Deretan Alasan Kenapa Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi

Showbiz | Selasa, 4 Agustus 2020 12:23
Deretan Alasan Kenapa Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi

Reporter : Amrikh Palupi

Ini kata advokat dan praktisi hukum yang juga Ketua Umum Cyber Muannas Alaidid yang melaporkan Anji dan Hadi Pranoto.

Dream - Musisi Anji dan 'Profesor' Hadi Pranoto dilaporkan polisi usai video yang diunggah di channel YouTube Anji berjudul 'Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! viral.

Keduanya dilaporkan atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan dianggap meresahkan. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan advokat dan praktisi hukum yang juga Ketua Umum Cyber Muannas Alaidid.

" Jadi hari kedatangan kita ini ingin melaporkan secara resmi konten YouTube milik Anji yang durasinya sekitar 35 menit, berkaitan dengan interview konon seorang profeser bernama Hadi Pranoto yang kabarnya dia mengaku menemukan obat covid-19," ujar Muannas Alaidid seperti dilansir Liputan6.com, Selasa 4 Juli 2020.

" Konten itu sempat viral dan belakangan di take down, karena bisa jadi kontroversial dan banyak dikecam banyak pihak termasuk akademisi, dari para ahli, ikatan dokter, menteri kesehatan, influencer serta masyarakat luas," imbuhnya.

Anji dan Anji© Anji dan Anji

Muannas menjelaskan, ada beberapa point yang ingin diperkarakan olehnya. Yang pertama soal tes Swab dan Rapid test yang dilakukan oleh Hadi Pranoto.

Ia mengklaim bisa melakukan dua tes tersebut dengan harga yang sangat murah, jauh dengan biaya Swab tes dan Rapid Tes yang selama ini dilakukan di rumah sakit.

" Pernyataan yang dianggap kontroversial si dokter menyebut penanganan rapid tes dan swab tes yang kabarnya dia punya teknologi atau digital teknologi yang biayanya cukup 10 ribu dan 20 ribu. Padahal di rumah sakit yang digunakan sebagai syarat perkembangan sejumlah rakyat, biaya bisa ratusan ribu hingga jutaan," ucapnya.

Muannas mengatakan pernyataan Hadi Pranoto sangat berbahaya. Sebab, pendapatnya bisa membuat penilaian kepada publik. Ia menduga membuat keuntungan dari swab dan rapid tes.

" Jangan sampai publik percaya dengan keterangan seperti itu kemudian menilai bahwa masyarakat dibodohi dan diperas pihak rumah sakit atau pihak tertentu yang dianggap mengambil keuntungan dari swab atau rapid tes, ini kan kemudian yang meresahkan," kata Muannas.

2 dari 8 halaman

Penemuan Obat

Selain itu Muannas juga mempermasalahkan penemuan obat corona covid 19. Sebab, dari pernyataan dari Hadi yang mengatakan menemukan obat corona di tentang oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Pasalnya sampai detik ini dunia kesehatan belum menemukan obat untuk virus yang berasal dari Cina Wuhan itu.

" Sampai hari ini belum ada obatnya, tapi si profesor mengatakan di dalam interviewnya memastikan ia bisa menyembuhkan korban hingga sehat. Pada saat closing statement Anji terkesan, ada penggiringan opini publik dia sudah meminum itu badannya sehat. Kemudian dia melakukan salaman. Ini kan kontra produktif dengan yang disampaikan pemerintah tentang jaga jarak, social distancing dan sebagainya," kata Muannas.

3 dari 8 halaman

Anji Dilaporkan

Anji ikut dilaporkan karena ia sebagai pemilik kanal ikut menyebarkan berita bohong. Tak hanya itu, Muannas juga menduga ada kepentingan Anji dalam video itu.

" Anji pemilik chanel YouTube yang menyebarkannya video tersebut. kegiatan itu juga dilarang di pasal 28 ayat 1 UU ITE dikatakan barang siapa yang menyebarkan berita bohong yang dapat merugikan konsumen, ada dugaan ketika itu disampaikan seperti ada penjualan produk barang dagangan herbal," kata Muannas.

Sedangkan untuk Hadi Pranoto, Muanas mempermasalahkan pasal 14,15 UUD Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong.

" Untuk Hadi Pranotoo kita kenakan pasal UUD 14,15 UUD no 1 THN 46 soal larangan menyebarkan berita bohong, nanti akan diuji keterangan dia. Betulkah dia katanya menganggap ilmuwan salah satu dari 4 ilmuwan tim medis yang menemukan covid ini, kan harus diuji," kata Muannas.

(Sumber : Sapto Purnomo/Liputan6.com)

4 dari 8 halaman

Video Wawancara Hadi Pranoto Dihapus, Ini Komentar Anji

Dream - Anji mengunggah insta story yang mempertanyakan alasan sebuah konten video bisa diturunkan oleh pengelola video berbagai Youtube. Dia mengaku bingung dituding sebagai orang yang memberi panggung pada sosok tak kredibel.  

