Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain dan Hukum Mewakilkan Penyembelihan

Your Story | Sabtu, 9 Juli 2022 18:01

Reporter : Arini Saadah

Doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain dan diri sendiri perlu diketahui bagi umat Islam.

Dream – Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Momen ini sangat istimewa bagi umat Islam karena mereka yang diberi kemampuan bisa melaksanakan ibadah haji ataupun berkurban. Dua momen ini memang identik dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.

Kaum Muslim yang memiliki harta berlebih biasanya akan berkurban dengan menyembelih kambing, domba, sapi bahkan unta. Berkurban sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu secara finansial.

Menurut hadis riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim, hukum berkurban adalah sunnah muakkadah, maka umat Islam yang mampu berkurban namun tidak melaksanakannya akan menjadi tercela dalam pandangan Islam.

Mereka yang akan berkurban dengan menyembelih hewan kurban dianjurkan membaca doa. Baik oleh diri sendiri ataupun petugas, doa menyembelih hewan kurban bisa dtujukan untuk orang lain ataupun diri sendiri.

Lantas bagaimana bacaa doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain dan diri sendiri? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, dirangkum Dream dari berbagai sumber.

Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain dan Hukum Mewakilkan Penyembelihan
Ilustrasi Hewan Kurban. (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 5 halaman

Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain

 Ilustrasi© Shutterstock.com

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah. Orang yang menyembelih hewan kurban diutamakan orang yang berkurban atau shohibul kurban.

Akan tetapi jika shohibul kurban tidak mampu melakukan penyembelihan sendiri, maka bisa diserahkan kepada orang yang bisa melakukannya.

Meskipun diwakilkan, namun orang yang menyembelih hewan kurban juga harus mengetahui tata caranya yang benar sesuai syariat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain.

Adapun bacaan doa menyembelih hewan kurban untuk diri sendiri adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

Bismillahi allahumma wallahu akbar. Allahumma hadza minka walaka, hadza 'anni.

Artinya:

" Dengan nama Allah dan Allah Mahabesar. Ya Allah, karunia ini dariMu dan untukMu. Ya Allah terimalah (kurban ini) dariku." (HR Muslim dan al Baihaqi)

3 dari 5 halaman

Doa di atas dibaca apabila penyembelihan dilakukan oleh shohibul kurban. Akan tetapi jika diwakilkan, maka bacaan doanya sama namun ditambah dengan menyebutkan nama orang yang berkurban.

Begini bacaan doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain:

.... بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَن

Bismillahi allahumma wallahu akbar. Allahumma hadza minka walaka, hadza 'an (sebutkan nama orang yang berkurban).

4 dari 5 halaman

Hukum Mewakilkan Penyembelihan Hewan Kurban

 Ilustrasi© Pexels.com

Telah disinggung sebelumnya, penyembelihan hewan kurban memang boleh diwakilkan kepada orang lain yang memiliki keahlian. Meskipun lebih utama dilakukan oleh shohibul kurban, namun fakta di lapangan tidak semua orang mampu menyembelih hewan kurban.

Inilah mengapa kini banyak Lembaga atau organisasi yang menyediakan jasa penyembelihan kurban hingga distribusi dagingnya kepada orang yang membutuhkan.

Melansir dari madaninews.id, praktik tersebut dalam Islam disebut wakalah atau perwakilan. Artinya seseorang mewakilkan keperluannya kepada pihak lain (masjid, Lembaga, organisasi tertentu) untuk membantunya menjalankan ibadah kurban.

5 dari 5 halaman

Praktik ini diperbolehan menurut Alquran, hadis dan kesepakatan para sahabat. Wakalah sangat membantu seseorang untuk memenuhi keperluannya, termasuk dalam ibadah kurban. Dalam kitab ‘Umdatul Qari, Badruddin Al-Aini menyebutkan:

“ Ulama menyepakati kebolehan mewakilkan penyembelihan kurban dan tidak ada keharusan menyembelihnya sendiri. Akan tetapi, ada satu riwayat dari madzhab Maliki yang menyatakan tidak sah bila ia mampu menyembelihnya, sementara menurut kebanyakan pendapat madzhab Maliki hukumnya makruh. Disunahkan bagi orang yang mewakilkan penyembelihan hewan kepada orang lain untuk menyaksikan prosesnya dan dihukumi makruh bila diwakilkan kepada wanita haid, anak kecil, dan ahli kitab.”

Penting diketahui, meskipun penyembelihan diwakilkan kepada orang yang ahi, namun shohibul kurban dianjurkan untuk menyaksikan penyembelihan kurbannya.

Demikian itulah penjelasan tentang doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain beserta hukum mewakilkan penyembelihan kepada orang lain.

Join Dream.co.id