Ajaib! Pria Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Mengerikan di Daerah Kutub Utara, Bertahan Hidup hanya dengan Mie Instan

News | Rabu, 6 Juli 2022 08:00

Reporter : Sugiono

'Aku melihat sungai, dan beberapa jejak menuju sebuah gubuk. Jejak itu adalah jalur peternak rusa kutub di musim dingin, dan aku mengikutinya.'

Dream - Seorang pria berhasil selamat dalam kecelakaan pesawat di belantara sub Arktik Siberia, Rusia, meskipun menderita luka serius.

Pria bernama Pavel Krivoshapkin itu mampu bertahan hidup selama sepuluh hari di daerah dengan suhu minus hingga puluhan derajat Celcius.

Dalam peristiwa nahas itu, Pavel menderita gegar otak dan patah tulang rusuk. Dia mampu bertahan dengan hanya makan mie sebelum diselamatkan.

Ajaib! Pria Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Mengerikan di Daerah Kutub Utara, Bertahan Hidup hanya dengan Mie Instan
Pria Ini Selamat Dari Kecelakaan Pesawat Mengerikan Di Daerah Kutub Utara
2 dari 8 halaman

Pavel mengaku bertahan dengan makan mie instan yang ia temukan di sebuah gubuk kecil yang menjadi tempat penggembala rusa kutub berteduh.

Pria berusia 36 tahun itu adalah satu-satunya yang selamat dalam kecelakaan An-2. Dua orang lainnya - pilot dan co-pilot - terbakar hidup-hidup setelah pesawat raksasa itu menabrak lereng bukit.

Pavel, seorang penambang perak, akhirnya ditemukan hidup-hidup pada 1 Juli di Yakutia, sebuah wilayah luas yang dipenuhi beruang coklat dan serigala.

3 dari 8 halaman

Setelah memulihkan diri di rumah sakit, Pavel menceritakan kembali mimpi buruk yang tak akan pernah dilupakan seumur hidupnya itu.

Semuanya diawali ketika penerbangan Pavel terjebak dalam 'kabut' hingga pesawat Antonov yang dinaikinya menabrak lereng bukit.

 Ajaib pria selamat dari kecelakaan pesawat mengerikan di Siberia.© IC/east2west news

" Ketika sadar, semua yang ada di sekitarku hangus terbakar dan dipenuhi asap. Aku berusaha keluar dengan mendobrak pintu pesawat yang masih terbakar," kenangnya.

4 dari 8 halaman

Pavel menduga dia tidak sadar selama tiga jam sebelum akhirnya bisa menyelamatkan diri dengan keluar dari pesawat.

 Ajaib pria selamat dari kecelakaan pesawat mengerikan di Siberia.© IC/east2west news

Pavel percaya dia bisa selamat karena duduk di kursi belakang pesawat, yang saat itu sedang membawa suplai makanan dan peralatan ke pertambangan perak.

" Aku melihat sungai, dan beberapa jejak menuju sebuah gubuk. Jejak itu adalah jalur peternak rusa kutub di musim dingin, dan aku mengikutinya," lanjutnya.

5 dari 8 halaman

Ketika masuk ke dalam gubuk, Pavel menemukan beberapa bungkus mie Doshirak (mie instan Korea Selatan). Mie instan inilah yang menyelamatkan hidup Pavel selanjutnya.

 Ajaib pria selamat dari kecelakaan pesawat mengerikan di Siberia.© Pavel Krivoshapkin/east2west news

" Itu yang menyelamatkan aku dari kelaparan parah, meskipun aku sangat tidak suka. Tapi tubuhku yang terluka terasa sangat sakit.

" Aku benar-benar kelaparan, tetapi tidak ada nafsu makan karena tubuhku sangat sakit," cerita Pavel.

6 dari 8 halaman

Pavel mengaku mendengar suara helikopter tim penyelamat beberapa kali, dan sempat mengibarkan bendera dari kain seadanya.

Tapi usahanya untuk dilihat tim penyelamat tersebut gagal hingga akhirnya baru berhasil pada hari ke-10.

" Aku memaksakan diri untuk bangun sekali sehari, dan setiap hari aku keluar mengibarkan bendera, berharap seseorang akan melihatku," katanya.

7 dari 8 halaman

Pencarian besar-besaran terus dilakukan untuk mencari korban yang selamat, yang mencakup hampir 18.000 mil persegi. Tetapi baru pada hari kesepuluh Pavel ditemukan.

Menggunakan helikopter Polar Airlines Mi-8, tim penyelamat pertama kali menemukan puing-puing pesawat yang hancur.

Selain itu, mereka mendapatkan tubuh kedua pilot sudah hangus di Distrik Kobyaysky, Yakutia. Satu jam kemudian mereka menemukan Palev, satu-satunya korban yang selamat.

8 dari 8 halaman

Pesawat yang ditumpangi Palev terbang dari Us-Khatyng ke tambang perak di Vertikalniy tetapi tiba-tiba menghilang dari radar.

Penerbangan tersebut membawa pasokan makanan dan peralatan ke para pekerja di tambang perak terpencil, dan situs eksplorasi geologi.

Pavel diselamatkan dalam kondisi 'parah' ketika ditemukan. Tetapi dengan cepat dia pulih setelah dirawat di rumah sakit ibu kota regional Yakutsk, kota terdingin di dunia.

Suhu udara di Yakutia bisa turun hingga minus 50 derajat Celcius atau lebih di musim dingin. Di musim panas suhu siang hari di sana sekitar 18 derajat Celcius, namun turun lebih rendah hingga 10 derajat Celcius di malam hari.

Sumber: DailyStar

Join Dream.co.id