Doa Ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir dan Hal yang Dilakukan untuk Menyambut Kelahiran Sesuai Ajaran Islam

Stories | Senin, 26 September 2022 20:30

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Doa menjenguk bayi baru lahir adalah bentuk rasa syukur sekaligus untuk bersilaturahmi.

Dream – Lahirnya seorang bayi tak hanya ditunggu-tunggu oleh kedua orang tuanya saja. Bahkan kabar kelahiran juga menjadi berita bahagia bagi orang-orang di sekitarnya, baik itu tetangga hingga saudara-saudara yang jauh pun menyempatkan diri untuk datang dan menjenguk.

Apalagi di Indonesia sendiri, menjenguk bayi yang baru lahir menjadi bagian dari tradisi. Ada yang mejenguk secara perorangan dan ada juga yang rombongan. Tak sekadar menjenguk saja, orang-orang biasanya juga membawa kado maupun amplop berisi uang.

Namun, ada satu hal yang jangan sampai dilupakan ketika menjenguk bayi adalah membacakan doa ketika menjenguk bayi baru lahir. Doa ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran sang bayi dan aktivitas ini juga sekaligus bisa mempererat tali silaturahmi.

Nah, berikut adalah bacaan doa ketika menjenguk bayi baru lahir sebagaimana dirangkum Dream melalui islam.nu.or.id dan konsultasisyariah.com.

Doa Ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir dan Hal yang Dilakukan untuk Menyambut Kelahiran Sesuai Ajaran Islam
Doa Ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir (Foto Ilustrasi: Freepik.com)
2 dari 3 halaman

Bacaan Doa Ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir

 Bacaan Doa Ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir© Shutterstock.com

Saat sahabat Dream hendak menjenguk bayi yang baru lahir, maka penting untuk mengetahui bacaan doa ketika menjenguk bayi baru lahir. Berikut adalah bacaannya yang bisa kamu amalkan:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Bârakallâhu laka fil mauhûbi laka wasyakarta al-wâhiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu.

Artinya: “ Keberkahan bagimu atas apa yang telah dianugerahkan padamu. Kau bersyukur pada Sang Pemberi, telah sampai pada kesenangan dari-Nya, dan (semoga) diberikan rizki atas kebaikan-Nya” 

Kemudian dari pihak yang dijenguk dianjurkan untuk membaca doa juga dengan bacaan berikut ini:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ أَوْ أَجْزَلَ اللهُ ثَوَابَكَ

Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jazâkallâhu khairan wa razaqakallâhu mitslahu au ajzalallâhu tsawâbaka.

Artinya: “ Semoga engkau diberkahi Allah, semoga keberkahan Allah tercurah atas dirimu, semoga Allah membalas kebaikan bagimu, semoga Allah memberikan rizqi yang sama padamu atau Allah menyegerakan pahala bagimu”.

3 dari 3 halaman

Hal yang Dilakukan saat Bayi Baru Lahir

 Hal yang Dilakukan saat Bayi Baru Lahir© Shutterstock.com

Setelah mengetahui bacaan doa ketika menjenguk bayi baru lahir, sahabat Dream juga perlu mengetahui hal apa saja yang dilakukan saat bayi baru lahir, terutama yang sesuai dengan ajaran Islam. Berikut adalah penjelasannya untuk kamu:

Saat Bayi Lahir

1. Memberikan Kabar Gembira

Saat bayi baru lahir, maka dianjurkan untuk mengumumkan kabar gembira tersebut sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat Ali Imran ayat 39 berikut:

فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “ Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.” (QS. Ali-Imran: 39).

2. Mentahnik

Setelah bayi baru lahir juga dianjurkan untuk mentahnik atau mengunyah kurma dan mengoleskannya ke langit-langit mulut si bayi. Jika tidak ada kurma, maka bisa juga dengan menggunakan madu. Kemudian didoakan agar sang bayi mendapatkan keberkahan dengan mengucapkan “ Baarakallahu fiih”.

Hal ini seperti dijelaskan dalam hadis berikut: 

“ Dari Abu Musa ia berkata: Anak saya lahir, lalu saya membawanya kepada Nabi saw, kemudian beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan kurma dan mendoakan keberkahan untuknya.” (HR. Bukhari).

Saat Hari Ketujuh

1. Mencukur Habis Rambutnya

Di hari ketujuh, anak laki-laki maupun perempuan dianjurkan agar dicukur habis rambutnya dan bersedekah kepada orang-orang miskin berupa perak atau yang senilai dengan berat rambut saat ditimbang. Anjuran ini sesuai dengan hadis berikut:

Wahai Fatimah! Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah sesuai berat rambutnya dengan perak.” (HR. Ahmad, Malik, Tirmidzi, Hakik, dan Baihaqi).

Perlu sahabat Dream ketahui, bahwa saat mencukur dilarang menggunakan model qaza’ atau mencukur sebagian kepala dan meninggalkan sebagian yang lainnya. Berikut adalah termasuk mencukur qaza’:

  • Mencukur secara acak.
  • Mencukur bagian tengah kepala dan meninggalkan pinggir-pinggirnya.
  • Mencukur pinggir-pinggir kepala dan meninggalkan bagian tengahnya.
  • Mencukur bagian depan kepala dan meninggalkan bagian belakang.

2. Memberi Nama

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan nama kepada buah hatinya yang baru lahir. Pemberian nama ini bisa dilakukan pada saat hari lahirnya, hari ketiga, atau hari ketujuh. Islam juga menganjurkan agar memberikan nama yang baik, yakni enak didengar, mudah diucapkan, bermakna mulia, jauh dari makna dan sifat yang haram, dan menyerupai nama orang kafir.

3. Mengkhitan

Kemudian seorang anak yang baru lahir juga dianjurkan untuk dikhitan. Bagi seorang laki-laki, khitan hukumnya adalah wajib dan inilah yang membedakan dengan non muslim. Dalam madzhab Syafi’i, khitan dianjurkan pada hari ketujuh dan sebaiknya tidak dilakukan saat anak sudah baligh. Kecuali jika sebelumnya orang tersebut adalah non Islam dan kemudian masuk Islam.

Aqiqah

Hal yang dianjurkan dalam Islam selanjutnya saat anak lahir adalah aqiqah. Hukum dari aqiqah adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat ditekankan. Seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:

Setiap anak hendaknya ada aqiqah. Oleh karena itu, tumpahkanlah darah dan singkirkanlah kotoran.” (HR. Bukhari).

Jumlah kambing yang disembelih adalah dua ekor untuk laki-laki dan seekor untuk perempuan. Jika tidak sanggup dua ekor, maka satu ekor pun tidak mengapa.

Join Dream.co.id