Cerita Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan: Anaknya Pulang Dulu, Jenazah Bapak Ibunya Menyusul

Stories | Senin, 3 Oktober 2022 12:35

Reporter : Nabila Hanum

Mirisnya, satu keluarga tersebut baru pertama kalinya menonton pertandingan Arema FC lantaran permintaan sang anak.

Dream - Dunia sepakbola sedang berduka karena kericuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC lawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Lebih dari seratus orang meninggal dunia akibat insiden itu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyebut 125 orang kehilangan nyawa akibat tragedi itu.

Tak sedikit yang kehilangan orang terdekat, seperti yang dialami bocah berikut ini. Bocah belia ini ditinggal meninggal oleh kedua orangtuanya yang menjadi korban dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Cerita Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan: Anaknya Pulang Dulu, Jenazah Bapak Ibunya Menyusul
Kerusuhan Terjadi Di Stadion Kanjuruhan Malang Usai Laga Arema FC Vs Persebaya Suarabaya (Liputan6.com/Zainul Arifin)
2 dari 5 halaman

Kisah pilu tersebut dibagikan langsung oleh akun Twitter @eraaaakk. Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan tangkapan layar yang berisikan pesan dari tetangga korban.

Dalam tangkapan layar pesan itu diketahui bahwa tetangga korban sempat mengunggah foto pada status WhatsApp miliknya dengan menyematkan sebuah keterangan.

“ Semoga terang jalannya, luas kuburnya..yang sabar ya le..ditinggal bapak sama ibumu,” katanya.

3 dari 5 halaman

Diketahui bahwa sang bocah yang ditinggal oleh ibu dan bapaknya itu pulang ke rumah terlebih dahulu usai insiden tersebut. Kemudian, jenazah kedua orangtuanya pun menyusul.

“ Ini tetanggaku, pulangnya itu anaknya dulu..habis itu jenazah bapak ibunya bareng sama tetanggaku juga..suami istri yang engga ada umurnya ini,” ujarnya.

Mirisnya, satu keluarga tersebut baru pertama kalinya menonton pertandingan Arema FC lantaran permintaan sang anak.

“ Kasihan, soalnya orangnya yang engga ada itu pertama kalinya nonton Arema..soalnya anaknya kepingin nonton. Anaknya itu habis disunat juga..kasihan anaknya, bisa trauma juga,” ucapnya.

4 dari 5 halaman

Sebelumnya, laga pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan menyebabkan kerusuhan hingga 125 nyawa melayang.

Sontak, tragedi tersebut menuai perhatian publik. Pasalnya, insiden itu hanya didasari dari rasa kekesalan sejumlah suporter Arema FC yang biasa disebut dengan Aremania.

Sejumlah oknum Aremania merasa kecewa lantaran Arema FC kalah saat melawan Persebaya dengan skor 2-3. Kemudian, mereka pun turun ke lapangan bola untuk mengungkapkan amarahnya tersebut.

Setelah itu, pihak Kepolisian berupaya untuk mencegah kerusuhan dengan menembakkan gas air mata. Namun sayangnya, hal tersebut justru membuat keadaan suporter di dalam stadion semakin ricuh dan tidak terkendalikan hingga ratusan orang dinyatakan meninggal.

5 dari 5 halaman

 

Join Dream.co.id