Bintang Utah Jazz Positif Covid-19 Lagi, Kali Ini Donovan 'Spida' Mitchell

Sport | Jumat, 13 Maret 2020 13:33
Bintang Utah Jazz Positif Covid-19 Lagi, Kali Ini Donovan 'Spida' Mitchell

Reporter : Maulana Kautsar

Pemain tim Detroit Piston juga menjalani pengecekan dan karantina.

Dream - Klub basket NBA, Utah Jazz, mengumumkan seorang pemainnya kembali terinfeksi virus corona. Sang bintang yakni Donovan Mitchell yang karib disapa Spida.

Di Instagram pribadinya Mitchell akan mengikuti saran dari tim medis. 

"Saya akan terus mengikuti saran dari staf medis kami dan berharap bahwa kita semua bisa berkumpul dan berada di sana untuk satu sama lain dan tetangga kita yang membutuhkan bantuan kita," ucap dia.

Dilaporkan The Detroit News, dengan pengumuman ini, kini ada dua pebasket NBA yang terinfeksi virus corona, yaitu, Rudy Gobert dan Donovan Mitchell.

"Dua pemain (Utah Jazz), Rudy Gobert dan Donovan Mitchell, didiagnosa Covid-19," kata Wali Kota Detroit, Mike Duggan.

Utah Jazz sebelumnya bertanding dengan Detroit Piston, di Little Caesars Arena, Sabtu, 7 Maret 2020.

Empat hari usai pertandingan itu, tim kesehatan Oklahoma mengetes Gobert. Dia dinyatakan terinfeksi Rabu, 11 Maret 2020. Akibatnya, pertandingan antara Utah Jazz dan Oklahoma City Thunder ditunda.

Kondisi itu akhirnya membuat operator NBA menghentikan sementara liga yang sudah berjalan.

 

2 dari 7 halaman

Karantina

Setelah keputusan ini keluar, Mike segera memerintahkan pengecekan dan verifikasi terhadap lokasi menginap pemain Utah Jazz di Detroit.

" Para pemain (Utah) meninggalkan (Detroit) pada Minggu. Staf departemen kesehatan dan mereka puas dan menyimpulkan bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk khawatiran."

Setelah penemuan itu, anggota Jazz dimasukkan ke dalam karantina. Liga telah memberi tahu tim-tim yang bermain melawan Utah dalam 10 hari terakhir bahwa mereka harus melakukan karantina sendiri. Piston ada di antara mereka, kata Duggan.

Melihat kondisi ini, Komisioner NBA, Adam Silver segera mengeluarkan penangguhan atas kompetisi.

" Penangguhan ini akan berlangsung setidaknya 30 hari dan kita akan mengkaji ulang musim ini, memperhatikan kondisi yang ada," tulis Adam.

3 dari 7 halaman

Pebasket Positif Virus Corona, NBA Tunda Kompetisi

Dream - Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA) menunda musim pertandingannya karena seorang pemain klub Utah Jazz terindikasi positif virus Corona pada Rabu, 12 Maret 2020. Belum jelas sampai kapan penundaan ini.

"NBA menangguhkan pertandingan setelah berakhirnya jadwal pertandingan ini sampai pemberitahuan lebih lanjut," tulis NBA.

"NBA akan menggunakan jeda ini untuk menentukan langkah selanjutnya mengatasi pandemi virus Corona," kata pernyataan resminya.

      View this post on Instagram

The NBA is suspending game play following the conclusion of tonight’s games until further notice.

A post shared by @ nbatv on

Pemain Utah Jazz yang terindikasi mengidap virus Corona adalah Rudy Gobert. Menurut ESPN, diagnosa tersebut membuat pertandingan Utah Jazz melawan Oklahoma City Thunder ditunda.

Pemilik Mavericks, Mark Cuban, mengatakan, pada siaran ESPN tentang kemenangan Dallas 113-97 atas Denver Nuggets bahwa dia terkejut dengan kabar penundaan pertandingan NBA.

"Ini gila. Ini mungkin tidak benar. Maksudku, itu tidak masuk dalam kemungkinan. Tampaknya lebih seperti film daripada kenyataan," kata Cuban.

 

4 dari 7 halaman

Para Pemain Dikarantina

Cuban, bagaimanapun, menambahkan bahwa dia bukan ahli dan membela Adam Silver, komisaris NBA, tentang masalah ini.

" Saya percaya pada Adam. Anda tahu? Ini benar-benar bukan tentang bola basket atau uang," kata Cuban.

Pertandingan terakhir yang harus diselesaikan pada hari Rabu yaitu kemenangan Dallas atas Denver. Sementara itu, pertandingan New Orleans Pelicans di Sacramento Kings ditunda karena salah satu wasit yang dijadwalkan akan bekerja turut menjadi wasit di pertandingan Utah.

Pemain Jazz dan Thunder saat ini dikarantina di arena. Para pemain dari tim-tim yang telah dimainkan Jazz dalam 10 hari terakhir melakukan karantina mandiri.

Tim-tim itu adalah Cleveland Cavaliers, New York Knicks, Boston Celtics, Detroit Pistons, dan Toronto Raptors.

