Jokowi Minta Masyarakat Kembali Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan

News | Senin, 11 Juli 2022 13:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia belum hilang.

Dream - Jokowi kembali meminta masyarakat kembali memakai masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengingatkan bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia belum hilang.

" Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua, Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan," jelas Jokowi kepada wartawan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Minggu 10 Juli 2022.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta pemerintah daerah serta TNI, Polri, untuk meningkatkan capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster. Khususnya untuk daerah dengan tingkat interaksi masyarakat yang tinggi.

" Juga utamanya untuk kota-kota yang interaksi masyarakatnya tinggi, saya masih mengingat lagi pemerintah daerah, pemerintah kota, kabupaten dan provinsi serta TNI-Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster karena memang ini diperlukan," tutur Jokowi.

Jokowi Minta Masyarakat Kembali Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan
Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram/jokowi)
2 dari 3 halaman

Sementara itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penananganan Covid-19 melaporkan masih adanya penambahan kasus positif akibat virus Corona di Indonesia. Hingga Minggu, 10 Juli 2022, bertambah 2.576 orang positif Covid-19.

Sehingga jika ditotal, terdapat 6.111.305 orang di Indonesia terkonfirmasi terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus varian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah mulai mendominasi di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequencing, hampir seluruh Covid-19 di DKI Jakarta adalah varian BA.4 dan BA.5.

3 dari 3 halaman

 Kasus Covid-19 Landai Usai Libur Lebaran, Indonesia Mulai Transisi Menuju Endemi© MEN

Menurut dia, puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan. Adapun varian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia pada 30 hari lalu.

" Jadi kita mungkin masih ada waktu satu atau dua minggu ke depan. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain seharusnya puncaknya sudah tercapai," tutur Budi di Kantor Presiden, Senin 4 Juli 2022.

Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id