Youtube Hapus Video Anji dan Hadi Pranoto, Ini Sosok Sang 'Profesor'

Showbiz | Senin, 3 Agustus 2020 10:32
Youtube Hapus Video Anji dan Hadi Pranoto, Ini Sosok Sang 'Profesor'

Reporter : Nur Ulfa

Dan jika membuka link video itu, muncul tulisan pelanggaran.

Dream - Video youtube yang menampilkan wawancara Anji bersama Hadi Pranoto yang disebut sebagai profesor pakar mikrologi telah dihapus Youtube. Video berjudul 'Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 sudah ditemukan!!! (PART1) membuat kontroversi netizen. 

Jika masuk ke dalam chanel Anji, memang video yang diunggah 2 hari lalu itu sudah tidak ada. Dan jika membuka link video tersebut, muncul tulisan berikut: 

"Video ini telah dihapus karena telah melanggar pedoman (aturan) youtube," seperti tulisan yang dilihat dalam video tersebut.

Anj© Youtube



Memang dalam video itu memunculkan pro dan kontra semenjak diunggah.

Salah satu yang ikut bereaksi atas video tersebut adalah Dr Tompi. Tompi tak menyalahkan atas video yang diunggah Anji tersebut.

"Lagi heboh banget sama berita @duniamanji wawancara profeseror penemu obat covid. Bukan gak mungkin loh, bisa aja bener," kata Tompi.

Anji© Twitter



Menurut Tompi, sebuah obat ataupun vaksi itu tetap harus ada prosedurnya dan dijabarkan secara jelas seperti apa obat tersebut bisa berfungsi.

"Tapi begini Anji, sebuah penemuan apalagi medis ya, harus dipersentasikan dengan tata cara ilmiah. Supaya teruji terukur dan bisa diulang," kata Tompi lagi.

 
 
 
View this post on Instagram

• OBAT COVID-19 DITEMUKAN? Swab test efektif seharga 10-20ribu? Sebuah interview malam-malam. KLIK LINK DI BIO.

A post shared by Anji MANJI (@duniamanji) on Jul 31, 2020 at 4:09am PDT

2 dari 5 halaman

Siapa Hadi Pranoto?

Sosok Hadi Pranoto mengundang kontroversi. Gelar profesornya dan kepakarannya pun dibicarakan banyak orang. Tapi penelusuran di Google menghasilkan temuan mengejutkan terkait sosok Hadi Pranoto. Berikut diantaranya: 

Keluarga Pengundang Rhoma Irama di Bogor

Hadi Pranoto© Merdeka.com

Hadi Pranoto, anak angkat Surya Atmaja, yakni penyelenggara acara khitanan yang menghadirkan Pedangdut Rhoma Irama di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta maaf.

" Maaf yang sebesar-besarnya pada Pemda, Gugus Tugas Covid-19 tingkat daerah maupun nasional karena keluarga kami mengadakan acara khitanan di saat Covid-19 masih mewabah di Indonesia," kata Hadi Pranoto saat ditemui di rumah makan bilangan Dramaga Kabupaten Bogor, Rabu (1/7), seperti dilansir Merdeka.com.

Menurutnya, setelah disurati oleh Bupati Bogor Ade Yasin mengenai pelarangan melaksanakan acara, keluarga Surya Atmaja mendapatkan informasi bahwa ada pencabutan aturan mengenai larangan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

" Setelah kami mendapat informasi pencabutan pelarangan untuk kita berkumpul, bertemu, bersilaturahim oleh pihak kepolisian dicabut, maka acara kami laksanakan, walaupun dengan sangat sederhana," tuturnya. Dikutip Antara.

Meski begitu, pihaknya tetap akan mengikuti proses hukum yang tengah digarap oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengenai pentas yang menghadirkan beberapa artis tanah air.

" Kalau masalah proses hukum kita akan mengikuti semuanya, koridor dan aturan hukum yang ada," terang Hadi.

Sebelumnya, Surya Atmaja menjalani pemeriksaan di Kantor Bupati Bogor, Selasa (30/6), dengan didampingi beberapa orang menemui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

Pria yang merupakan mantan kru dari Soneta Group itu diduga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020, karena menyebabkan kerumunan massa dengan menggelar konser acara khitanan anaknya.

3 dari 5 halaman

Hadi Pranoto Keluarga Pahlawan Nasional M Natsir?

