Dugaan Terkena Pelecehan Fisik, Nurul Akmal: Tak Apa, Saya Tahu yang Ngomong

Sport | Jumat, 6 Agustus 2021 14:34

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

"Saya kalau diomongin karena tidak pakai jilbab saya tidak apa-apa. Tapi asal jangan pernah..".

Dream - Setelah berjuang membela Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021, atlet angkat besi Nurul Akmal, justru mendapat perlakuan tak mengenakkan. Ia menjadi korban body shaming atau perundungan berdasarkan penampilan fisik.

Kejadian ini terungkap saat video Amel--panggilan akrab Nurul Akmal, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Rabu malam, 4 Agustus 2021 lalu. Saat itu dirinya disambut oleh Menpora Zainudin Amali dan mendapat buket bunga setelah namanya disebutkan.

Namun saat Amel yang memakai hijab hitam dan masker merah putih itu hendak berpose untuk difoto media, terdengar suara pria yang meneriakki dirinya dengan kalimat 'yang paling kurus'.

Dugaan Terkena Pelecehan Fisik, Nurul Akmal: Tak Apa, Saya Tahu yang Ngomong
Nurul Akmal (Foto: Instagram @nurulakmal12)
2 dari 5 halaman

Jawaban Nurul Akmal

Video tersebut langsung viral di media sosial dan membuat publik geram. Meski belum diketahui siapa pemilik suara teriakkan tersebut, Amel mengenali identitas sang perdundung namun enggan mengungkapkan identitasnya.

" Iya saya sudah dengar itu video yang bilang 'si kurus lewat', itu bercanda. Saya tidak apa-apa. Saya juga tahu siapa yang ngomong itu kok," kata Amel dikutip dari pikiran-rakyat.com, Jumat 6 Juli 2021.

Meski begitu, ia mengaku bersedih dan sempat kesal jika ada seseorang mengejek tubuhnya.

" Saya kalau diomongin karena tidak pakai jilbab saya tidak apa-apa. Tapi asal jangan pernah body shaming terhadap saya, jangan pernah orangtua saya disenggol, saya benci itu," tambahnya lagi.

Diketahui, pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Amel berada di urutan kelima dari 10 atlet di kelas +87 kg putri angkat besi. Ia berhasil mencatat total angkatan 256 kg.

 

3 dari 5 halaman

Lifter Nurul Akmal Jadi Korban Body Shaming, Sesmenpora Bereaksi

Dream - Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 seluruhnya telah kembali ke Tanah Air. Para atlet yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 5 Agustus 2021 malam menjadi kontingen terakhir yang telah kembali.

Sayangnya, ada insiden tidak menyenangkan dalam prosesi penyambutan para atlet ini. Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, menjadi korban body shaming.

Insiden tersebut terjadi ketika Nurul Akmal menjalani sesi foto saat tiba di lokasi penyambutan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nurul masuk ruangan setelah Lalu Muhammad Zohri dan Alvin.

Saat masuk, Nurul menyapa Menpora Zainuddin Amali dan sejumlah pejabat Kemenpora dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan. Kemudian, dia mendapatkan bucket bunga sebagai apresiasi.

Setelah itu, Nurul yang mengenakan hijab hitam diminta menuju posisi foto dan menghadap ke kamera. Tiba-tiba, muncul celetukan dari seorang pria.

" Yang paling kurus," demikian bunyi celetukan tersebut, dalam video yang diunggah di akun @timindonesiaofficial.

Nurul tampaknya tidak mendengarkan celetukan tersebut. Dia hanya melambaikan tangan ke arah kamera, kemudian menuju titik konferensi pers.

© Dream
4 dari 5 halaman

Kecaman

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, bereaksi atas insiden ini. Dia mengecam keras body shaming yang dialami Nurul Akmal dan menyatakan sangat tidak pantas.

" Komentar itu sangat tidak etis, tidak sopan, dan betul-betul body shaming. Kami dari Kemenpora tentu mengecam keras ucapan tersebut," kata Gatot.

Gatot mengingatkan Piagam Olimpiade telah mengatur segala hal yang mengarah pada notasi merendahkan harga diri dan identitas atlet. Dia menegaskan hal itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dituangkan dalam Piagam Olimpiade.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa oknum yang melakukan aksi body shaming tersebut. Pihak imigrasi Bandara Soetta menyatakan akan melacak pelaku.

5 dari 5 halaman

Terjun di Nomor +87 Kg Putri

Dalam Olimpiade Tokyo 2020, Nurul terjun di cabang lifter nomor +87 Kilogram putri. Dia mengumpulkan angkatan total 256 Kg, dalam rincian Snatch 115 Kg dan Clean and Jerk 141 Kg.

Sayangnya, Nurul belum dapat menyumbangkan medali untuk Indonesia. Namun demikian, perjuangan Nurul bersama Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah serta Rahmat Erwin Abdullah dalam mengharumkan Indonesia di cabang Lifter atau Angkat Besi layak diacungi jempol.

Lifter menjadi cabang olahraga yang cukup membuat nama Indonesia disegani di Olimpiade Tokyo 2020. Dari cabang ini, Indonesia mendapatkan satu perak dan dua perunggu, dikutip dari Bola.com.

© Dream
Join Dream.co.id