Ditangkap Densus 88, Ahmad Zein An Najah Dinonaktifkan dari MUI

News | Rabu, 17 November 2021 14:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Zein ditangkap Densus 88 atas dugaan keterlibatan dengan organisasi teroris Jemaah Islamiyah.

Dream - Majelis Ulama Indonesia menonaktifkan Ahmad Zein An Najah dari keanggotaan Komisi Fatwa MUI Pusat, buntut penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri. Keputusan tersebut dituangkan MUI dalam Bayan MUI Nomor Kep-2818/DP-MUI/XI/2021 yang ditandatangani Ketua Umum KH Miftakhul Akhyar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan tanggal 17 November 2021.

Amirsyah menyatakan Zein An Najah memang anggota Komisi Fatwa MUI. Tetapi keterlibatannya dalam gerakan terorisme adalah persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan tugas dia di MUI.

" MUI menonaktifkan yang bersangkutan sebagai pengurus MUI sampai ada kejelasan berupa keputusan yang berkekuatan hukum tetap," ujar Amirsyah, dikutip dari laman MUI.

Terkait dengan perkara yang menjerat Zein, MUI menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. MUI juga meminta penegak hukum mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memenuhi hak yang bersangkutan mendapatkan perlakuan hukum yang adil.

Amirsyah juga menyatakan MUI secara kelembagaan sudah lama konsen terhadap bahaya terorisme. Seperti tiga tahun usai insiden terorisme pertama pada 2004, MUI menerbitkan fatwa yang mengaramkan tindak terorisme.

" MUI berkomitmen dalam mendukung penegakan hukum terhadap ancaman tindak kekerasan terorisme sesuai fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2004 tentang Terorisme," kata dia.

Ditangkap Densus 88, Ahmad Zein An Najah Dinonaktifkan dari MUI
Ilustrasi Densus BB Antiteror (Liputan6.com)
2 dari 7 halaman

Muncul Indikasi Provokasi

Amirsyah pun mengimbau masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, usai penangkapan Zein An Najah mulai muncul kelompok tertentu yang mencoba melakukan provokasi.

" MUI mendorong semua elemen bangsa agar mendahulukan kepentingan yang lebih besar yaitu demi keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara," kata dia.

Ketua Bidang Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, juga mengingatkan umat untuk tidak mudah terpancing. Dia mengajak semua pihak menyerahkan kasus ini ditangani sesuai peraturan yang berlaku.

" Kita sudah punya lembaga hukum dan peradilan, kita juga sudah punya Undang-undang terkait penanggulangan tindakan terorisme," kata dia.

 

3 dari 7 halaman

Tak Berhubungan dengan MUI

Cholil menegaskan, MUI menghormati proses hukum yang berjalan. Juga berkeyakinan penanangkapan tidak dilakukan Densus 88 secara sembarangan.

" Kita punya keyakinan Densus tidak main-main tetapi kita menghormati proses hukum sampai nanti ditetapkan pengadilan," kata dia.

Masalah Zein, tambah dia, merupakan urusan pribadi. Ditambah keterangan polisi yang menyatakan penangkapan Zein berkaitan dengan aktivitasnya di sejumlah lembaga yang terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah, tidak dengan MUI.

" Apa yang dikerjakan beliau bukan bagian dari MUI, bukan tugas di MUI," ucap Cholil.

4 dari 7 halaman

Ketum PDRI dan Anggota MUI Ditangkap Densus 88, Ada Kaitan dengan JI

Dream - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan kepada tiga orang terkait organisasi teroris Jemaah Islamiyah. Ketiganya adalah Farid Ahmad Okbah, Anung Al Hamat, dan Ahmad Zain An Najah.

Farid diketahui sebagai pendiri Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI). Semantara Ahmad Zain An Najah merupakan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan, mengatakan Farid ditangkap di Kelurahan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa, 16 November 2021 pukul 04.43 WIB. Farid diduga terlibat dengan JI.

" Keterlibatan sepuh atau Dewan Syuro JI, kemudian anggota Dewan Syariah BM ABA, kemudian tahun 2018 dia ikut memberikan uang tunai untuk Perisai Nusantara Esa," ujar Ramadhan, dikutip dari Merdeka.com.

Selain itu, dia menyatakan Farid ikut memberikan solusi kepada terduga terorisme lain, Arif Siswanto, dengan membentuk wadah baru untuk pengamanan anggota JI usai ditangkapnya Aji Parawiyanto. Arif sendiri sudah ditangkap atas kasus tersebut.

 

5 dari 7 halaman

Jadi Dewan Syuro JI

Untuk Zain, Ramadhan menyatakan, yang bersangkutan ditangkap di Perumahan Pondok Melati Indah, Jalan Merapi 1 Blok A5 No. 8, RT/RW 02/05, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati. Penangkapan berlangsung pukul 04.39 WIB.

" Yang bersangkutan keterlibatannya adalah sebagai Dewan Syuro JI. Kemudian selain itu, yang bersangkutan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amal Zakat BM Abdurrahman Bin Auf," kata dia.

Sedangkan untuk Anung, penangkapan dilakukan di Jalan Raya Legok Blok Masjid, RT/RW 02/03 Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi. Anung diamankan pada pukul 05.49 WIB.

" Keterlibatan anggota Pengawas Perisai Nusantara Esa tahun 2017. Pengurus atas sebagai pengawas kelompok Jamaah Islamiyah," kata dia.

6 dari 7 halaman

MUI Minta Penjelasan Densus 88 Secepatnya

Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas, meminta Densus 88 segera memberikan penjelasan terkait penangkapan pendiri PDRI Farid Okbah. Dia mengaku tidak percaya Farid bisa terlibat dalam tindak pidana terorisme.

" Kita meminta Densus 88 agar bisa menjelaskan hal ini sejelas-jelasnya kepada publik," kata Anwar.

Anwar mengaku kaget dengan penangkapan tersebut. Sebab, selama ini Farid dikenal sebagai ulama anti-kekerasan.

" Tindakan apa yang telah dilakukan oleh Farid Okbah yang terkait dengan terorisme? Sebab sepanjang pengetahuan saya yang bersangkutan adalah seorang ulama yang anti dengan tindak kekerasan tapi kok dia ditangkap oleh Densus 88?" kata dia.

Anwar pun menegaskan alasan dari penangkapan tersebut harus segera dijelaskan. Karena kabar penangkapan itu bisa berdampak pada citra Presiden Joko Widodo dalam memimpin Indonesia.

" Meskipun yang bertindak ini adalah Densus 88 tetapi yang terkena getahnya tentu adalah Presiden Jokowi," ucap Anwar.

 

7 dari 7 halaman

Ada Upaya Membenturkan Jokowi dengan Ulama

Saat ini, terang Anwar, banyak pihak mencoba menggiring opini untuk menjatuhkan citra pemerintahan Jokowi. Pemerintah seperti dikesankan berselisih dengan para ulama.

" Saya terus terang tidak yakin dan tidak percaya. Saya tidak yakin presiden jokowi akan memerintahkan hal itu. Untuk itu saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik Pak Jokowi sebagai presiden," kata dia.

Lebih lanjut, Anwar menyarankan Densus melakukan pemantauan terlebih dulu kepada orang-orang yang dicurigai terlibat terorisme sebelum melakukan penangkapan. Sehingga diharapkan ada evaluasi pada orang-orang tersebut.

" Sebaiknya densus 88 menemui mereka terlebih dahulu lalu memberikan peringatan dan penjelasan-penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik sehingga mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga mereka tidak perlu ditangkap seperti sekarang ini," kata dia.

Join Dream.co.id