Taufik Hidayat dan Menpora Saling Berbalas Komentar, Apa Isinya?

Sport | Senin, 10 September 2018 07:01
Taufik Hidayat dan Menpora Saling Berbalas Komentar, Apa Isinya?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Taufik ingin bidang olahraga jangan dikaitkan dengan yang lain, apalagi politik

Dream - Event Asian Games 2018 telah selesai. Hampir seluruh negara yang mengikuti event ini merasa puas dan memuji Indonesia sukses sebagai tuan rumah.

kesuksesan itu juga turut mengundang komentar dari sala satu legenda bulu tangkis Tanah Air, Taufik Hidayat.

"Yg pasti gw itu mendukung kebijakan pemerintah... dan kita harus bersyukur karna Asian Games kita berhasil dalam segala hal, terutama prestasi atlet kita," tulis Taufik di akun Instagramnya @th_natanayo.

 
 
 
View this post on Instagram

Yg pasti gw itu mendukung kebijakan pemerintah... dan kita harus bersyukur karna Asian Games kita berhasil dalam segala hal, terutama prestasi atlet kita... jadi jangan diperkeruh jg dengan hal yg lain.. gak boleh jg ada intrik2 politik di olahraga ini...yg pasti olahraga harus lebih maju lagi di bawah siapun kepemimpinannya...kita harus berterimakasih kepada bapak presiden @jokowi dan menpora @nahrawi_imam dan jajaran yg lainnya yg sudah mensukseskan Asian Games 2018.... damai selalu ...

A post shared by Taufikhidayat (@th_natanayo) on

Ia juga meminta kepada semua pihak jangan mengaitkan event olahraga dengan hal lain, apalagi politik.

"Jadi jangan diperkeruh jg dengan hal yg lain.. gak boleh jg ada intrik2 politik di olahraga ini," ucap Taufik.

Menantu Agum Gumelar ini berharap, olahraga Indonesia akan maju di bawah kepemimpinan siapapun.

"Yang pasti olahraga harus lebih maju lagi di bawah siapun kepemimpinannya. Kita harus berterimakasih kepada bapak presiden @jokowi dan menpora @nahrawi_imam dan jajaran yg lainnya yg sudah mensukseskan Asian Games 2018. damai selalu," kata dia.

Unggahan itu lantas mendapat komentar dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

"Setuju mas, terima kasih, kita harus lebih kompak u/ menatap bareng2 menuju Olimpiade 2020," ucap Imam Nahrawi dalam kolom komentar.

 

2 dari 3 halaman

Menpora Ajak Santri Jadi Santripreneur

Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta para santri dapat beradaptasi dengan segala situasi dan kondisi. Termasuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan anak muda.

Pesan itu Imam sampaikan saat menghadiri perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 Bazaar Santri Nasional bertema Santri Urban Culture Carnival 2017 di Giant Maspion Square, Surabaya, Kamis sore, 26 Oktober 2017.

" Saatnya santri bisa beradaptasi dengan segala situasi dan kondisi termasuk menggerakkan kewirausahaan di kalangan anak muda," kata Imam di Instagram pribadinya.

Pada acara tersebut Imam juga mengingatkan kepada para santri agar dapat membawa semangat yang tertanam dalam Sholawat Badar. Sebab, Sholawat Badar merupakan penggerak para santri di zaman perjuangan.

Menpora bersama para santri

" Sebagai generasi penerus kita harus bisa menaknai Sholawat Badar sebagai pendongkrak semangat di zaman sekarang," ucap dia.

Mengutip laman Kemenpora, Ketua Panitia Bazaar Santri Nasional, KH Reza Ahmad Zahid menyinggung peran santri dalam dunia kewirausahaan, atau santripreneur. Gus Reza mengatakan, semua produk yang ditampilkan di bazar tersebut ialah produk buatan pesantren dan nahdliyin.

“ Semuanya adalah produk pesantren. Semuanya adalah produk nahdliyin,” kata Gus Reza.

Kiai muda yang juga Ketua PW Rabithah Ma’ahid Islamiyah Jatim ini mengatkaan produk yang dipamerkan dan dijual pada bazar yang akan berlansung sejak 25 hingga 29 Oktober tersebut berbeda dengan produk lain. Produk-produk tersebut sudah dijamin kehalalannya.

Sembari berseloroh, Reza Gus mengatakan “ Kalau sudah produk nahdliyyin, dijamin halal dan barakah."

3 dari 3 halaman

Diam-diam Menpora Imam Nahrawi Jago Kaligrafi

Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memiliki keterampilan di bidang seni kaligrafi. Tak disangka, keterampilan yang ditekuninya sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) ternyata dapat ia gunakan untuk membiayai kuliah dan membeli sebidang sawah.

" Sejak sekolah di MA saya sudah belajar khath (kaligrafi Arab), sehingga tulisan Arab saya bagus," ujar Imam, seperti dikutip Dream dari nu.or.id, Sabtu, 7 Maret 2015.

Bahkan saat kuliah, terang dia, ketrampilan itu membantunya mendapat uang tambahan. Dia diminta oleh teman-temannya membantu dalam mengerjakan skripsi untuk penulisan kaligrafi.

Tidak hanya itu, berbekal ketrampilan tersebut, Imam sampai mampu membiayai adiknya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. " Saya bisa mencicil pembelian sawah di kampung juga dari keahlian menulis Arab ini," katanya.

Pengalaman ini membuat Imam bangga dan berharap agar generasi muda pesantren mau mendalami seni ini secara serius. Menurut dia, keahlian menulis Arab secara baik mampu mengajarkan yang menekuni untuk menjaga keikhlasan dan ketelatenan.

Lebih lanjut, Imam menerangkan, keahlian dalam kaligrafi sangat penting. Dia menjelaskan terdapat aturan tertentu yang menjadi pakem dalam seni kaligrafi.

" Karena banyak tulisan Arab yang beredar ternyata tidak melalui kaidah yang dibenarkan," terangnya.

 

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id