Bolehkah Naik Haji Lebih dari Sekali? Simak Penjelasan Para Ulama

Your Story | Selasa, 28 Juni 2022 18:01

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Naik haji sebaiknya dilaksanakan sekali saja seumur hidup.

Dream – Mendapatkan kesempatan untuk naik haji bagi seorang muslim/ muslimah adalah nikmat yang sangat besar dan patut disyukuri. Untuk menunaikan ibadah haji bukan hanya membutuhkan biaya yang besar, tapi juga kesempatan dan kemampuan.

Tidak mudah bagi setiap orang untuk menjalankannya. Belum lagi seiring berjalannya waktu, antrean untuk naik haji pun semakin panjang.

Di samping itu, ada juga masalah lain terkait ibadah haji yang masih sering diperdebatkan di tengah umat Islam. Di mana ada orang yang naik haji lebih dari satu kali. Hal ini pun memunculkan beberapa pendapat dari para ulama dalam menanggapi pelaksanaan naik haji lebih dari satu kali.

Apalagi saat ini fasilitas dan transportasi menuju tanah suci pun semakin mudah. Sehingga membuat beberapa orang meras tergiur untuk melaksanakan ibadah haji kembali. Lalu, bagaimana dengan pendapat para ulama menanggapi fenomena tersebut?

Berikut penjelasan secara lebih lengkap tentang naik haji yang dilakukan lebih dari satu kali sebagaimana dirangkum Dream melalui nu.or.id dan islam.nu.or.id.

Bolehkah Naik Haji Lebih dari Sekali? Simak Penjelasan Para Ulama
Pendapat Ulama Tentang Naik Haji Lebih Dari Sekali (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
2 dari 4 halaman

Perintah Menjalankan Ibadah Haji

 Perintah Menjalankan Ibadah Haji© Shutterstock.com

Melaksanakan ibadah haji atau naik haji adalah salah satu perintah dari Allah SWT. Bahkan hukumnya wajib jika telah memenuhi syarat-syarat wajib haji. Diperintahkannya untuk naik haji tentunya memiliki landasan yang memperkuat, yakni berasal dari Al-Quran dan hadis. Salah satunya dari surat Ali Imran ayat 97 berikut:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97).

Kemudian, perintah untuk naik haji juga ada dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berikut ini:

" Islam itu didirikan atas lima perkara. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya."  (mutafaqun alaih).

3 dari 4 halaman

Pendapat Ulama tentang Naik Haji Lebih dari Satu Kali

 Pendapat Ulama tentang Naik Haji Lebih dari Satu Kali© Shutterstock.com

Menyadari bahwa untuk bisa melakukan ibadah haji tidaklah murah, maka tidak semua umat Islam bisa melakukannya setiap tahun. Belum lagi dengan antrean naik haji yang semakin panjang. Jika seseorang melakukan naik haji lebih dari satu kali, otomatis akan mengurangi kuota haji dan membuat orang yang belum menunaikan ibadah haji harus menunggu lebih lama lagi.

Pelaksanaan ibadah haji yang sebaiknya dilakukan sebanyak sekali seumur hidup datang dari Ibnu Al-Mundzir yang mengatakan bahwa ini adalah ijma. Berikut penjelasannya:

Para ulama telah bersepakat bahwa wajib bagi seorang muslim untuk menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup, yaitu (disebut) haji Islam kecuali (setelah berhaji) dia bernadzar (untuk berhaji lagi), maka wajib baginya menunaikan haji nadzarnya.”

Seperti dikutip dari nu.or.id, pelaksanaan naik haji yang lebih dari satu kali hukumnya adalah mubah. Dan pelaksanaan haji yang lebih dari satu kali di tengah terbatasanya kuota, maka pelakunya adalah termasuk orang yang tercela.

 

4 dari 4 halaman

Dalam forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diselenggarakan PBNU di pesantren Krapyak, Yogyakarta pun menghasilkan beberapa keputusan tentang naik haji yang dilakukan lebih dari satu kali ini:

Pertama, beberapa kiai berpendapat bahwa perilaku tercela ini adalah bentuk ghosob yang hukumnya haram. Menurutnya, orang yang melakukan naik haji lebih dari satu kali adalah telah merampas hak kuota orang lain. Kemudian KH Muzammil mengatakan bahwa naik haji yang kedua atau ketiga adalah sunah. Tetapi, hukumnya tidak wajib (kedua atau ketiga kali) ketika menghalangi orang lain untuk naik haji wajib ialah haram baik yang dilarang oleh pemerintah ataupun tidak. Karena merugikan orang lain.

Kedua, dari segi moral orang yang naik haji dua kali sudah mencederai muru’ah (harga diri) karena sudah menghambur-hamburkan harta. Menurut Imam Ghozali, hal ini adalah termasuk orang yang terperdaya. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid tiga sebagai berikut:

Mereka bersikeras mengeluarkan harta untuk pergi haji berulang kali dan membiarkan tetangganya kelaparan. Ibnu Mas’ud berkata, ‘Pada akhir zaman, banyak orang naik haji tanpa sebab. Mudah bagi mereka melakukan perjalanan, rezeki mereka dilancarkan, tapi mereka pulang tidak membawa pahala dan ganjaran. Salah seorang mereka melanglang dengan kendaraannya melintasi sahara, sementara tetangganya tertawan di hadapannya tidak dihiraukannya.”

Jadi, dalam pelaksanaan naik haji sebaiknya dilakukan sebanyak satu kali saja seumur hidup. Karena ketika seseorang melakukan naik haji lebih dari satu kali adalah bentuk dari pemborosan serta telah merampas hak kuota haji bagi orang lain yang belum pernah melaksanakan ibadah haji.

Join Dream.co.id