Seperti diketahui, konten terbaru Anji sempat menjadi sorotan publik saat mengundang Prof Hadi Pranoto sebagai bintang tamu. Hadi Pranoto mengklaim telah menemukan obat herbal yang diyakini bisa menyembuhkan Covid-q1.

Video wawancara Anji dengan Prof Hadi Pranoto sempat menimbulkan pro dan kontra sampai menjadi trending di Youtube.

Namun video itu tak bisa lagi diakses setelah pihak Youtube menurunkannya karena dianggap menyebarkan informasi yang salah. Publik mempertanyakan kredibilitas Hadi sebagai seorang ilmuwah karena dituding tak pernah mempublikasikan jurnal maupun penelitian ilmiah.

Komentar Anji soal video Youtubenya© Komentar Anji soal video Youtubenya

Lantaran banyak komentar sinis video bareng Prof Hadi Pranoto, Anji membantah tudingan ingin memberi panggung kepada Hadi Pranoto.

" Saya dikatakan memberi panggung pada orang yang tidak kredible. Videonya di-share ke mana-mana oleh banyak orang. Ditonton banyak orang. Menjadi trending. Lalu di-banned oleh pihak YouTube,"  tulis Anji dikutip Dream, Senin 3 Juli 2020.

Ayah tiga anak ini justru mempertanyakan sikap publik yang acuh dengan konten videonya yang menjadikan seorang CEO perusahaan pertunjukan sebagai bintang tamu. Beda dengan Hadi Pranoto yang dianggap tak kredibel, jumla penonton video terbaru ini hanya mencapai 20 ribuan. 

"  Selang sehari kemudian saya mengunggah video lain, berdiskusi dengan seorang profesional. CEO sebuah perusahaan kerena yang bergerak di bidang pertunjukan. Materinya sangat bagus, tentang masa depan bisnis pertunjukan di Indonesia. Yang nonton hanya 20 ribuan saja dalam waktu 24 jam,"  kata Anji.

"  Berbeda jauh dengan video sebelumnya. Secara tidak sadar, orang-orang juga memberi panggung pada hal yang mereka tidak suka..." imbuh penyanyi berusia 41 tahun itu.

 

  Video Wawancara Hadi Pranoto Dihapus, Ini Komentar Anji© Dream

5 dari 8 halaman

Youtube Hapus Video Anji dan Hadi Pranoto, Ini Sosok Sang 'Profesor'

Dream - Video youtube yang menampilkan wawancara Anji bersama Hadi Pranoto yang disebut sebagai profesor pakar mikrologi telah dihapus Youtube. Video berjudul 'Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 sudah ditemukan!!! (PART1) membuat kontroversi netizen. 

Jika masuk ke dalam chanel Anji, memang video yang diunggah 2 hari lalu itu sudah tidak ada. Dan jika membuka link video tersebut, muncul tulisan berikut: 

" Video ini telah dihapus karena telah melanggar pedoman (aturan) youtube," seperti tulisan yang dilihat dalam video tersebut.

Anj© Youtube



Memang dalam video itu memunculkan pro dan kontra semenjak diunggah.

Salah satu yang ikut bereaksi atas video tersebut adalah Dr Tompi. Tompi tak menyalahkan atas video yang diunggah Anji tersebut.

" Lagi heboh banget sama berita @duniamanji wawancara profeseror penemu obat covid. Bukan gak mungkin loh, bisa aja bener," kata Tompi.

Anji© Twitter



Menurut Tompi, sebuah obat ataupun vaksi itu tetap harus ada prosedurnya dan dijabarkan secara jelas seperti apa obat tersebut bisa berfungsi.

" Tapi begini Anji, sebuah penemuan apalagi medis ya, harus dipersentasikan dengan tata cara ilmiah. Supaya teruji terukur dan bisa diulang,"  kata Tompi lagi.

6 dari 8 halaman

Siapa Hadi Pranoto?

Sosok Hadi Pranoto mengundang kontroversi. Gelar profesornya dan kepakarannya pun dibicarakan banyak orang. Tapi penelusuran di Google menghasilkan temuan mengejutkan terkait sosok Hadi Pranoto. Berikut diantaranya: 

Keluarga Pengundang Rhoma Irama di Bogor

Hadi Pranoto© Merdeka.com

Hadi Pranoto, anak angkat Surya Atmaja, yakni penyelenggara acara khitanan yang menghadirkan Pedangdut Rhoma Irama di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta maaf.

" Maaf yang sebesar-besarnya pada Pemda, Gugus Tugas Covid-19 tingkat daerah maupun nasional karena keluarga kami mengadakan acara khitanan di saat Covid-19 masih mewabah di Indonesia," kata Hadi Pranoto saat ditemui di rumah makan bilangan Dramaga Kabupaten Bogor, Rabu (1/7), seperti dilansir

Menurutnya, setelah disurati oleh Bupati Bogor Ade Yasin mengenai pelarangan melaksanakan acara, keluarga Surya Atmaja mendapatkan informasi bahwa ada pencabutan aturan mengenai larangan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

" Setelah kami mendapat informasi pencabutan pelarangan untuk kita berkumpul, bertemu, bersilaturahim oleh pihak kepolisian dicabut, maka acara kami laksanakan, walaupun dengan sangat sederhana," tuturnya. Dikutip Antara.

