Gowes, Tren Olahraga Masa Pandemi yang Makin Menantang

Sport | Senin, 28 Desember 2020 06:45

Reporter : Dwi Ratih

Nggak tanggung-tanggung, puluhan kilometer dilalui.

Dream - Bersepeda jadi tren olahraga baru masyarakat di Indonesia kala pandemi COVID-19. Yup, sejak hadirnya virus mematikan itu di Indonesia, masyarakat mulai banyak yang berolahraga sepeda untuk mengikuti anjuran menjaga kesehatan dan imunitas tubuh agar terhindari dari paparan virus tersebut.

Rutin olahraga juga jadi hal utama yang wajib dilakukan semua orang. Tak perlu ke pusat kebugaran, Sahabat Dream bisa berolahraga di komplek perumahan dengan mengendarai sepeda andalan.

 Ilustrasi© Shutterstock

Masuknya masa New Normal membuat para pesepeda semakin memperluas rute bersepedanya agar olah tubuh lebih maksimal. Nggak tanggung-tanggung, biasanya para pesepeda itu menggowes sampai puluhan kilometer dari tempat tinggal.

Gowes, Tren Olahraga Masa Pandemi yang Makin Menantang
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 6 halaman

Patuhi protokol kesehatan

Tetap mengikut aturan kesehatan yang berlaku, salah satu blogger travel Fitri Dewi Astuti berbagi momen ketika ia bergowes ria di tengah pandemi.

" Biasanya saya hanya bersepeda di sekitaran Jabodetabek, jika beruntung terkadang saya menemukan spot-spot bagus, biasanya di taman-taman kota atau di pintu masuk perumahan," katanya lewat Fitritraveldairy.

Nggak jarang ia narsis dengan sepeda andalannya di depan patung-patung ikonik di rute gowesnya seperti Raffless Hills Cibubur, Podomoro Golf View Park, Bukit Golf Riverside, Emeralda Golf Club, Taman Cijantung, Bumi Perkemahan Cibubur dan Universitas Indonesia.

Lihat momen Fitri lengkapnya di sini yuk!

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Sepeda Lipat Vs MTB, Model Mana Terbanyak Diburu di Masa Tren Gowes?

Dream - Demam gowes kembali muncul di masa New Normal. Masyarakat berbondong-bondong membeli sepeda bekas atau baru untuk mengikuti tren sekaligus berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh menghadapi serangan wabah virus Corona yang belum menjauh dari Indonesia.

Kondisi ini menjadi berkah bagi para penjual sepeda, baru dan bekas, serta pemilik bengkel. Ragam model sepeda diburu masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh di tengah pandemik Covid-19.

iPrice, situs meta-search yang berbasis di Malaysia juga mencatat adanya peningkatan pencarian sepeda melalui internet oleh masyarakat di Indonesia. Dalam riset yang dibuatnya, terdapat tiga model utama dari sepeda yang paling banyak dicara di Tanah Air.

Analisis dilakukan menggunakan data dari Google Trends untuk melihat search interest di Indonesia menggunakan keyword Sepeda Lipat, Sepeda Gunung, Sepeda Balap dan Sepeda Anak. Data dicari dengan rentang waktu mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2020.

© Dream
4 dari 6 halaman

Pamor Sepeda Gunung

Hasil riset iPrice menemukan bahwa Sepeda Lipat (folding bike) merupakan model sepeda paling banyak dicari sepanjang periode Maret hingga Juni 2020. Search interest untuk Sepeda Lipat meningkat hingga 900 persen sejak 1 Maret hingga 21 Juni 2020.

Menyusul di urutan kedua adalah model Sepeda Gunung (mountain bike) yang search interest nya meningkat hingga 680 persen pada periode yang sama. Model sepeda ketiga yang banyak dicari adalah adalah Sepeda Anak (Kids bicycle) berada di peringkat ketiga dengan search interest naik 142 persen.

Road bike atau sepeda balap berada di peringkat terakhir dengan peningkatan search interest sebesar 300 persen selama masa Maret hingga Juni 2020.

5 dari 6 halaman

CFD di masa PSBB

Temuan ini semakin menegaskan temuan pasar yang menyatakan 60 persen dari pasar saat ini lebih memilih sepeda lipat, 30 persen pasar sepeda gunung atau MTB dan sisanya adalah model sepeda lain seperti sepeda kota dan sepeda anak-anak.

Pencarian keyword sepeda juga diketahui meningkat paling tinggi di tanggal 21 Juni 2020 atau saat mulai diberlakukannya Car Free Day untuk pertama kalinya sejak PSBB berlangsung.

Jumlah pengunjung yang bersepeda diperkirakan hingga 18.813 pada hari itu. Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, mulai mencari Sepeda untuk mempersiapkan Car Free Day pada minggu selanjutnya pada tanggal 28 Juni 2020.

 tren sepeda© iPrice

(Sumber: iPrice)

© Dream
6 dari 6 halaman

Khusus terkait sepeda lipta, iPrice yang melakukan riset menggunakan Google Keyword Planner menemukan search interest keyword Sepeda Lipat pada awal Maret 2020 hanya sebesar 90.500.

Peningkatan mulai terjadi di April 2020 sebesar 82 persen menjadi 165 ribu. Fenomena ini cukup mengherankan karena banyak daerah mulai memberlakukan PSBB di bulan tersebut.

Pada bulan Mei search interest stabil dengan tidak adanya peningkatan sejak bulan April.

Lonjakan drastis terjadi pada Juni 2020 dengan peningkatan hingga 644 persen sejak Maret 2020 dengan total jumlah sebanyak 673 ribu. Diduga fenomena ini terjadi karena semakin marahknya unggahan bersepeda dari peselancar media sosial di Indonesia.

Ditinjau dari lokasinya, pencarian keyword Sepeda Lipat tertinggi ditemukan di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Angka persentase masing-masing wilayah sebesar 19,4 persen, 17,7 persen dan 16,7 persen. 

Join Dream.co.id