Lifter Nurul Akmal Jadi Korban Body Shaming, Sesmenpora Bereaksi

Sport | Jumat, 6 Agustus 2021 12:54

Reporter : Ahmad Baiquni

Insiden tidak menyenangkan dialami Nurul Akmal saat pulang ke Tanah Air usai berjuang di Olimpiade Tokyo 2020.

Dream - Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 seluruhnya telah kembali ke Tanah Air. Para atlet yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 5 Agustus 2021 malam menjadi kontingen terakhir yang telah kembali.

Sayangnya, ada insiden tidak menyenangkan dalam prosesi penyambutan para atlet ini. Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, menjadi korban body shaming.

Insiden tersebut terjadi ketika Nurul Akmal menjalani sesi foto saat tiba di lokasi penyambutan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nurul masuk ruangan setelah Lalu Muhammad Zohri dan Alvin.

Saat masuk, Nurul menyapa Menpora Zainuddin Amali dan sejumlah pejabat Kemenpora dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan. Kemudian, dia mendapatkan bucket bunga sebagai apresiasi.

Setelah itu, Nurul yang mengenakan hijab hitam diminta menuju posisi foto dan menghadap ke kamera. Tiba-tiba, muncul celetukan dari seorang pria.

" Yang paling kurus," demikian bunyi celetukan tersebut, dalam video yang diunggah di akun @timindonesiaofficial.

Nurul tampaknya tidak mendengarkan celetukan tersebut. Dia hanya melambaikan tangan ke arah kamera, kemudian menuju titik konferensi pers.

 

Lifter Nurul Akmal Jadi Korban Body Shaming, Sesmenpora Bereaksi
Nurul Akmal, Lifter Putri Indonesia (Instagram @nurulakmal_12)
2 dari 3 halaman

Kecaman

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, bereaksi atas insiden ini. Dia mengecam keras body shaming yang dialami Nurul Akmal dan menyatakan sangat tidak pantas.

" Komentar itu sangat tidak etis, tidak sopan, dan betul-betul body shaming. Kami dari Kemenpora tentu mengecam keras ucapan tersebut," kata Gatot.

Gatot mengingatkan Piagam Olimpiade telah mengatur segala hal yang mengarah pada notasi merendahkan harga diri dan identitas atlet. Dia menegaskan hal itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dituangkan dalam Piagam Olimpiade.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa oknum yang melakukan aksi body shaming tersebut. Pihak imigrasi Bandara Soetta menyatakan akan melacak pelaku.

 

3 dari 3 halaman

Terjun di Nomor +87 Kg Putri

Dalam Olimpiade Tokyo 2020, Nurul terjun di cabang lifter nomor +87 Kilogram putri. Dia mengumpulkan angkatan total 256 Kg, dalam rincian Snatch 115 Kg dan Clean and Jerk 141 Kg.

Sayangnya, Nurul belum dapat menyumbangkan medali untuk Indonesia. Namun demikian, perjuangan Nurul bersama Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah serta Rahmat Erwin Abdullah dalam mengharumkan Indonesia di cabang Lifter atau Angkat Besi layak diacungi jempol.

Lifter menjadi cabang olahraga yang cukup membuat nama Indonesia disegani di Olimpiade Tokyo 2020. Dari cabang ini, Indonesia mendapatkan satu perak dan dua perunggu, dikutip dari Bola.com.

Join Dream.co.id