Guru Rudapaksa Santriwati di Bandung Akui Seluruh Dakwaan

News | Rabu, 5 Januari 2022 07:00

Reporter : Ahmad Baiquni

HW mengakui seluruh perbuatan kejinya kepada 12 santriwati.

Dream - Terdakwa kasus rudapaksa 12 santriwati di Kota Bandung, Jawa Barat, HW, mengakui perbuatan kejinya. Dia membenarkan seluruh dakwaan yang disusun jaksa.

" Terdakwa HW mengakui seluruh perbuatannya, dia mengakui perbuatannya dan seluruh apa yang didakwakan itu dibenarkan oleh terdakwa HW," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dodi Gazali.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam persidangan tertutup pada Selasa, 4 Desember 2021. Terdakwa menjalani persidangan secara virtual dari Rumah Tahanan Kebonwaru karena sejumlah pertimbangan dari jaksa dan pengadilan.

" Tidak jadi (hadir di ruang sidang) karena masalah kesehatan dan keamanan," kata Dodi.

 

Guru Rudapaksa Santriwati di Bandung Akui Seluruh Dakwaan
Ilustrasi Kekerasan Seksual (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Keterangan Saksi Tak Dibantah

Dodi melanjutkan seluruh materi dakwaan diakui yang bersangkutan. Termasuk fakta yang terungkap dari sejumlah saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

" Dakwaan kita tanyakan semua, fakta persidangan melalui saksi-saksi kita tanyakan semua, dan dia membenarkan semuanya, dari cara dia melakukan (rudapaksa), bagaimana dia melanggengkan tindak pidananya," kata Dodi.

Hanya saja, HW sempat berbelit-belit ketika menjawab pertanyaan soal motif kejahatan yang ditanyakan jaksa. meski pada akhirnya tetap mengakui perbuatannya.

" Ketika ditanyakan motifnya itu jawabannya yang masih berbelit-belit, tapi ujung-ujugnya dia minta maaf dan khilaf, itu yang disampaikan oleh HW," kata Dodi, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Kejinya Guru Rudapaksa Santriwati, Istri Dicuci Otak Sampai Tak Bisa Melapor

Dream - HW, guru perudapaksa santriwati di Kota Bandung ternyata benar-benar keji. Ternyata sang istri juga mengetahui perbuatan keji HW, bahkan menyaksikan secara langsung.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep N Mulyana, menyebutkan fakta ini terungkap pada persidangan yang berlangsung tertutup Kamis kemarin. Muncul dugaan para korban dan istri HW sendiri telah dicuci otak.

" Jadi kalau teman-teman bertanya kenapa ini baru terungkap sekarang, kenapa istrinya tidak mau melapor, itu seperti itu (cuci otak). Di dalam istilah psikolog ada dampak dirusak fungsi otak," ujar Asep.

Menurut Asep, HW membuat kondisi kejiwaan istrinya tidak berdaya dengan cara-cara licik. Sehingga, istri pelaku tidak bisa membedakan antara benar dan salah.

" Boro-boro melapor, istrinya pun tidak berdaya," kata Asep.

Apalagi saat mendapati HW sedang melakukan tindak pelecehan seksual kepada santriwati, wanita tersebut hanya diam. Bahkan sampai meminta maaf sudah melihat suaminya melakukan kekejian tersebut.

" Bahkan, mohon maaf, ketika istri pelaku mendapati suaminya kemudian pada saat malam, tidur malam, naik ke atas dan mendapati pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh pada koorban, dia tidak bisa apa-apa," kata dia.

4 dari 6 halaman

Tega Rudapaksa Sepupu Istri

Parahnya, kata Asep, pelaku juga melancarkan aksinya kepada salah satu santriwati yang merupakan sepupu istrinya sendiri. Malah, aksi itu dilakukan di saat sang istri sedang hamil besar sehingga mengalami guncangan kejiwaan.

" Dia melakukan itu pada saat istri si pelaku itu dalam kondisi hamil besar, jadi ada dampak psikologis terhadap istrinya itu secara luar biasa," ucap dia.

Yang lebih memprihatinkan, HW tega menyuruh istrinya ikut merawat bayi hasil hubungan gelapnya dengan para korban. Wanita itu juga hanya menurut saja.

" Karena kondisi otaknya yang dibekukan tadi, sehingga dia (istri HW) pun nurut, termasuk disuruh pelaku mengurus anak-anak yang sebetulnya dilahirkan dari perbuatan pelaku," kata Asep, dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 6 halaman

Guru Perudapaksa Santriwati Sempat Coba Kelabui Dokter dan Bidan Saat Antarkan Korban Bersalin

Dream - Fakta lain kasus rudapaksa guru rudapaksa santriwati di Kota Bandung kembali terkuak. Pelaku ternyata pernah mengantarkan korban menjalani persalinan di fasilitas medis.

Fakta itu diungkap dua orang saksi yang berprofesi sebagai dokter dan bidan dalam persidangan tertutup yang berlangsung Selasa, 28 Desember 2021. Ternyata HW pernah berupaya mengelabui dokter dan bidan soal usia korban.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Jawa barat, Dodi Gazali Emil, mengatakan dokter dan bidan yang dihadirkan sebagai saksi merupakan tenaga medis yang membantu persalinan korban. Proses persalinan dijalankan sehari sebelum HW diamankan.

" HW mendampingi salah satu korban untuk persalinan," ujar Dodi.

Menurut Dodi, dokter dan bidan yang menangani sempat curiga dengan usia korban. Kepada keduanya, HW mengatakan korban berusia 20 tahun.

" Tapi kondisi fisiknya bisa dilihat secara kasat mata, di bawah 20 tahun," ungkap Dodi.

 

6 dari 6 halaman

Yakin Bisa Kelabui Dokter

Saat itu, terang Dodi, HW yakin usahanya mengelabui dokter dan bidang berhasil. Ini lantaran korban memakai masker saat dibawa ke klinik sehingga tidak mudah dikenali.

" Datang pakai masker, dokter tahu (usia korban masih di bawah umur) setelah memeriksa," kata dia.

Dalam sidang kali ini, Dodi menerangkan ada enam orang didatangkan sebagai sebagai saksi. Selain dokter dan bidan yang menangani persalinan korban, sebagian saksi adalah keluarga HW dan ada pula orangtua korban.

" Untuk saksi ada enam orang, hadir lengkap," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

Join Dream.co.id