4 Negara Bantu Vaksinasi Indonesia, AS Donasi 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

News | Kamis, 1 Juli 2021 17:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Jumlah vaksin Indonesia semakin banyak.

Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan jumlah vaksin Covid-19 terus bertambah dalam upaya mempercepat vaksinasi di Tanah Air. Sjumlah negara bahkan mengulurkan bantuan dengan memberikan hibah maupun donasi vaksin.

Budi mengatakan salah satu negara yang akan mengirimkan vaksin Covid-19 yaitu Amerika Serikat. Bahkan, kata dia, Indonesia akan mendapatkan kiriman vaksin Moderna.

" Kita akan mendapatkan 4 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat," ujar Budi dalam konferensi pers PPKM Darurat, Kamis, 1 Juli 2021.

Selain Amerika, Budi juga mengatakan akan ada kiriman vaksin AstraZeneca dari Jepang. Vaksin tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Jepang untuk membantu Indonesia meningkatkan cakupan vaksinasi.

" AstraZeneca 2,1 juta (dosis) hibah dari Jepang, dan bukan yang terakhir," kata Budi.

 

4 Negara Bantu Vaksinasi Indonesia, AS Donasi 4 Juta Dosis Vaksin Moderna
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
2 dari 6 halaman

Australia Alokasikan Rp837 M Untuk Beli Vaksin Buat Indonesia

Australia juga turut membantu Indonesia dalam penyediaan vaksin Covid-19. Menurut Budi, Pemerintah Australia mengalokasikan 77 juta dolar Australia (setara Rp837 miliar) untuk kebutuhan vaksin.

Tetapi, kata Budi, dana hibah tersebut belum bisa direalisasikan karena masih menanti sumber pembelian vaksin yang saat ini dicari hampir semu anegara. Rencananya, dana bantuan dari Australia akan dibelanjakan vaksin lewat skema Covax.

" Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang, Australia, dan Amerika Serikat," kata Budi.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan vaksinasi akan digenjot dalam beberapa hari ke depan untuk mengejar target 1 juta dosis per hari. Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia sudah sangat mencukupi.

" Jumlah vaksinnya cukup, 408 juta dosis," kata Luhut. 

 

3 dari 6 halaman

Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia Agustus 2021, Alhamdulillah!

Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan kiriman vaksin Pfizer. Vaksin ini akan menambah pasokan vaksin yang dibutuhkan untuk program vaksinasi nasional.

" Bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan semakin banyak," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan vaksin Pfizer didatangkan Pemerintah melalui skema Covax-GAVI. Melalui skema ini pula, vaksin AstraZeneca kembali diterima pada Juli.

" Jumlah vaksin yang masuk ke Indonesia makin lama akan semakin banyak," kata dia.

4 dari 6 halaman

14 Ribu Dosis Bahan Baku Sinovac Tiba

Hari ini, kata Budi, sebanyak 14 ribu dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk tiba di Indonesia. Sehingga, total bahan baku vaksin Sinovac saat ini 105 juta dosis.

Vaksin ini akan diproses sekitar 1 bulan oleh Bio Farma menjadi siap pakai. Dari total 105 juta dosis bahan baku tersebut, Budi mengatakan akan menjadi 85 juta dosis vaksin jadi.

" Mungkin di awal Agustus akan ada 85 juta vaksin Sinovac yang sudah siap kita gunakan," ucap Budi.

Selanjutnya, Budi menjelaskan dengan semakin banyaknya vaksin masuk maka vaksinasi bisa dipercepat. Sehingga Indonesia dapat segera mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.

" Insya Allah di akhir tahun, 181,5 juta rakyat Indonesia sudah bisa divaksin at least satu kali," kata dia.

5 dari 6 halaman

Vaksin AstraZeneca Diklaim Beri Kekebalan Setahun, Antibodi 6X Lebih Kuat

Dream - Vaksin AstraZeneca diklaim sangat efektif memberikan kekebalan terhadap Covid-19 setidaknya satu tahun usai dosis pertama. Sementara setelah suntikan dosis kedua, vaksin ini dapat memberikan respon imun yang kuat.

" Hal ini merupakan berita baik bagi negara-negara dengan persediaan vaksin yang terbatas, yang mungkin khawatir terhadap keterlambatan pemberian dosis kedua vaksin di negara mereka," ujar Chief Investigator & Director Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford, Sir Andrew J Pollard.

Sub analisis percobaan COV001 dan COV002 yang dipimpin Oxford menunjukkan vaksin AstraZeneca memberikan respons imun kuat setelah interval dosis kedua diperpanjang 45 pekan. Ataupun setelah pemberian dosis ketiga.

Analisis tersebut melibatkan sukarelawan usia 18-59 tahun yang sudah terdaftar. Mereka telah menerima satu dosis maupun dua dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca.

" Terdapat respons yang sangat baik untuk dosis kedua, bahkan setelah penundaan 10 bulan dari dosis pertama," kata Pollard.

Dalam artikel yang diterbitkan di server pre-print The Lancet, antibodi usai dosis pertama tetap di level tinggi selama satu tahun. Kemudian, meski interval dosis kedua diperpanjang selama 45 pekan, respons antibodi meningkat 18 kali lipat dalam waktu 28 hari setelah penyuntikan.

6 dari 6 halaman

Bisa Netralkan Varian Alpha, Beta, dan Delta

Sedangkan dalam jeda 45 pekan tersebut, didapat temuan titer antibodi empat kali lebih tinggi dibandingkan jeda 12 hari dari dosis pertama ke dosis kedua. Ini menunjukkan interval pemberian dosis yang lebih lama tidak mengurangi efektivitas vaksin, namun justru dapat memberikan kekebalan yang lebih kuat.

Selain itu, dosis ketiga yang diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis kedua dapat meningkatkan antibodi enam kali lipat mempertahankan respons sel T. Dosis ketiga juga menghasilkan aktivitas penetralan yang lebih tinggi terhadap varian Alpha (B1117, 'Kent'), Beta (B1351, 'Afrika Selatan') dan Delta (B16172, 'India').

Baik dosis kedua yang diperpanjang intervalnya dan dosis ketiga Vaksin Covid-19 AstraZeneca kurang reaktogenik dibandingkan dengan dosis pertama.

" Penting bagi kami untuk menunjukkan bahwa vaksin kami menghasilkan respons kekebalan yang kuat dan tahan lama, untuk meningkatkan keyakinan mengenai perlindungan jangka panjang," kata Executive Vice President BioPharmaceuticals R&D, Sir Mene Pangalos.

Join Dream.co.id