Greysia dan Apriyani Menang, Jokowi: Penantian Emas Itu Berakhir Sudah

Sport | Senin, 2 Agustus 2021 18:35

Reporter : Ahmad Baiquni

Jokowi menyampaikan selamat atas kemenangan Greysia dan Apriyani.

Dream - Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses menunjukkan performa terbaik mereka di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka akhirnya mampu menyumbangkan emas pertama bagi Indonesia.

Prestasi mereka mendapat apresiasi dari banyak pihak. Tidak ketinggalan, Presiden Joko Widodo. "Penantian emas itu berakhir sudah siang ini," tulis Jokowi di Instagram.

Greysia dan Apriyani bermain dengan sangat alot melawan duet China, Chen Qing Chen / Jia Yi Fan. Ganda Indonesia ini mampu menghentikan perlawanan lawan dalam dua set dengan skor 21-19 dan 21-15.

"Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam pertandingan yang alot dan mendebarkan," tulis Jokowi.

Menurut Jokowi, kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu jadi kado ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 17 Agustus 2021 nanti, Indonesia telah berusia 76 tahun.

"Selamat dan terima kasih Greysia/Apriyani," tulis Jokowi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi)

Greysia dan Apriyani Menang, Jokowi: Penantian Emas Itu Berakhir Sudah
© 2021 Https://www.dream.co.id
2 dari 4 halaman

Deretan Rekor Greysia Polii di Olimpiade Tokyo: Atlet Tertua Peraih Emas

Dream - Pebulu tangkis putri Indonesia, Greysia Polii, hari ini berhasil mencetak rekor bagi Indonesia. Gresysia bersama Apriyani Rahayu menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Tak hanya itu, Greysia / Apriyani menjadi duet putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade. Sejak Olimpiade 1992, medali emas partai Ganda Putri diraih negara lain seperti Korea Selatan, China, dan Jepang.

Ternyata, Greysia juga mencatat rekor lain. Dia menjadi atlet bulu tangkis perempuan tertua peraih medali emas Olimpiade.

Merujuk pada akun @BadmintonTalk, saat meraih emas hari ini, Greysia berusia 33 tahun 356 hari. Rekor sebelumnya dipegang atlet China, Zhang Ning di Olimpiade Beijing 2008 pada usia kala itu 33 tahun 89 hari.

(Baca: Cetak Sejarah! Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020)

Meski demikian, prestasi Greysia tetap harus diacungi jempol. Dia telah menorehkan prestasi terbaiknya dan membuat bangga Indonesia.

Dengan andilnya, Greysia juga turut membawa rekor untuk Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang meriah medali emas di ajang Olimpiade 2020 Tokyo.

Berkat perjuangannya, peringkat Indonesia di daftar peraih medali Olimpiade melesat ke posisi 34 dunia bersama Denmark.

(Baca: Indonesia Negara Asia Tenggara Pertama Raih Medali Emas Olimpiade 2020 Tokyo)

 

3 dari 4 halaman

Cetak Sejarah! Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020

Dream - Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 setelah menekuk ganda China, Chen Qingchen/Jia Yifan, di laga final bulutangkis, Senin 2 Agustus 2021. Mereka menang dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Dengan capaian itu, Greysia Polii/Apriyani Rahayu telah mencatatkan sejarah baru bagi dunia bulurangkis Indonesia. Mereka merupakan ganda wanita pertama yang berhasil menggondol emas di ajang Olimpiade.

Kedua pasangan bertarung dengan ketat. Namun Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengawali pertandingan lebih baik dengan keunggulan 3-1 kemudian. Mereka menutup interval dengan skor 11-8.

Chen Qingchen/Jia Yifan tak tinggal diam, mereka sempat menyamakan kedudukan 11-11. Meski demikian, Greysia/Apriyani kembali menjauh 16-12. Pasangan China semppat mencetak empat poin berturut-turut hingga skor menjadi 18-19. Tapi, Greysia/Apriyani bisa menutup gim pertama berkat kemenangan 21-19.

4 dari 4 halaman

Telaten Ladeni Reli China

Gim ke dua, Greysia/Apriyani sedikit mengubah strategi. Mereka mengajak pasangan China memainkan rally panjang. Ganda China pun beberapa kali membuat kesalahan. Greysia/Apriyani langsung buka gap lebar 8-4. 

Greysia/Apriyani bahkan menutup interval berkat skor 11-7. Di set kedua, reli terus terjadi. Bahkan Apriyani sampai harus berganti raket di tengah reli akibat senar terputus.

Mereka melebarkan jarak menjadi 19-10. Ganda China berusaha mengejar, namun Greysia/Apriyani mampu menutup gim ke dua dengan skor 21-15.

Join Dream.co.id