Messi Jawab Gosip Sumbang Israel: Saya Tak Simpati pada Bangsa Ini

Sport | Kamis, 13 Mei 2021 17:49
Messi Jawab Gosip Sumbang Israel: Saya Tak Simpati pada Bangsa Ini

Reporter : Putu Monik Arindasari

"Bisa saja anak saya menjadi salah satu anak dari mereka".

Dream - Pesepakbola Lionel Messi pernah angkat bicara soal gosip sumbangan jutaan dolarnya ke Isreal.

Juru gedor Barcelona itu blak-blakan soal apa yang sebenarnya terjadi. Ia dengan tegas menyatakan tidak simpati dengan Israel.

" Saya seorang ayah dan sepenuhnya tahu bagaimana rasanya menjadi orang tua," ujar Messi dikutip mtv.com.lb.

Pernyataan itu merujuk aksi kekerasan tentara Israel terhadap anak-anak Palestina.

Kapten Barcelona ini membantah keras gosip murahan tersebut dan menegaskan dirinya sama sekali tak menaruh simpati pada negara yang membunuh anak-anak.

" Bisa saja anak saya menjadi salah satu anak dari mereka (anak-anak palestina)," kecamnya.

 

2 dari 9 halaman

Dengan nada lebih keras, Messi menilai tak pantas jika sebuah negara kaya seperti Israel mendapatkan sumbanganya darinya.

" Israel merupakan negara kaya, jadi saya lebih baik menyumbangkan uang ke rumah sakit dan sekolah di Argentina," ujarnya.

Penjelasan Messi ini merupakan bantahan terhadap isu yang muncul usai gelaran Piala Dunia 2014 di Brazil. Messi digosipkan menaruh simpati pada Israel dan menyumbangkan satu juta dolar. Kabar ini berdampak kurang positif bagi Messi.

3 dari 9 halaman

Pasukan Elite Israel Ketakutan Melihat 'Neraka Jahanam' di Gaza

Dream - Serdadu pasukan elite Israel dari brigade Golani menceritakan pertempuran pertama mereka di Syujaeyah, timur sebelah timur kota Gaza.

Kepada koresponden koran Maarev dikutip dari laman InfoPalestina, serdadu itu mulai menguraikan apa yang mereka alami selama di Syujaeya.

Mereka melihat semua yang ada di Syujaeyah seperti neraka jahanam.

Para pejuang Gaza telah menunggu di Syujaeyah. Mereka menembaki tentara Israel. Pertempuran saat itu terjadi dalam waktu cukup lama.

Dalam pertempuran itu, serdadu Israel kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya.

4 dari 9 halaman

Pada malam pertama operasi, mereka menyerbu sebelah timur Syujaeyah, khususnya wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya.

Namun mereka mendapat perlawanan dari para pejuang Gaza. " Kami ditembaki dengan senjata ringan, ada juga senjata otomatis dan roket RGB" .

Sejumlah perwira Zionis mengatakan, mereka memerangi pasukan perlawanan yang tidak 'kelihatan'.

Para prajurit Gaza datang dan pergi dari tempat dan ke tempat yang mereka tidak ketahui. Mereka masuk satu terowongan dan keluar dari terowongan yang lain.

5 dari 9 halaman

Serdadu yang lain mengatakan, ia beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang dianggap kosong.

Namun ternyata di dalamnya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadi baku tembak.

" Akhirnya kami melarikan diri yang bisa melarikan diri sementara yang lainya mati terbunuh" .

6 dari 9 halaman

Terungkap! Dokumen Rahasia: Negara Yahudi Dibangun di Tanah Arab Saudi

Dream - Sebuah surat mencengangkan baru-baru ini dipublikasikan oleh Perpustakaan Inggris. Surat yang ditujukan untuk Duta Besar Inggris di Prancis itu ditulis pada 1917. Isinya sungguh mengejutkan. Sang penulis surat meminta pendirian negara Yahudi di wilayah yang saat ini menjadi Arab Saudi.

Adalah Dr M L Rothstein yang menulis surat tersebut. Dia mengaku sebagai seorang dokter keturunan Yahudi Rusia yang tinggal di Paris. Dalam surat yang ditulis 12 September itu, Rothstein minta Dute Besar Francis Bertie untuk menaklukkan Provinsi El Hassa yang dikuasai Turki. Provinsi EL Hassa itu kini menjadi oasis di wilayah timur Saudi.

Bertie kemudian menjelaskan kepada menteri Luar Negeri Inggris kala itu, Arthur James Balfour, bahwa Rothstein meminta kekuatan Etente, yang terdiri dari Rusia, Prancis, dan Inggris, agar menyatukan pasukan untuk membentuk Negara Yahudi di Teluk Persia.

7 dari 9 halaman

Rothstein sangat serius dengan permintaannya ini. Dia bahkan telah menggambarkan detail aksi yang harus dilakukan untuk tujuan ini. " Saya berjanji untuk merakit, untuk musim semi mendatang, sebuah angkatan perang Yahudi, kekuatan dari 120.000 pria kuat, yang akan berlipat ganda, akan bekerja sama dengan pasukan Etente," tulis Rothstein dalam surat itu, sebagaimana dikutip Dream dari World Buletin.

 Dokumen Rahasia: Negara Yahudi Dibangun di Tanah Arab Saudi
© world buletin

Pasukan yang dijanjikan Rothstein itu akan berpusat di Bahrain, dan sekali mereka mencapai jumlah 30 ribu, sebuah serangan cepat akan dilakukan untuk menakhlukkan El Hassa, wilayah di Teluk Persia yang dikuasai Turki. " Ini akan menjadi Negara Yahudi," tulis Rothstein.

8 dari 9 halaman

Dia memprediksi akan terjadi 'perang negara' dengan Turki karena invasi ini. Dia mengatakan tentara Yahudi akan memenangkan pertempuran bersama Etente.

Siapa sejatinya Rothstein? Sosok dokter ini sungguh misterius. Hanya sedikit kalangan yang mengetahui siapa dokter Yahudi ini. Dia mengawali surat itu dengan 'kualitas moral' keluarganya, untuk menjelaskan asal-muasal keluarga Yahudinya.

Thomas Holderness dari Kantor Perpustakaan India mengatakan El-Hassa tidak lagi menjadi provinsi Turki ketika Rothstein menulis surat tersebut. Menurut dia, hal itu kemungkinan karena sang dokter telah kehilangan kontak, sehingga tidak tahu perkembangan di lapangan.

Sebuah surat balasan yang dibuat oleh asisten Malfour pada bulan Oktober menunjukkan bahwa pemerintah Inggris menolak permintaan tersebut. " Yang Mulia, pemerintah menyesal, bahwa mereka tidak bisa mengabulkan proposal itu," demikian surat balasan tersebut.

 

9 dari 9 halaman

Sebulan kemudian, Balfour mengeluarkan deklarasinya yang mendukung pembentukan negara yang berisi orang-orang Yahudi, yang saat ini dikenal dengan nama Palestina. Dokumen-dokumen itu berasal dari Kantor Catatan India yang disimpan di Perpustakaan Inggris.

Kini dokumen-dokumen itu tengah didigitalisasi bersama dokumen lain yang berkaitan dengan sejarah Teluk. Proyek ini merupakan kerja sama antara Perpustakaan Ingris dengan Qatar Foundation.

Join Dream.co.id