Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu Isya, Hukum, Bacaan Niat, dan Ketentuannya

Stories | Senin, 15 Agustus 2022 10:12

Reporter : Arini Saadah

Mengqodho sholat berarti mengerjakan sholat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan sholat fardhu yang terlewat.

Dream – Allah SWT memberikan kemudahan kepada umat-Nya ketika tidak sempat menunaikan sholat fardhu pada waktunya karena alasan yang dibenarkan secara syariat. Keringanan ini adalah kebolehan mengqodho sholat fardhu jika tertinggal karena tidak sengaja.

Sejumlah ulama berpendapat seorang muslim yang lalai sholat fardu karena unsur ketidaksengajaan, maka sebaiknya dia menebus dengan cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat sesegera mungkin.

Mengqodho sholat berarti mengerjakan sholat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan sholat fardhu yang terlewat. Cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya dilakukan jika seorang muslim meninggalkan sholat maghrib tanpa sengaja.

Berikut penjelasan lengkap tentang cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya yang perlu kamu ketahui.

Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu Isya, Hukum, Bacaan Niat, dan Ketentuannya
Ilustrasi Sholat. (Foto: Unsplash.com)
2 dari 6 halaman

Hukum Mengqodho Sholat Fardhu

Sebelum membahas tentang cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya, Sahabat Dream juga perlu mengetahui hukumnya. Hukum mengqodho sholat fardhu yang terlewat adalah wajib, hal ini seperti dijelaskan pada hadis berikut ini.

" Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga masuk waktu sholat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakannya ketika bangun."   (HR. Muslim).

Namun harus diingat, makna hadis ini tidak berlaku untuk mereka yang sengaja tidur ketika datang waktu sholat, dan tidak bangun sampai waktu sholat habis.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqhus Sunnah menyatakan mengqodho sholat hukumnya wajib begitu seseorang bangun tidur. Kondisi ini ternyata juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, seperti tercantum dalam hadis berikut:

" Mereka bersama Nabi SAW dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai matahari meninggi. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, dia tidak membangunkan Nabi SAW sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala Nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi SAW terbangun. Lalu beliau keluar dan sholat Subuh bersama kami." (Bukhari dan Muslim)

3 dari 6 halaman

Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu Isya

 Ilustrasi© Freepik.com

Cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya sebenarnya sama dengan cara mengqodho sholat fardhu pada waktunya, mulai dari gerakan, bacaan, dan syarat-syaratnya. Perbedaannya hanya terletak pada bacaan niatnya.

Sebelum melakukan cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya, ketahui dulu bacaan niatnya. Berikut bacaan niat dalam melakukan cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya:

Ushollii fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lilaahi ta’aalaa.

Artinya: “ Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Ketika ada orang muslim yang lupa menjalankan sholat maghrib, dan ia baru teringat bahwa dia belum sholat maghrib saat sudah masuk waktu sholat isya, maka dia wajib mengqodho sholat maghrib di waktu isya.

4 dari 6 halaman

Cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya, seseorang dibolehkan memilih untuk mendahulukan sholat qodho atau sholat ada’. Cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya boleh dilakukan dengan menjalankan sholat isya empat rakaat terlebih dahulu, baru kemudian sholat maghrib tiga rakaat. Boleh juga dengan mendahulukan sholat qodho maghrib dahulu, baru kemudian sholat isya.

Jika menjalankan sholat maghrib terlebih dahulu pada saat waktu sholat isya, maka harus dipastikan bahwa nanti saat menjalankan sholat isya masih berada dalam waktu sholat yang sama yaitu waktu isya. Namun jika khawatir sudah mepet waktu isya, maka sebaiknya menjalankan sholat isya terlebih dahulu.

Dikutip dari NU Online, hal ini seperti tercantum dalam Kitab Tuhfatu al-Thullab karangan Imam Zakariya Al-Anshari:

" Seseorang wajib meng-qodho sholat (fardlu) yang telah terlewat waktunya ketika ia telah ingat dan memungkinkan untuk melaksanakannya, kecuali jika dikhawatirkan terlewatinya menjalankan sholat ada’ (pada waktunya), maka ia harus mendahulukan sholat ada’ terlebih dahulu."

 

 

5 dari 6 halaman

Ketentuan Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu Isya

Setelah mengetahui cara mengqodho sholat maghrib di waktu isya di atas, kamu juga perlu mengetahui ketentuan dalam mengqodho solat fardhu berikut ini:

  • Disunnahkan untuk dikeraskan (jahr) bacaannya pada waktu sholat Magrib, Isya, dan Subuh. Sedangkan bacaan sholat Dhuhur dan Ashar disunnahkan untuk dibaca secara lirih.
  • Cara mengqodho sholat wajib dilakukan sesuai urutan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, mulai dari qodho sholat Dzhuhur, Ashar, Maghrib, dan terakhir Isya, sesuai sholat apa yang ditinggalkan.
  • Hukumnya sunah dikerjakan secara berjamaah.
  • Sunah dengan didahului adzan dan iqomah. Jika mengqodho beberapa sholat sekaligus, maka cukup dengan satu kali adzan lalu setiap sholat harus dipisahkan dengan iqamah.
6 dari 6 halaman

Hukum Mengqodho Sholat Secara Berjamaah

 Hukum Mengqodho Sholat Secara Berjamaah© Shutterstock.com

Mengqodho sholat adalah mengganti sholat yang tertinggal. Selain bisa dilakukan secara sendiri, mengqodho sholat juga bisa dilakukan secara berjamaah. Lalu, apa hukumnya mengqodho sholat secara berjamaah?

Seperti dikutip dari bincangsyariah.com, menurut ulama Syafiiyah, sholat wajib qodho secara berjamaah hukumnya adalah boleh, bahkan sunah. Sunahnya melaksanakan qodho sholat secara berjamaah tidak ada bedanya dengan melakukan sholat wajib ada’ secara berjamaah. Hal ini seperti dijelaskan dalam sebuah kitab bernama Musnad Al-Imam Al-Syafi’i berikut:

Masalah keempat adalah bahwa sholat yang tertinggal (qodho) boleh dilaksanakan secara berjamaah persis seperti sholat tepat waktu (ada’) tanpa ada perbedaan. Bahkan hal itu dianjurkan menurut ulama Syafiiyah.”

Jadi, karena hukumnya sunah, maka sahabat Dream yang melakukan sholat wajib qodho bisa berjamaah dengan orang yang juga melakukan sholat wajib qodho. Selain itu, bisa juga berjamaah dengan orang yang melakukan sholat wajib ada’ atau yang tepat waktu.

Hal ini dijelaskan dalam kitab bernama Hasyiatul Bajuri berikut:

Perbedaan niat antara imam dan makmum tidak masalah. Karena itu, orang yang shalat wajib hukumnya sah bermakmum pada orang yang shalat sunnah, orang yang shalat tepat waktu hukumnya sah bermakmum pada orang yang melaksanakan shalat qadha’, orang yang shalat panjang hukumnya sah bermakmum pada orang yang melaksanakan shalat pendek seperti Dzuhur dengan Shubu atau sebaliknya.”

Kemudian dala kitab Hasyiatus Syarqawi juga dijelaskan bahwa keutamaan orang yang sholat berjamaah bisa tetap didapatkan seperti halnya orang yang sholat fardhu yang makmumnya kepada orang yang sholat sunah ataupun sebaliknya.

Join Dream.co.id