Bos Arema Juragan99 Janji Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan

Stories | Senin, 3 Oktober 2022 10:17

Reporter : Nur Ulfa

"Kami menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan".

Dream - Gilang Juragan99 selaku Presiden Arema FC turut bersedih atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menelan ratusan korban jiwa.

Atas insiden ini, dia berjanji akan bertanggung jawab dengan membiayai pengobatan para korban dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

" Sebagai Presiden Arema Football Club saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Saya berkomitmen untuk membantu proses perawatan dan pengobatan untuk yang mengalami luka ringan/berat. Saya juga akan memberikan santunan untuk keluarga korban yang meninggal dunia," kata Gilang Juragan99 di instagram, Senin, 3 Oktober 2022.

Gilang mengaku sangat sedih dengan tragedi ini yang menelan ratusan korban jiwa.

 gilang© instagram

" Kami menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan. Semoga ini menjadi pembelajaran berharga agar tidak terulang kembali," imbuhnya.

Suami Shandy Purnamasari berjanji akan terus menyelesaikan masalah ini secara tuntas dan memberikan pelayanan terbaik bagi para korban.

" Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban. Kami meminta agar diberikan pelayanan yg maksimal dalam penanganan korban luka-luka, dan meminta pusat layanan kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema FC," imbuhnya.

Bos Arema Juragan99 Janji Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan
Gilang Juragan99, Foto : Instagram @juragan_99
2 dari 6 halaman

Diketahui sebelumnya, insiden yang menewaaskan ratusan suporter terjadi Stadion di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Informasi dari Komunitas Peduli Malang menyebutkan korban meninggal dunia akibat kericuhan tersebut mencapai 153 orang. Sementara laporan resmi dari Polda Jatim menyebutkan angka korban berjumlah 127 orang.

Dikutip bola.com, kronologi bermula dari Kekalahan skuad Singo Edan atas musuh bebuyutannya, Persebaya, di kandang mereka yang memantik emosi suporter Arema.

Situasi yang tidak kondusif memaksa petugas keamanan untuk bertindak. Alhasil, kericuhan dan kepanikan terjadi, terutama di area tribune Stadion Kanjuruhan.

Ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, suasana masih tergolong kondusif.

Para pemain Persebaya Surabaya memang langsung berlari ke dalam ruang ganti sebagai langkah antisipasi terhadap sesuatu yang tidak diinginkan.

3 dari 6 halaman

Sementara itu, para pemain Arema FC berjalan ke tengah lapangan bermaksud memberikan penghormatan kepada Aremania meski Singo Edan harus kalah.

Namun, saat itu ada beberapa Aremania yang masuk lapangan. Mereka tidak melakukan aksi yang anarkis tapi justru menghampiri para pemain Singo Edan.

Ada yang memeluk Sergio Silva, ada pula yang berbicara dengan kapten tim, Ahmad Alfarizi.

4 dari 6 halaman

Namun, situasi kemudian mulai sulit untuk dikendalikan. Seorang Aremania masuk lapangan sambil berlari membawa bendera Persebaya Surabaya yang dicoret.

Aksi itu diikuti oleh Aremania lainnya yang masuk ke dalam lapangan dan jumlahnya makin banyak.

Personel keamanan pun melakukan tindakan dengan mengamankan para pemain Arema FC untuk masuk ke ruang ganti stadion. Pasalnya para penonton mulai melemparkan botol kemasan air mineral yang ditujukan kepada tim Arema FC.

5 dari 6 halaman

Setelah itu menimbulkan kepanikan. Kemudian gas air mata ditembakkan ke arah tribune dan membuat kepanikan makin besar.

Lalu banyak korban yang jatuh karena terinjak oleh suporter lain yang panik dalam situasi tersebut. Ada pula yang jatuh karena sesak napas akibat gas air mata.

Minimnya ketersediaan air buat membasuh muka memperparah keadaan. Para petugas kemanan berupaya menghalau Aremania agar tidak makin banyak yang turun ke lapangan.

Namun petugas kepolisian, TNI, dan steward yang ada kalah jumlah dari para suporter yang turun ke lapangan. Tak sanggup mengendalikan keadaan, tembakan gas air mata pun jadi opsi yang diambil.

6 dari 6 halaman

Banyak korban berjatuhan hampir di setiap jengkal ruangan pintu keluar Stadion Kanjuruhan, ada Aremania yang tergeletak. Beberapa di antaranya sudah tidak bernapas lagi.

Sampai pukul 23.40, beberapa korban masih tergeletak di pinggir lapangan dan pintu keluar. Begitu banyak korban membuat tenaga medis yang ada tak bisa mengatasi semuanya, akhirnya beberapa korban tak tertangani.

Selain itu, ada dua mobil kepolisian yang rusak dan terbalik di area Stadion Kanjuruhan.

Join Dream.co.id