Geger Wanita Ngaku ART Beber Ada Pintu Rahasia Tempat Penyiksaan di Rumah Ferdy Sambo, Ini Tanggapan Polri

Stories | Selasa, 6 September 2022 14:15

Reporter : Okti Nur Alifia

Polri memastikan informasi yang disebutkan tersebut tidak benar adanya.

Dream - Video seorang wanita yang mengaku sebagai asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo viral di media sosial. ART yang tidak diketahui namanya itu membeberkan pintu rahasia di rumah mantan .

Video ini menghebohkan warganet, pasalnya perempuan itu menyebut bahwa ada pintu rahasia yang merupakan akses ke sebuah ruangan tersembunyi. Wanita itu juga menyebar informasi bahwa pintu rahasia itu berisi banyak anggota polisi dijadikan patung dan organ tubuhnya diambil, termasuk Brigadir J.

Namun, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, memastikan informasi yang disebutkan dalam video tersebut tidak benar. " Enggak lah. Hoaks lah itu, kan itu sudah disampaikan oleh dokter forensik," kata Dedi, dikutip dari Liputan6.com.

Jenderal bintang dua itu kembali menegaskan, tidak ada pintu rahasia di dalam rumah eks Kadiv Propam Polri  " Enggak ada (pintu rahasia)," ujar Dedi.

Geger Wanita Ngaku ART Beber Ada Pintu Rahasia Tempat Penyiksaan di Rumah Ferdy Sambo, Ini Tanggapan Polri
© MEN
2 dari 8 halaman

Sebagai informasi, Polri telah menetapkan 5 tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo sebagai dalang atau otak di balik pembunuhan Brigadir, bersama tiga tersangka lainnya yakni 

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia bersama dengan tiga tersangka lainnya Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo) Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

3 dari 8 halaman

Temuan Mengejutkan LPSK dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J: Ada Paket Isi Duit dan HP sampai Kancing Piyama Istri Ferdi Sambo

Dream - Sejumlah temuan baru terkait kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo dibeberkan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK). Salah satu pengakuan yang disampaikan Bharada E alias Richard Eliezer yang diduga sebagai penembak rekannya sesama polisi itu.

Temuan terbaru LPSK kali ini juga menyangkut pengakuan Bharada E serta pelecehan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang diduga menjadi alasan di balik penembakan Brigadir J.

Sebelumnya, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menilai pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J bentuknya adalah pemerkosaan.

Dugaan pemerkosaan itu terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis 7 Juli 2022. Sehari sebelum kematian Brigadir J. Namun dugaan ini masih menjadi misteri karena tidak ada bukti kuat seperti CCTV.

Dihimpun dari Merdeka.com, berikut ini temuan baru LPSK terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

4 dari 8 halaman

Bharada Eliezer Akui Diberi Ponsel oleh Ferdy Sambo

Dikatakan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu tentang Bharada E, ajuan Ferdy Sambo itu mengakui ponselnya diganti Ferdy Sambo usai peristiwa penembakan Brigadir J. 

" Iya diganti. Iya benar dikasih HP baru, iPhone. Saya gak tahu jenisnya," kata Edwin.

Selain Bharada E, adapula Kuat Maruf dan Bripka RR yang mendapatkan handphone baru. Namun Edwin tidak mengetahui motif pemberian gawai baru tersebut.

" Diberikan oleh FS, ke Bharada E, KM dan RR," ucapnya.

Edwin mengatakan pihaknya masih mendalami keberadaan gawai lama milik Bharada E yang diduga menyimpan sejumlah barang bukti.

" Enggak tahu (gawai lamanya). Nanti itu masih kami dalami," tuturnya.

 

5 dari 8 halaman

Bharada E Akui Disodori Duit

Selanjutnya Bharada E  juga mengakui disodori sejumlah uang oleh Ferdy Sambo dan istrinya. Uang diduga dalam mata yang asing itu hanay ditunjukkan kepada Bharada E dan belum diserahkan. Rencananya uang tersebut baru diberikan ketika proses penyidikan sudah ditetapkan SP3 atau dihentikan perkaranya.

Janji untuk memberikan uang tersebut dilakukan Ferdi Sambo ketika ketiga tersangka kasus penembakan Bharada J mendapatkan ponsel baru tersebut. Meski uang dalam amplop itu merupakan satu paket pemberian, para tersangka hanya menerima Ponsel baru. 

" Kan pemberian HP itu kan satu paket dengan pemberian amplop yang berisi uang. Tapi bukan diberikan, baru ditunjukan kepada masing ke Bharada E, RR, dan KM. Uang itu diduga, bukan mata uang rupiah," kata Edwin.

Paket tersebut sempat diserahkan kepada para tersangka untuk dilihat namun kemudian amplop berisi uang ditarik kembali. " Katanya dikasih kalau sudah SP3, dihentikan perkaranya" tambahnya.

6 dari 8 halaman

Putri Candrawathi Diduga Sengaja Buka Kancing Piyama

LPSK mendapat dugaan bahwa piyama Putri Candrawathi telah disiapkan ketika akan berangkat ke lokasi eksekusi Brigadir J.

Diketahui dalam rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo, di Jalan Saguling, Jakarta Selatan, terlihat Putri Candrawathi memakai piyama usai pulang dari tempat penembakan Brigadir J di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga.

" Iya (sudah disiapkan). Ya gini ajalah, pokoknya kami bahwa itu bagian dari perencanaan. Untuk konstruksi bahwa terjadi kekerasan seksual di Duren Tiga," kata Edwin.

Edwin juga menduga terekamnya Putri saat pulang ke rumah Saguling dengan piyama berwarna hijau yang terbuka kancingnya bertujuan untuk memperkuat albi terjadinya pelecehan sebagaimana rencana Ferdy Sambo.

" Kan termasuk kalau dilihat piyama itu kancingnya ada yang terbuka kan. Iya masuk (ke rumah), untuk memperkuat bahwa PC korban kekerasan seksual dari almarhum J," tuturnya.

7 dari 8 halaman

Pertanyakan Putri Candrawathi Tak Langsung Lapor

Edwin Partogi mempertanyakan Putri Candrawathi tak langsung buat laporan usai dilecehan di Magelang.

" Ya kalau dia laporkan ke polisi, laporkan saja kan polisi datang," kata Edwin.

Menurut Edwin, apabila hal itu dilakukan ketika masih berada di Magelang, pihak kepolisian bisa dengan jelas membuktikan apakah benar terjadi pelecehan yang dilakukan Brigadir J sebagaimana pengakuan dari Putri.

8 dari 8 halaman

Tak Ada Bukti Scientifik Pelecehan

Selanjutnya, LPSK menyayangkan tidak adanya bukti scientifik terjadinya pelecehan.

" Kalau polisi datang kan bisa dilakukan Visum et repertum. Kalau benar terjadi pencabulan atau pemerkosaan kan bisa dilampirkan dan dibuat visum sehingga ada bukti yang saintifik," ucapnya.

" Kalau sekarang kan tidak ada bukti saintifik atas peristiwa itu. Yang ada hanya klaim sepihak," tambah Edwin.

Padahal, Edwin mengatakan jika secara posisi Putri seharusnya tidak ada halangan apabila ingin melaporkan kasus dugaan pelecehan yang dialaminya oleh Brigadir J di Magelang.

" PC kan secara strata sosial punya kemampuan buat laporan di Magelang, baik di sini maupun di Magelang," tuturnya.

 

 

Join Dream.co.id