Dalam sejumlah artikel menyebut, Hadi Pranoto merupakan salah satu keluarga dari pahlawan nasional M Natsir. Dalam artikel disebut, Hadi Pranoto mewakili keluarga yang sedang tersangkut masalah hukum. 

Hadi Pranoto dan Anji© Foto: Instagram @viavallen

" Kami sebagai bagian dari keluarga pendiri bangsa ini dan pahlawan negara yang kita cintai bersama, keluarga besar pahlawan nasional Mohammad Natsir ingin menyampaikan secara terbuka permohonan keadilan kepada Presiden RI dan semua lembaga terkait atas peristiwa hukum yang terjadi di keluarga kami," ujar Hadi Pranoto di Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019 lalu, seperti dilansir KabarToday.   

4 dari 5 halaman

Cek Fakta: Benarkah Klaim Hadi Pranoto soal Obat Corona Covid-19?

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran atas klaim Hadi Pranoto. Tim pun menghubungi Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute, Profesor Amin Soebandrio melalui sambungan telepon pada Minggu (2/8/2020).

" Oh itu (klaim Hadi Pranoto), banyak statement yang tidak tepat. Saya tidak mau komentar tentang produknya, karena belum lihat. Namun lihat dari tayangannya saja banyak statement yang tidak sesuai," ucapnya.

Profesor Amin Soebandrio memaparkan salah satu logika Hadi Pranoto yang salah. Dalam video bersama Anji, Hadi Pranoto menyebut virus corona baru bisa mati jika terkena panas hingga 350 derajat celcius.

" Itu merupakan salah satu statement yang tidak benar. Virus corona sudah mati di suhu 56 derajat, kena air mendidih juga mati," kata Profesor Amin Soebandrio.

Secara menyeluruh, Profesor Amin Soebandrio menyebut obat virus corona covid-19 belum ditemukan. " Obat yang spesifik buat virus corona belum ada," ujarnya.

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menghubungi pejabat humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Abdul Halik Malik. Dia meminta Hadi Pranoto buka-bukaan soal produk yang ditemukannya untuk menyembuhkan orang yang positif virus corona.

" Klaim itu harus dibuktikan dengan serangkaian penjelasan dan riwayat berupa langkah-langkah yang sudah ditempuh. Dalam rekayasa produk ada tahapan yang harus diikuti, ada 8 tahap untuk sampai pada kandidat obat dan produk kesehatan lainnya.

" Bagusnya, karena sudah ramai, dikonfirmasi terkait produknya. Nanti dari produk itu kita ketahui apa zat aktif dan khasiatnya. Dari situ kita bisa ketahui keamanannya. Kalau yang sekarang ini masih disampaikan secara lisan oleh yang bersangkutan," ujar Abdul Halik Malik.

Abdul Halik Malik juga terkejut dengan kemunculan sosok Hadi Pranoto yang mengklaim dirinya sebagai profesor dan pakar mikrobiologi. " Hadi Pranoto yang mana, saya mau tanya itu sebenarnya."

" Ada banyak versi, menurut teman-teman sejawat di bidang kesehatan, orang yang diajak tukar pikiran dengan Anji itu, Hadi Pranoto ada dokter, tapi bukan yang itu. Kemudian, profesornya di mana, lembaga riset apa pendidikan atau lainnya? Kalau lainnya kita tidak bisa verifikasi. Profesor itu tidak ada yang independen, ada rumahnya," katanya.

Profesor di Indonesia, kata Abdul Halik Malik, tidak banyak. " Kalau sudah profesor, para ahli di bidang tersebut pasti mengenal beliau. Kita bisa mencarinya di database riset lembaga penelitian atau riset, ini tidak ditemukan. Setidaknya ada tulisan koran atau dikutip," ujarnya.

Dari penelusuran Tim Cek Liputan6.com dengan berbincang bersama Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute, Profesor Amin Soebandrio, pernyataan Hadi Pranoto dalam wawancara bersama Anji banyak yang tidak benar.

Sementara pejabat humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Abdul Halik Malik, meminta Hadi Pranoto mengungkap formula herbal yang diklaimnya bisa menyebuhkan pasien yang terjangkit virus corona. (Sumber: Liputan6.com)

5 dari 5 halaman

Dapat Kecaman Soal Foto Jenazah Covid-19, Anji Minta Maaf

Dream - Komentar Anji tentang foto jenazah covid-19 jepretan fotografer National Geographic, Joshua Irwandi, mendapatkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Menanggapi reaksi itu, Anji akhirnya angkat bicara. Melalui akun Instagramnya, penyanyi 41 tahun ini menuliskan poin-poin tanggapanya mengenai foto Joshua Irwandi.

