Cerita Seram Penghuni Asrama Jemur Baju Tengah Malam, Merasa Ditemani Teman Sekamar Tapi Saat Balik ke Kamar..

Unik | Senin, 30 Mei 2022 09:47

Reporter : Sugiono

Berawal saat jam dinding kamar asramanya sudah menunjukkan pukul 12.30 tengah malam tetapi mata Kamarul masih belum juga terpejam..

Dream - Jam dinding kamar asramanya sudah menunjukkan pukul 12.30 tengah malam tetapi mata Kamarul masih belum juga terpejam

Sedangkan Farid, teman sekamarnya, terlihat masih asyik menatap tajam buku pelajaran mengingat ujian sudah dekat.

Kamarul sendiri sudah mengantuk hingga membuatnya malas belajar seperti Farid yang memang terkenal rajin.

Cerita Seram Penghuni Asrama Jemur Baju Tengah Malam, Merasa Ditemani Teman Sekamar Tapi Saat Balik ke Kamar..
Cerita Seram Penghuni Asrama Jemur Baju Tengah Malam
2 dari 8 halaman

Saat memandang ujung ranjang, tampak menggunung baju kotor di dalam bakul. Karena tidak bisa tidur, Kamarul memutuskan untuk mencucinya malam itu juga.

Melihat Kamarul sedang memilah pakaian kotor, Farid pun bertanya apa dia benar-benar hendak meneruskan niatnya itu.

" Hati kecil memang merasa takut kalau mencuci pakaian pada waktu tengah malam. Apalagi tempat jemur baju terletak di ujung blok... seram juga.

" Tetapi karena Farid janji mau menemani jemur baju setelah selesai mencuci nanti, saya teruskan niat cuci baju malam itu," kata Kamarul.

3 dari 8 halaman

Tanpa membuang waktu, Kamarul pergi ke kamar mandi yang terletak di ujung bangunan kampus. Suasana kamar mandi sepi, tak ada orang di sekitarnya.

Kamarul pun segera mencuci semua pakaiannya yang kotor di bakul hingga dia tak sempat melihat keadaan sekelilingnya.

Namun tiba-tiba konsentrasinya terganggu apabila terdengar suara seseorang sedang berdeham kecil. Bunyi deham itu seolah suara Farid.

4 dari 8 halaman

Ketika mencoba memanggil, tak sahutan dari Farid. Tanpa berpikir panjang, Kamarul meneruskan kegiatan mencucinya sehingga selesai.

" Daripada memikirkan rasa takut, saya lebih fokus kepada rasa pinggang mau patah sebab lama sekali membungkuk dan memeras baju-baju.

" Tanpa berpikir panjang tentang Farid yang saya panggil tetapi tidak menyahut, saya kemudian pergi ke tempat jemur baju," ceritanya.

5 dari 8 halaman

Jam ketika itu sudah menunjukkan pukul 1.30 pagi ketika Kamarul sampai di tempat jemur pakaian. Tapi Kamarul kaget karena Farid tiba-tiba muncul dari balik jemuran sambil membelakanginya.

 Kisah seram saat cuci dan jemur baju tengah malam.© mStar

Kamarul yang sedikit terkejut bertanya kepada rekannya itu bagaimana dia tiba-tiba muncul di situ. Namun pertanyaannya tidak dijawab dan Farid hanya memandang ke halaman di depan tempat jemuran.

Sambil menjemur pakaian Kamarul terus mengoceh lantaran penat yang dirasakannya. Tapi anehnya Farid tidak memberi respons sama sekali.

6 dari 8 halaman

Melihat hal yang tidak seperti biasanya itu, Kamarul tetap berpikir positif meskipun terketuk di hatinya kalau orang di belakangnya itu bukan Farid.

" Saya masih tidak berpikir macam-macam apa-apa, dan menganggap mungkin Farid mengantuk atau malas melayani ocehan saya. Paling penting saya tidak takut lagi sebab ada yang menemani.

" Tetapi ketika saya ajak Farid balik ke kamar, barulah dia bersuara dan minta saya pulang terlebih dahulu," ujarnya.

Kamarul bingung karena Farid bukan saja tidak mau diajak balik ke kamar, tapi rekannya itu tetap dalam posisi sama dan tidak menoleh ke arahnya.

" Saya awalnya merasa merinding karena Farid hanya 'membatu' di situ. Terlebih tiba-tiba keadaan terasa terlalu sunyi seperti tak ada siapa pun di situ.

" Biasanya Farid tidak begini, dan dia adalah orang yang paling heboh di kampus kami," tambah Kamarul.

7 dari 8 halaman

Enggan berpikir panjang, Kamarul tinggalkan Farid sendirian di area jemur pakaian dan balik ke kamarnya.

Namun ketika lewat area pantri, Kamarul terasa seperti ada seseorang di dalam ruangan itu dan sedang memerhatikannya.

" Terasa melalui ekor mata seperti ada seseorang berdiri di tepi pintu pantri, apabila saya toleh tak ada siapa-siapa di situ.

" Saya segera mempercepat langkah saya sambil memeluk ember menuju kamar tidur," katanya.

8 dari 8 halaman

Begitu sampai di kamar, keadaan gelap. Ketika lampu dinyalakan, Kamarul sangat terkejut hingga ember di tangannya terlepas.

Di hadapannya Kamarul melihat Farid yang sedang tidur dengan pulasnya. Dalam hatinya berkata 'Bagaimana anak ini bisa sampai duluan?'.

Kamarul segera membangunkan Farid, bertanya bagaimana dia bisa sampai ke kamar terlebih dahulu. Namun karena terlalu mengantuk, jawaban Farid tidak jelas.

" Saya benar-benar heran, kalau betul itu Farid, bagaimana dia bisa sampai ke kamar sebelum saya? Padahal tidak ada jalan lain menuju ke kamar kami.

" Bulu roma saya langsung berdiri dan terus bertanya-tanya siapakah yang menemani saya di tempat jemuran tadi?" kata Kamarul.

Sejak kejadian malam itu, Kamarul pun kapok dan tidak berani lagi mencuci pakaian pada waktu tengah malam.

Sumber: mStar

Join Dream.co.id