Meski begitu, pihaknya tetap akan mengikuti proses hukum yang tengah digarap oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengenai pentas yang menghadirkan beberapa artis tanah air.

" Kalau masalah proses hukum kita akan mengikuti semuanya, koridor dan aturan hukum yang ada," terang Hadi.

Sebelumnya, Surya Atmaja menjalani pemeriksaan di Kantor Bupati Bogor, Selasa (30/6), dengan didampingi beberapa orang menemui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

Pria yang merupakan mantan kru dari Soneta Group itu diduga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020, karena menyebabkan kerumunan massa dengan menggelar konser acara khitanan anaknya.

7 dari 8 halaman

Hadi Pranoto Keluarga Pahlawan Nasional M Natsir?

Dalam sejumlah artikel menyebut, Hadi Pranoto merupakan salah satu keluarga dari pahlawan nasional M Natsir. Dalam artikel disebut, Hadi Pranoto mewakili keluarga yang sedang tersangkut masalah hukum. 

Hadi Pranoto dan Anji© Foto: Instagram @viavallen

" Kami sebagai bagian dari keluarga pendiri bangsa ini dan pahlawan negara yang kita cintai bersama, keluarga besar pahlawan nasional Mohammad Natsir ingin menyampaikan secara terbuka permohonan keadilan kepada Presiden RI dan semua lembaga terkait atas peristiwa hukum yang terjadi di keluarga kami," ujar Hadi Pranoto di Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019 lalu, seperti dilansir KabarToday. 

8 dari 8 halaman

Cek Fakta: Benarkah Klaim Hadi Pranoto soal Obat Corona Covid-19?

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran atas klaim Hadi Pranoto. Tim pun menghubungi Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute, Profesor Amin Soebandrio melalui sambungan telepon pada Minggu (2/8/2020).

" Oh itu (klaim Hadi Pranoto), banyak statement yang tidak tepat. Saya tidak mau komentar tentang produknya, karena belum lihat. Namun lihat dari tayangannya saja banyak statement yang tidak sesuai," ucapnya.

Profesor Amin Soebandrio memaparkan salah satu logika Hadi Pranoto yang salah. Dalam video bersama Anji, Hadi Pranoto menyebut virus corona baru bisa mati jika terkena panas hingga 350 derajat celcius.

" Itu merupakan salah satu statement yang tidak benar. Virus corona sudah mati di suhu 56 derajat, kena air mendidih juga mati," kata Profesor Amin Soebandrio.

Secara menyeluruh, Profesor Amin Soebandrio menyebut obat virus corona covid-19 belum ditemukan. " Obat yang spesifik buat virus corona belum ada," ujarnya.

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menghubungi pejabat humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Abdul Halik Malik. Dia meminta Hadi Pranoto buka-bukaan soal produk yang ditemukannya untuk menyembuhkan orang yang positif virus corona.

" Klaim itu harus dibuktikan dengan serangkaian penjelasan dan riwayat berupa langkah-langkah yang sudah ditempuh. Dalam rekayasa produk ada tahapan yang harus diikuti, ada 8 tahap untuk sampai pada kandidat obat dan produk kesehatan lainnya.

" Bagusnya, karena sudah ramai, dikonfirmasi terkait produknya. Nanti dari produk itu kita ketahui apa zat aktif dan khasiatnya. Dari situ kita bisa ketahui keamanannya. Kalau yang sekarang ini masih disampaikan secara lisan oleh yang bersangkutan," ujar Abdul Halik Malik.

Abdul Halik Malik juga terkejut dengan kemunculan sosok Hadi Pranoto yang mengklaim dirinya sebagai profesor dan pakar mikrobiologi. " Hadi Pranoto yang mana, saya mau tanya itu sebenarnya."

" Ada banyak versi, menurut teman-teman sejawat di bidang kesehatan, orang yang diajak tukar pikiran dengan Anji itu, Hadi Pranoto ada dokter, tapi bukan yang itu. Kemudian, profesornya di mana, lembaga riset apa pendidikan atau lainnya? Kalau lainnya kita tidak bisa verifikasi. Profesor itu tidak ada yang independen, ada rumahnya," katanya.

Profesor di Indonesia, kata Abdul Halik Malik, tidak banyak. " Kalau sudah profesor, para ahli di bidang tersebut pasti mengenal beliau. Kita bisa mencarinya di database riset lembaga penelitian atau riset, ini tidak ditemukan. Setidaknya ada tulisan koran atau dikutip," ujarnya.

Dari penelusuran Tim Cek Liputan6.com dengan berbincang bersama Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute, Profesor Amin Soebandrio, pernyataan Hadi Pranoto dalam wawancara bersama Anji banyak yang tidak benar.

Sementara pejabat humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Abdul Halik Malik, meminta Hadi Pranoto mengungkap formula herbal yang diklaimnya bisa menyebuhkan pasien yang terjangkit virus corona. (Sumber: Liputan6.com)

Terkait
Join Dream.co.id