawab saya nglindungin warga saya yang dipukul. CCTV-nya sudah saya pegang. Jelas banget kejadiannya, kasar banget. Kejadiannya juga didekat rumah saya. Bayangno, aku isin (malu) banget. Tugasku nglindungin warga. Urusane Paspampres dengan komandan," tegasnya.

Gibran enggan menyampaikan berapa jumlah pelaku pemukulan. Namun demikian dia sudah menyimpan video rekaman CCTV saat kejadian.

" Ngakunya satu. Pokoknya sudah saya simpan, nanti kalau tahu-tahu ilang, saya sudah simpan," imbuhnya.

Terkait ganti rugi, Gibran menyatakan sudah ada yang mengurusnya. Hal tersebut juga sudah dibicarakan dengan sopir, pemilik truk dan Komandan Paspampres.

" Wis diurus, wis ono sing ngurus, tenang wae. Tadi bapaknya, drivernya sama pimpinannya kan dua-duanya di sini," katanya.

4 dari 6 halaman

Sebelumnya, kasus dugaan pemukulan oleh oknum anggota Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di simpang 4 Girimulyo, Manahan, Solo, viral di media sosial twitter. Akun @txtdrberseragam yang pertama kali mengunggah peristiwa tersebut pada Kamis 11 Agustus 202 pukul 21.10 WIB.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melalui akun Twitternya, @gibran_tweet, memberikan tanggapannya. Putra sulung Presiden Jokowi itu berjanji untuk mencari pelaku pemukulan terhadap korban yang merupakan sopir truk tersebut.

" Saya cari orangnya," tulis Gibran.

Hari ini, Gibran pun memanggil pelaku pemukulan bernama Hari Misbah yang merupakan anggota Paspampres ke balai kota. Gibran juga memanggil korban yang merupakan sopir truk dan pemilik mobil rental serta sopir yang digunakan oknum anggota Paspampres.

5 dari 6 halaman

Usai pertemuan, Hari Misbah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban maupun masyarakat Kota Solo.

" Saya salah, saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya minta maaf kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya. Karena perbuatan saya, mungkin menyakiti hati dan keluarganya," ujarnya.

Hari menceritakan, saat kejadian dirinya sedang dalam perjalanan menuju kawasan Sumber dengan menumpang roda empat bersama sopir.

Mobil yang ditumpanginya berjalan dari arah timur Jalan Ahmad Yani. Setiba di simpang empat Girimulyo lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) menunjukkan warna merah.

6 dari 6 halaman

Disaat bersamaan, lanjut dia, melintas truk dari arah Tugu Wisnu berbelok kiri ke arah yang sama. Kedua kendaraan pun akhirnya saling bersenggolan. Mobil yang ditumpangi Hari dan sopirnya pun mengalami kerusakan.

" Ada kerusakan tapi masih asuransi," katanya.

Selain melakukan pemukulan, sopir mobil yang ditumpangi Hari juga meminta SIM milik sopir truk. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi usai peristiwa. Namun saat ini SIM yang dibawa pemilik mobil rental yang digunakan Hari tersebut sudah dikembalikan.

" Sudah ketemu tadi sama bapaknya, SIM sudah dikembalikan," katanya.

Sumber:merdeka.com

Join Dream.co.id