Ustad Abdul Somad Beri Penjelasan Logis Alasan Idul Adha Indonesia dan Arab Saudi Berbeda

News | Rabu, 6 Juli 2022 16:01

Reporter : Nabila Hanum

Melihat perbedaan ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) turut memberikan penjelasan.

Dream - Pemerintah telah menetapkan hari raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Keputusan tersebut berdasarkan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada 29 Juni 2022.

Sementara itu Kerajaan Arab Saudi telah memutuskan hari raya Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022. Pelaksanaan hari raya Idul Adha ini bersamaan dengan maklumat yang dibuat PP Muhammadiyah yang juga menetapkan tanggal yang sama. 

Perbedaan penetapan hari raya Idul Adha ini ditanggap Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan memberikan penjelasan yang masuk akal. Hal tersebut ia jelaskan lewat unggahan di Instagram pribadinya @ustadzabdulsomad_official.

Abdul Somad menceritakan seorang jemaah pernah bertanya kepadanya terkait perbedaan Idul Adha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi.

" Kita ikut Mekah apa Pekanbaru Ustadz?," kata jamaah tersebut ke UAS.

Ustad Abdul Somad Beri Penjelasan Logis Alasan Idul Adha Indonesia dan Arab Saudi Berbeda
Uztad Abdul Somad
2 dari 6 halaman

Ustaz Abdul Somad kemudian menjawab bahwa Mekah dan Pekanbaru memiliki mathla' sendiri. Mathla' yaitu saat terbitnya hilal di suatu wilayah.

" Makkah tu punya mathla' sendiri, Pekanbaru punya mathla' sendiri," ujar UAS.

Kondisi ini, katanya, membuat Mekah punya syuruq sendiri begitu juga Pekanbaru punya syuruq sendiri.

" Tak sama. Mana bisa kita ikut Makkah. Kalau kita di Pekanbaru ikut Makkah. Berarti shalat zhuhur kita jam 15.30 WIB," jelasnya.

Jawaban tersebut belum memuaskan jemaah tersebut yang kembali mengajukan pertanyaan tentang perbedaan Arab Saudi yang lebih dahulu melaksanakan Idul Adha 1443 H daripada Indonesia.

3 dari 6 halaman

" Waktu shalat pakai waktu matahari, kita di timur lebih dulu. Kalau awal bulan tuh ikut hilal, bulan, yang di barat lebih dulu," jelasnya.

Jemaah tersebut kembali bertanya, " Tapi kan puasa Arafah itu ikut Wuquf Ustadz?" .

Mendapati pertanyaan itu, UAS kemudian meminta jemaah tersebut untuk memahami Wuquf di Arab Saudi mengikuti waktu wilayah mana.

" Wuquf ikut apa? Ikut tanggal 9. Tanggal 9 ikut apa? Ikut tanggal 1. Tanggal 1 ikut apa? Ikut hilal. Jadi puasa tu tanggal 9, bukan tanggal 8, bukan pulak tanggal 10," ujar UAS.

Ustaz Abdul Somad meminta umat muslim untuk menghargai perbedaan ini dengan mengikuti mathla' masing-masing daerah. Menurutnya perbedaan ini pernah terjadi sebelumnya.

" Kuraib dari Madinah ke Syam. Di Syam mereka melihat Hilal malam Jum'at. Ibnu Abbas di Madinah melihat Hilal malam Sabtu. Syam dengan Madinah aja beda mathla', apalagi Makkah dengan Pekanbaru," kata UAS.

4 dari 6 halaman

      View this post on Instagram      

A post shared by UAS عبد الصمد (@ustadzabdulsomad_official)

 

5 dari 6 halaman

Mengapa Idul Adha 1443 H di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H pada 10 Dzulhijjah atau Minggu 10 Juli 2022.

Waktu penetapan ini berbeda dengan Arab Saudi yang merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1443 H yang jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama, Adib, menjelaskan perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

6 dari 6 halaman

Adib mengatakan, waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam dan hilal mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi.

“ Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, tetapi hilal justru mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi, karena terlihatnya di sebelah barat pada saat matahari terbenam atau dikenal dengan istilah ghurub asy-syams,” kata Adib, dalam keterangan persnya, dikutip dari laman mui.or.id, Senin 4 Juli 2022.

Berdasarkan data hisab, pada akhir Dzulqaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

“ Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar,” jelas mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.

Join Dream.co.id