Fakta-Fakta Ibu Tega Biarkan Bayinya Tewas Membusuk demi Ikut Family Gathering ke Yogya

News | Rabu, 29 Juni 2022 11:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Terungkap fakta mengejutkan. Bayi tersebut tewas akibat tindak penganiayaan yang berujung pembunuhan dilakukan Eka, ibu kandungnya.

Dream - Kabar menghebohkan datang dari Surabaya dengan ditemukannya jasad bayi laki-laki berusia 5 bulan. Jenazah bayi itu ditemukan dalam keadaan membusuk.

Keadaan sang bayi dilaporkan oleh Eti, nenek kandungnya, ke pihak berwenang. Bayi berinisal AD itu sengaja ditinggalkan orangtuanya yang lebih memilih menghadiri acara pertemuan (gathering) di Yogyakarta.

Dari kejadian yang bertempat di Siwalankerto Gaung Anggur, Wonocolo, Surabaya, itu terungkap fakta mengejutkan. Bayi tersebut tewas akibat tindak penganiayaan yang berujung pembunuhan dilakukan Eka, ibu kandungnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut fakta bayi lelaki yang ditemukan tewas membusuk di Surabaya.

Fakta-Fakta Ibu Tega Biarkan Bayinya Tewas Membusuk demi Ikut Family Gathering ke Yogya
Ilustrasi Garis Polisi (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 5 halaman

Nenek Tidur dengan Jasa Cucu

Ditemukannya jasad bayi laki-laki itu bermula dari laporan nenek korban. Dari pengakuannya, sebelum melapor sang nenek sempat tidur dengan cucunya yang sudah meninggal dunia di dalam rumahnya.

Karena sudah tidak tahan dengan aroma busuk, dia melapor ke ketua RT pada Rabu, 22 Juni 2022. Lalu jasad bayi dievakuasi polisi pada Minggu, 26 Juni 2022.

3 dari 5 halaman

Penganiayaan Berujung Pembunuhan

Ditemukan luka memar pada bagian tubuh korban, mulai dari kepala bagian belakang hingga punggung. Menurut keterangan polisi, bayi juga mengalami stunting atau kekurangan gizi.

Motif pelaku menganiaya dikatakan karena anaknya yang sering rewel dan tak bisa diam. Lalu bayi itu tewas setelah 2 kali dibanting ke kasur.



4 dari 5 halaman

Nenek Diancam Dibunuh

Dari hasil penyelidikan kepolisian, sang bayi sudah tewas sejak Selasa, 21 Juni 2022. Neneknya mengungkap kondisi cucunya yang diam tanpa rengekan.

Nenek itu terpaksa tidur di samping jenazah, lantaran Eka telah mengancamnya sebelum berangkat ke Yogyakarta. Dia mengancam akan membunuh Eti jika melapor ke yang lain, termasuk saudara ataupun tetangga.

5 dari 5 halaman

Ancaman 20 Tahun Penjara

Bayi malang tersebut merupakan anak dari pasangan Eka dan suaminya, Riky, yang melakukan pernikahan siri.

Atas tindakannya, Eka ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 44 ayat 3 serta ayat 4 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Ia terancam hukuman 20 tahun penjara.

 

Join Dream.co.id