30 Filosofi Teras Quotes Karya Henry Manampiring, Berisi Kutipan Bijak untuk Kaum Milenial

Unik | Kamis, 7 Juli 2022 06:12

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Quotes ini cocok untuk kamu yang selama ini sering overthinking.

Dream – Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring menjadi salah satu best seller yang menarik perhatian banyak orang, terutama generasi milenial. Buku ini menjelaskan tentang berbagai pergolakan hidup yang kerap dirasakan di zaman sekarang dan cara generasi milenial menghadapinya, terutama dalam mempersiapkan mental mereka.

Meski begitu, buku ini tidaklah berisi solusi yang bisa memberikan pembacanya jalan keluar untuk bisa keluar dari tantangan hidup yang dialaminya. Tetapi bagaimana cara untuk bisa membentuk mental yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan hidup tersebut dan bersikap lebih tenang.

Buku Filosofi Teras sangatlah tepat untuk sahabat Dream yang saat ini sedang membutuhkan self improvement dengan penjelasan yang mudah dipahami dan juga relate dengan kehidupan kaum milenial saat ini. Bahkan sahabat Dream juga berkesempatan untuk menemukan filosofi teras quotes di dalam buku ini yang mampu mendongkrak semangatmu.

Nah, berikut adalah beberapa filosofi teras quotes dalam buku karya Henry Manampiring sebagaimana dirangkum Dream melalui fimela.com.

30 Filosofi Teras Quotes Karya Henry Manampiring, Berisi Kutipan Bijak untuk Kaum Milenial
Filosofi Teras Quotes Karya Henry Manampiring (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
2 dari 3 halaman

Filosofi Teras Quotes yang Bijak

 Filosofi Teras Quotes yang Bijak© Unsplash.com

  1. “ Sesugguhnya balas dendam terbaik adalah dengan tidak berubah menjadi seperti sang pelaku."
  2. " Namun, sebaliknya, sekadar menyuruh orang berpikir realistis saja juga tidak memberikan hasil yang lebih baik.”
  3. We suffer more in imagination than reality."
  4. " Percuma juga kita aktif secara sosial, tetapi tidak menggunakan nalar, dan bahkan sampai dikuasai emosi negatif, seperti marah, dengki dan iri hati."
  5. " Setiap hari kita akan berhadapan dengan perilaku orang lain yang menjengkelkan. Para filsuf Stoa menyadari sepenuhnya hal itu”
  6. “ Jangan biarkan peristiwa yang ada [di depanmu] menggoyahkan dirimu. Katakanlah [pada peristiwa/kejadian itu], " Tunggu dulu; biarkan saya memeriksamu sungguh-sungguh. Saya akan mengujimu terlebih dahulu."
  7. Positive thinking " menipu" pikiran kita, beranggapan seolah-olah kita sudah mencapai apa yang kita inginkan, sehingga melemahkan keuletan kita dalam berusaha mencapainya."
  8. “ ...Hidup dengan emosi negatif yang terkendali...”
  9. “ Percuma kalau kita menjadi bijak dan tahu segala hal, tetapi memutus hubungan dengan sesamanya."
  10. " Penggunaan nalar dalam hidup sosial berjalan beriringan. Kita semua tahu bahwa hidup dengan orang lain pada kenyataannya memang tidak mudah."
  11. “ Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yang pertama-pertama menghina dirimu sendiri."
  12. “ Orang sekarang merasa inferior karena gempuran sosial media, menyadari kalau merek " nothing" , hanya remah rempeyek, gak tahu mau ngapain selain marah pada semuanya. Makanya, be better, be proud of yourself."
  13. “ Jangan hanya berkata kamu sudah membaca banyak buku. Tunjukkan bahwa melalui buku-buku tersebut kamu telah belajar untuk berpikir lebih baik, menjadi seseorang yang bijak memilih, memilah, dan merenung.”
  14. “ Jika terus menerus membandingkan diri dengan pendapat orang, kita tidak akan pernah benar-benar merasa kaya, seberapa banyak pun harta yang sudah kita kumpulkan.”
  15. " Manusia yang melewati batas-batas ini akan terus-menerus dikejar kemiskinan, tak peduli betapa kayanya dia.”
3 dari 3 halaman

Filosofi Teras Quotes yang Bijak

 Filosofi Teras Quotes yang Bijak© Unsplash.com

  1. " Kita tidak bisa memilih situasi kita, tetapi kita selalu bisa menentukan sikap (attitude) kita atas situasi yang sedang dialami.”
  2. " Positive Thinking menipu pikiran kita. ...sekadar menyuruh orang berpikir realistis saja juga tidak memberikan hasil yang baik.”
  3. It's not things that trouble us, but our judgement about things.(Epictetus)
  4. " Kenyataannya, kekayaan, ketenaran, dan kesehatan memang bisa diusahakan untuk dimiliki, tetapi apakah kita yakin bisa sepenuhnya mempertahankannya?”
  5. “ Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apapun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima.”
  6. “ Tidak ada peristiwa yang betul-betul " kebetulan" .”
  7. “ Dari pengalamannya, Frankl menyimpulkan bahwa di dalam situasi paling menyakitkan dan tidak manusiawi, hidup masih bisa memiliki makna, dan karenanya, penderitaan pun dapat bermakna (meaningful)."
  8. “ Artikel " The Problem With Positive Thinking" menyebutkan bahwa positive thinking justru sering menghambat kita. Beberapa eksperimen menunjukkan, mereka yang menerapkan positive thinking dalam berusaha mencapai tujuannya sering kali memperoleh hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tidak."
  9. “ Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yang pertama-pertama menghina dirimu sendiri."
  10. “ Di sinila pentingnya memahami bahwa " kendali" bukan hanya soal kemampuan kita " memperoleh" , tetapi juga " mempertahankan" ."
  11. “ Bukan stres yang membunuh kita, tapi reaksi kita terhadapnya. Karena, sebenarnya masalahnya bukan stres itu sendiri, tetapi persepsi kita.”
  12. “ Sekedar pernah mendengar dan " merasa" tahu tidak sama dengna benar-benar " tahu”
  13. “ Tidak ada situasi yang terlalu berat sampai kita tidak mampu mengendalikan interpretasi pribadi.”
  14. “ Kemampuan mental kita memang mirip dengan otot. Kebiasaan berpikir bisa dilatih seperti mengangkat barbell atau lari marathon-semakin sering dilatih, maka semakin kuat.”
  15. “ Umumnya masalah anak muda adalah dengan teman dekat, best friend mereka atau hubungan dengan kolega di pekerjaan."
Join Dream.co.id