Indahnya Toleransi, Curhat Warganet Dimasakin Makanan Halal oleh Keluarga Teman Saat di Bali

Your Story | Jumat, 17 Juni 2022 17:00

Reporter : Nabila Hanum

Ia sangat terharu mengingat keluarga temannya itu tidak makan daging sapi dan memasak khusus untuk dirinya.

Dream - Toleransi antarpemeluk agama sedikit terganggu di era sekarang. Gesekan antarumat beragama sering terjadi hanya karena masalah sepele.

Namun, kerukunan antarpemeluk agama yang berbeda terlihat begitu indah di Bali. Seorang warganet membagikan kisahnya diperlakukan seperti anak kandung oleh keluarga temannya yang beragama Hindu.

Kisahnya itu dibagikan lewat akun Twitter @FFOODFESS hingga viral dan mendapat beragam reaksi netizen.

Kisah tersebut bermula ketika sender merasa sangat terpukul setelah sang ibu meninggal pada Mei 2022. Terlebih, keluarga tidak memberi dukungan hingga membuatnya semakin stres.

Indahnya Toleransi, Curhat Warganet Dimasakin Makanan Halal oleh Keluarga Teman Saat di Bali
Ilustrasi (Shutterstock)
2 dari 5 halaman

" Aku curhat ke temenku dan temenku ngajakin aku buat jalan-jalan ke rumahnya di Bali," tulisnya.

Ia pun memutuskan berangkat ke Bali satu hari sebelum Galungan. Lalu ketika hari-H Galungan, sender bercerita sengaja bangun pagi hari untuk membantu-bantu keluarga teman itu.

 Curhat warganet dimasakkan makanan halal oleh keluarga teman non muslim© Twitter @FFOODFESS

Saat di dapur, sender mengaku terkejut melihat kakak temannya sedang memasak kalio sapi. Ia sangat terharu mengingat keluarga temannya itu tidak makan daging sapi dan memasak khusus untuk dirinya.

" Mereka khusus masakin buat aku karena keluarga mereka enggak makan daging sapi. Bapaknya temanku juga masakin aku ayam betutu," ungkapnya.

3 dari 5 halaman

Usut punya usut, ada cerita menarik yang membuat sender terharu dengan usaha serta perilaku ayah temannya itu. Rupanya, ayah teman sebelumnya telah membelikan ayam namun beliau ragu dengan kehalalannya.

" Sebenernya om udah beliin kamu ayam tapi om ragu, jangan-jangan ayam yang om beli enggak sesuai syariat Islam," ujar ayah temannya.

Alhasil, sore hari sebelum Galungan si ayah pergi ke tempat kenalannya yang beragam Islam.

Kemudina, ayah teman itu meminta rekannya untuk menyembelih ayam sesuai dengan syariat Islam.

" Jadi ayam ini bisa halal kamu makan," pungkas beliau.

Terlebih lagi, keluarga teman itu memasak makanan secara terpisah dengan panci khusus sehingga tidak tercampur dengan daging babi.

4 dari 5 halaman

Yang membuat sender semakin terharu adalah keluarga temannya memperlakukan seperti anak kandung. Bahkan, setiap hari ia selalu diajak makan di tempat yang halal oleh orangtua temannya.

" Aku juga diperlakukan baik banget selama di sana. Aku dikenalin ke tetangga dan keluarga temenku. Tiap hari aku diajak jalan-jalan ke tempat makan yang halal," ungkapnya.

Sebenarnya, sender merasa tidak enak dengan keluarga temannya. Bahkan, ia berulang kali memita maaf karena telah merepotkan. Namun, jawaban orangtua temannya justru membuat sender semakin terharu.

" Pengen pulang aja tapi mamanya temenku suka ngomong " Kamu tuh anak tante juga loh. Enggak ada tuh ibu yang ngerasa direpotin anaknya" , katanya.

Si ibu teman pun berulang kali mengucap terima kasih karena sender dianggap telah membantu anaknya (teman) selama ini.

Sender mengaku sangat beruntung bisa berkenalan dengan teman dan keluarganya yang begitu baik sampai menganggap dirinya bagian keluarga mereka sendiri.

" Semoga temenku dan keluarganya selalu sehat. Lucu juga padahal aku ke sana dalam keadaan patah hati karena habis ditinggal ibu, pulang pulang malah bahagia banget karena ngerasa punya keluarga baru," pungkasnya.

Cuitan itu pun sontak menjadi sorotan dan dibanjiri beragam tanggapan dari warganet. Warganet mengaku ikut terharu ketika membaca curhatan tersebut.

5 dari 5 halaman

 

Join Dream.co.id