" Menanggapi tegran dan kecaman dari PFI (Pewarta Foto Indonesia) untuk pertanyaan saya di Instagram saya melakukan komunikasi melalui telppon dengan Mas Hendra, Sekjen PFI. berikut adalah bebrapa poin percakapan kami," kata Anji dikutip Dream, Senin 20 Juli 2020.

Tanggapan Anji© Tanggapan Anji

Menurut Anji, dalam komentarnya tidak mendiskreditkan profesi pewarta foto maupun jurnalis. Tapi tentang sudut pandang penyebaran informasinya.

" Saya tidak mendiskreditkan profesi pewarta foto maupun jurnalis. Secara karya foto, buat saya foto Joshua Irwandi adalah sebuah foto yang powerful. Caption di Instagram adalah opini saya dari sudut penyebaran informasi yang terasa janggal buat saya. Hal ini sangat bisa didebat karena bisa salah bisa benar," kata dia.

" Jadi yang saya bahas di poin 1 adalah penyebaran informasinya. Bkan karya foto maupun pewartanya. Yang saya bahas dengan KOL dan lainnya adalah pola penyebaran informasi, bukan tujuan Joshua mengambil foto itu," imbuhnya.

Kode Etik Kesehatan

Pada poin ke dua, ayah tiga anak ini menyoroti tentang kode etik kesehatan. Dimana seorang fotografer bisa mendapatkan izin untuk mengambil foto jenazah covid-19.

Anji mengeskan poin kedua soal masalahfotografer bisa mengambil foto itu hanya mengacu pada kode etik kesehatan. bukan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

" Lalu dipoin 2 disni petanyaan saya menyangkut kepada kode etik dunia kesehatanm bukan kode etik jurnalisme karena menurut pemberitaan, korban covid-19 tidak boleh ditemui oleh keluarganya. Ini adalah pertanyaan orang awam," ucapnya.

Postingan Aji soal foto jenazah Covid© Dream

" Saya mengerti pasti ada etika untuk pewarta foto maupun juralis. Saya tidak akan mendebat tetang hal itu, karen pasti PFI lebih tahu. Sekali lagi dalam hal ini petanaan saya megacu kepada kode etik dunia kesehatan," tuturnya.

" Jika ada penjelasan tentang itu berdasarkan aturn medis silahkan dijelaskan. Banyak orang perlu tahu. Kesalahan saya dalam hal ini adalah tidak menyertakan kalimat tambahan untuk memperjelas poin yang saya tuju," imbuhnya.

Pelantun tembang 'Dia' juga meminta mamaf atas tanggapannya tentang foto tersebut sehingga menimbulkan keriuhan di sosial media. Ia juga meminta maaf secara langsung kepda PFi dan Joshua Irwandi.

" Untuk kesalahpahaman ini saya meminta maaf kepada PFI dan pastinya kepada Joshua Irwandi. tadi malam pun dalam forum dengan 300-an orng fotografer termasuk di dalamnya ad joshua, saya smpaikan permintaan maaf untuk penerima informasi yang berbeda/ Ini adalah pemintaan maaf terbuka seperti yang tertulis di @pewartafotoindonesia," ucapnya.

Postingan Aji soal foto jenazah Covid© Postingan Aji soal foto jenazah Covid

Anji mengatakan akan menghapus postingannya tersebut usai memberikan tanggapan di feed akun instagramnya.

" Untuk postingan terkait opini, biasanya saya tidak pernah menghapusnya, namun untuk menghormati Joshua dan PFI, saya akan menghapusnya setelah postingan ini. sayaa juga meu melarat sedikit pertanyaan tertulis dari PFI, yang menuliskan saya mantan artis. Memang saya berencana untuk pensiun dini dari dunia keartisan dan mengurus bisnis-bisnis saya. Tapi belum hari ini,"  ujar Anji.

Namun, Anji masih mempertanyakan bagaimana pewarta foto bisa masuk ke dalam ruang jenazah pasien Covid-19. " Karena saya belum menemukan jawaban yang memuaskan dari sisi kode etik medis terhadap pasien Covid-19 dan keluarganya," tuturnya

Join Dream.co.id