5 dari 7 halaman

Corona Mewabah, Liga Serie A Italia Disetop

Dream - Pasca-dekrit yang diumumkan Perdana Menteri Guiseppe Conte pada Senin malam, seluruh wilayah Italia resmi ditutup dan diberlakukan sebagai kawasan karantina.

Para penduduk dilarang keluar rumah dan bepergian tanpa alasan mendesak untuk mencegah meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona.

Dekrit itu juga melarang seluruh pertemuan publik. Sejumlah acara, baik pemakaman, pernikahan maupun olahraga terpaksa harus dihentikan sementara hingga 3 April 2020.

Conte menetapkan wilayah Italia menjadi zona terlindungi. Langkah pencegahan penyebaran virus corona diperketat, terutama untuk acara-acara olahraga.

" Kami juga menjalankan langkah lebih ketat untuk acara olahraga. Serie A dan seluruh kejuaraan olahraga dihentikan. Seluruh fans harus menerimanya. Tidak ada alasan untuk melanjutkan kompetisi," kata Conte, dikutip dari Football Italia.

Tekanan meningkat dari asosiasi pemain dan FIGC untuk menangguhkan Serie A dan B selama masa krisis akibat virus corona. Ini karena tidak ada cara untuk menjamin keselamatan para pemain dan staf.

Di atas semua, terdapat kekhawatiran virus akan menginfeksi rekan dan keluarga yang mungkin lebih rentan. Bisa karena faktor usia atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Penghentian ini diperkirakan berdampak pada pelaksanaan Liga Champions dan Liga Eropa. Karena bahkan bermain secara tertutup tidak bisa diangkap sebagai cara cukup efektif mengindari infeksi virus.

Beberapa tim Italia masuk dalam daftar klub yang bermain di Liga Champions seperti Napoli dan Atalanta. Sementara AS Roma dan Inter Milan masuk dalam daftar klub yang bermain di Liga Eropa.

6 dari 7 halaman

Darurat Corona, Italia Tutup Seluruh Wilayah

Dream - Perdana Menteri Italia, Guiseppe Conte, membuat keputusan drastis. Dia menyatakan seluruh wilayah Italia ditutup menyusul peningkatan angka kematian ekstrem akibat virus corona.

Conte meminta 60 juta lebih penduduk Italia tinggal di dalam rumah. Dia juga melarang seluruh pertemuan publik.

" Tidak ada waktu lagi. Saya akan bertanggung jawab atas keputusan ini. Masa depan kita ada di tangan kita," ujar Conte dalam konferensi pers Senin malam waktu setempat, seperti dikutip dari The Guardian.

Saat ini Italia sedang berjuang melawan wabah Covid-19 yang terburuk di Eropa. Italia mencatat ada 9.172 orang terjangkit dengan angka kematian mencapai 463 jiwa. Ini merupakan korban meninggal terbanyak di luar wilayah China. Disusul Iran 237 pasien meninggal dan Korea Selatan 53 orang meninggal. 

Conte mengatakan pembatasan perjalanan dan pertemuan publik yang awalnya hanya diterapkan di bagian utara kini diperluas. Seluruh Italia ditetapkan sebagai kawasan tertutup.

" Saya akan tanda tangani dekrit yang dapat diringkas sebagai berikut: Saya tinggal di rumah. Seluruh Italia akan menjadi zona terlindungi," kata Conte.

7 dari 7 halaman

Dilarang Bepergian, Bahkan Sekadar Antar Kota

Di bawah dekrit tersebut, seluruh acara publik akan dilarang. Bioskop, teater, gym, diskotik, dan pub, ditutup.

Demikian halnya dengan acara pemakaman, pernikahan, maupun olahraga terutama liga sepakbola Serie A dibatalkan. Seluruh sekolah dan universitas juga ditutup hingga 3 April mendatang.

Angka kematian akibat kasus virus corona di Italia meningkat tajam pada Senin dari 366 menjadi 463 jiwa. Sedangkan total kasus terkonfirmasi meningkat 24 persen menjadi 9.172 jiwa.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 724 pasien dinyatakan telah pulih. Sementara 733 pasien menjalani perawatan sangat intensif, angkanya meningkat dari sebelumnya 650 pasien.

" Angka-angka ini menunjukkan kita sedang berhadapan dengan peningkatan kasus infeksi yang serius, meningkatnya orang dirawat dengan perawatan intensif, dan peningkatan, sayangnya, kematian," kata Conte.

" Kita harus mengubah gaya hidup kita. Kita harus mengubahnya sekarang. Itulah mengapa saya mengambil keputusan berat ini," ucap dia melanjutkan.

Dengan dekrit ini, orang-orang hanya dibolehkan bepergian antar kota dengan alasan darurat. Jika melanggar aturan karantina, ada ancaman penjara hingga tiga bulan lamanya.

Pos-pos pemeriksaan di jalan raya, pintu tol, stasiun kereta api dan bandara mulai dibuka pada Selasa ini.

Masyarakat yang harus meninggalkan daerahnya karena keperluan serius dibolehkan pergi jika memiliki sertifikasi diri yang menyatakan mereka harus melintasi perbatasan untuk urusan bisnis, kesehatan, atau untuk pulang ke rumah.

Join Dream.co.id