Cerita `Anak Kampung` Jadi Pilot Pesawat Kepresidenan: Kaget Pertama Kali Naik Hercules

Stories | Rabu, 5 Oktober 2022 19:01

Reporter : Okti Nur Alifia

Cita-cita yang awalnya ingin menjadi dokter namun terhalang biaya, kini takdir membawanya bertugas mengantarkan orang-orang penting di Indonesia.

Dream - Merasa hanya berasal dari kampung, Irwanda Syafriandi tak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pilot yang menerbangkan pesawat kepresidenan. Sejak kecil hingga bangku SMA, Irwanda yang saat ini berpangkat Mayor tak pernah memiliki cita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Udara apalagi jadi pilot pesawat RI-1.

Mayor Pnb Irwanda Syafriandi tak hanya menerbangkan orang nomor satu di Indonesia. Di balik kendali pesawat, pria yang lahir di kota kecil bernama Baturaja, sekitar 400km dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, ini juga pernah membawa Kepala Staf TNI, Menteri, Panglima TNI, dan Wakil Presiden.

" Di Baturaja saya dari kecil tidak pernah terpikir jadi tentara, polisi atau lain-lain. Pikiran saya cuma ingin jadi dokter. Sebenarnya sampai SMA lulus pun, cita-cita saya jadi dokter," ujar Irwanda, dikutip dari YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa.

Cerita `Anak Kampung` Jadi Pilot Pesawat Kepresidenan: Kaget Pertama Kali Naik Hercules
Mayor Pnb Irwanda Syafriandi (Foto: YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)
2 dari 6 halaman

Kubur Cita-Cita Dokter, Masuk Akabri

Keraguan Irwanda mengejar cita-citanya itu mulai datang ketika melanjutkan kuliah. Dia menyadari biaya pendidikan dokter terlalu mahal untuk kedua orangtuanya. 

Pilihan baru akhirnya dibuat Irwanda dengan melamar pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

" Cuma perjalanan hidup, mungkin juga pertimbangan karena kondisi orang tua, takutnya nanti pas kuliah tidak sanggup membiayai, akhirnya saya mencoba masuk Akabri," jelasnya.

 cerita irwanda© YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa

Keputusan Irwanda awalnya tidak mendapat dukungan dari orang tua, khususnya sang ibu. Pelatihan tentara serta bayang-bayang hukuman keras yang sering dilihat sang ibu yang berdekatan dengan Pusat Latihan Tempur (Puslabpur) AD jadi kekhawatirannya.

" Ibu saya pertama tidak memperbolehkan masuk tentara. Karena dipikirnya `nanti Ir, wah nanti ditendang-tendang, dijungkir-jungkir`," kata Irwanda mengenang ucapan ibunya itu.

3 dari 6 halaman

Lulus Taruna AU

Meski sempat tak disetujui, Irwanda memutuskan tetap mendaftar di Akabri dan diterima sebagai salah satu taruna. Diakuinya tak banyak warga Baturaja yang bisa masuk ke AKABRI.

Untuk meredam kekhawatiran ibu selama mengenyam pendidikan, Irwanda sering kali memendam kenyataan berat yang dijalaninya saat itu. 

" Jadi kalau pulang ibu saya nanya. Tapi saya bilang saja enak kayak kuliah di sana. Padahal rasanya saya pengin nyerah," kata Irwanda.

 cerita irwanda© YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa

Keinginan untuk menyerah itu bisa dihapuskannya setiap kali melihat foto keluarga. Dia merasa perjuangannya takkan sia-sia karena keluarganya merasa bangga ada salah satu putranya yang bisa menempuh pendidikan di AKABRI.

Irwanda yang diterima sebagai taruna Angkatan Udara di tahun 2001 akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan  di tahun 2004. 

Dia berhasil melewati berbagai rintangan dan terus membawa semangat itu hingga mengantarkannya pada kesuksesan saat ini.

4 dari 6 halaman

Dijemput Pakai Pesawat Hercules Saat Lulus Taruna AU

Dalam perjalanan kariernya selama ini, Irwanda punya satu kenangan lucu ketika pertama kali naik pesawat hercules. Pengalaman terbang merupakan hal awal bagi Irwanda yang semasa kecilnya menggunakan bus untuk pergi ke Jakarta.

Di momen kelulusan dari pendidkkan Taruna AU, Irwanda diberi tahu bahwa akan ada penjemputan menggunakan pesawat Hercules. Kala itu dia hanya memikirkan pesawat yang digunakan berbentuk sama dengan Boeing atau pesawat komersial lainnya.

" Saat pesawat datang saya kaget, karena yang turun Pesawat Hercules. Pesawatnya loreng, baling-baling empat," kata Irwanda.

 cerita irwanda© YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa

Irwanda mengaku tidak pernah terpikir di dalam Pesawat Hercules duduknya berhadap-hadapan. Model kursi hanya berupa jaring dan masih terlihat kabel di langit kabin pesawat.

" Pas saya masuk, lah pesawatnya kayak bus dan diujung sudah ada teman-teman yang calon taruna dari Aceh, Medan, dari Sumatera yang dibawa pesawat itu," katanya.

5 dari 6 halaman

Jalani Pelatihan Khusus Pilot Pesawat Kepresidenan di AS

Namun semua kerja keras Irwanda akhirnya terbayar ketika terpilih sebagai pilot yang menjalani pelatihan khusus pesawat kepresidenan di tahun 2013. Dia berangkat ke Amerika Serikat untuk menjalani pelatihan tersebut.

" Mungkin itu salah satu kebanggaan juga buat saya, karena di Amerika di dalam kamar saya sempat termenung, ini anak kampung dari Baturaja udah sampai Amerika nih," ucapnya.

 cerita irwanda© YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa

Kala itu Irwanda masih berpangkat Kapten dan terpilih bersama tiga seniornya lainnya. Proses pendidikan pelatihan kurang lebih dijalani tiga bulan di Amerika Serikat.

" Tahun 2013 negara rencana membeli pesawat kepresidenan dan dikirim 4 pilot yang untuk ikut pelatihan di Amerika dan nantinya akan mengawaki pesawat kepresidenan," kata Irwanda Syafriandi.

6 dari 6 halaman

Bawa Orangtua Naik Pesawat Hercules

Irwanda berhasil menjadi salah satu pilot pesawat kepresidenan. Meskipun bergitu, dia tak lupa akan satu keinginannya. Satu momen berkesan lainnya adalah ketika dia mengajak orangtuanya naik pesawat hercules dan ia sebagai pilotnya.

 cerita irwanda© YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa

" Alhamdulillah betapa bangganya saya bisa membawa orangtua naik Pesawat Hercules. Waktu itu saya masih co pilot. Saya bilang buk, 'ini naik Pesawat Hercules saya yang bawa'. Waktu itu dari Jakarta ke Palembang," ucap Irwanda dengan mata berkaca-kaca. 

Join Dream.co.id