Ulang Tahun ke-60, Antonio Banderas Umumkan Positif Covid-19

Showbiz | Selasa, 11 Agustus 2020 16:22
Ulang Tahun ke-60, Antonio Banderas Umumkan Positif Covid-19

Reporter : Amrikh Palupi

Begini isi pengumuman dari Antonio Banderas.

Dream - Aktor Antonio Banderas membuat pengumuman mengejutkan melalui Instagram. Pemeran film The Mask of Zorro (1998) itu mengaku terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Antonio mengaku mendapatkan hasil tes yang menyatakan positif terinfeksi Covid-19 tepat pada hari ulang tahun ke-60, Senin 10 Agustus 2020.

" Saya ingin mengumumkan bahwa hari ini, 10 Agustus, saya terpaksa merayakan ulang tahun dalam karantina, setelah dinyatakan positif Covid-19," kata Antonio Banderas.

Antonio Banderas© Antonio Banderas

Meski demikian, Antonio mengatakan bahwa kondisinya cukup baik. Dia hanya merasa lebih cepat lelah dari biasanya. Dia yakin akan sembuh secepatnya.

" Saya ingin menambahkan bahwa saya merasa relatif sehat, hanya sedikit lebih lelah dari biasanya dan yakin bahwa saya akan pulih secepat mungkin," kata dia.

Antonio Banderas© Antonio Banderas

Antonio berharap pengobatan yang dia jalani segera bisa mengatasi penyakit yang telah memengaruhi penduduk dunia tersebut. Ia juga akan menghabiskan waktu masa isolasi dengan beragam kegiatan.

" Saya akan menggunakan masa isolasi ini untuk membaca, menulis, beristirahat, dan terus membuat rencana demi memberi arti bagi 60 tahun kehidupan saya ini," tuturnya.

2 dari 8 halaman

Perawat Hamil Positif Corona Meninggal Dunia, Dokter Tirta Beri Pesan Menyentuh

Dream - Dokter Titra berduka atas meninggalnya perawat Ari Puspita Sari dari Surabaya yang sedang hamil positif covid-19. Dokter Tirta menuliskan ucapan duka dengan mengunggah foto Ari Puspita Sari di laman akun instagramnya.

"  Inalilahi wa inna illahi rojiun Turut berduka cita sedalam-dalanya atas gugurnya rekan kerja kami Ari Puspita Sari S.Kep NS bersama janin yang dikandungannya. Semoga khusnul Khotimah, keluarga yang ditinggalkan tabah. Jangan biarkan pengorbananya sia-sia,"  tulis Dr Tirta dikutip Dream dari akun instagramnya, Senin 18 Mei 2020.

Selain ucapan duka, dr Tirta juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar mengingat jasa para tenaga medis yang gugur membantu melawan covid-19. Meski mereka menjadi bully-an dan ditolak warga karena meninggal akibat covid-19.

dokter tirta© dokter tirta

"  Kami tidak pernah melawan, meski di bully, dibilang ini itu, dibilang ga ikhlas, sempet ditolak warga, dibilang berlebihan. Jika indonesia selamat dari covid, ingatlah perjuangan kami, kata dr Tirta.

Selain itu, pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini berharap pengorbanan para tenaga kesehatan dalam menangani pandemi virus Corona tidak sia-sia.

"  Jangan biarkan pengorbanan kolega kami sia2. Ingatlah kawan :),"  tuturnya

3 dari 8 halaman

Sekeluarga Dinyatakan Positif Corona Usai Sholat Id di Masjid Bekasi

Dream - Empat orang yang berasal dari satu keluarga di Kota Bekasi, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Mereka sempat mengikuti sholat Idulfitri di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas I, Minggu 24 Mei 2020.

“ Ibu K, terus ini keluarganya,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dikutip dari Radar Bekasi, Selasa 26 Mei 2020.

Saat ditanya langkah Kota Beekasi terkait keempat orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu mengikuti sholat Id, Rahmat menegaskan bahwa mereka mengenakan masker saat ke masjid.

“ Kan udah pakai masker dia,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Kota Bekasi telah memberikan izin kepada warganya untuk menggelar sholat Idulfitri bagi warga yang tinggal di zona hijau.

 

 

4 dari 8 halaman

Jokowi Pernah Pesan 3 Juta, WHO Malah Stop Pakai Klorokuin ke Pasien Corona

Dream - Presiden Joko Widodo pernah mengumumkan memesan 3 juta Chloroquine (baca: Klorokuin) pada bulan Maret 2020 lalu. Orang nomor satu Indonesia itu meyakini obat tersebut bisa membantu melawan virus corona dari pasien Covid-19.

" Anti virusnya belum ditemukan. Tapi obat ini sudah dicoba oleh satu dua negara dan memberikan kesembuhan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Keputusan Presiden tak lepas dari keyakinan sebagian pakar kesehatan yang mengklaim Chloroquine punya potensi melawan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Chloroquine sebenarnya merupakan obat anti malaria yang telah digunakan selama sekitar 70 tahun untuk mengatasi penyakit akibat gigitan nyamuk itu.

5 dari 8 halaman

Dipakai Karena Bisa Sembuhkan Pasien SARS

Obat ini diklaim dapat memblokir virus corona yang masuk dan mengikat dirinya ke sel manusia untuk berkembang biak.

Pada 4 Februari, sebuah studi di Guangdong, China, melaporkan bahwa Chloroquine efektif dalam memerangi virus corona.

Sebuah studi di Prancis, 20 dari 36 pasien diberikan obat tersebut. Setelah 6 hari, 70 persen pasien tersebut dinyatakan sembuh.

Artinya, virus corona tidak lagi ada di sampel darah pasien tersebut, dibandingkan 12,5 persen pasien kelompok yang tidak diberi obat.

Beberapa dokter di Australia dan China juga telah melihat hasil yang menjanjikan dari penggunaan Chloroquine untuk merawat pasien Covid-19

Pemilihan Chloroquine didasarkan pada kemampuannya untuk melawan SARS, penyakit yang juga disebabkan virus corona lainnya yang masih kerabat dengan SARS-CoV-2.

" Menyadari bahwa virus Covid-19 saat ini adalah kerabat dekat (SARS), beberapa peneliti telah menguji apakah Chloroquine mungkin digunakan untuk terapi pandemi saat ini," kata Dr Andrew Preston, peneliti microbial pathogenesis di University of Bath.

6 dari 8 halaman

Penghentian Sementara Penggunaan Obat Covid-19

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pada Senin, 25 Mei 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penghentian sementara penggunaan Hydroxychloroquine untuk merawat pasien Covid-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kelompok eksekutif yang mengawasi uji coba yang dilakukan organisasi Solidarity di bawah WHO pada hari Sabtu memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan Hydroxychloroquine.

Penghentian sementara dilakukan menyusul temuan sebuah studi yang diterbitkan di situs The Lancet. Studi itu menemukan pasien Covid-19 yang diberi Hydroxychloroquine tingkat kelangsungan hidupnya ternyata rendah.

 

 

7 dari 8 halaman

Sudah Diuji Coba pada 3.500 Pasien

Hydroxychloroquine adalah salah satu dari empat obat dan kombinasi obat yang termasuk dalam uji coba yang dilakukan Solidarity terhadap lebih dari 3.500 pasien di 17 negara.

Pengobatan berpotensi lainnya, seperti obat remdesivir dan terapi HIV, masih sedang diuji untuk melihat khasiatnya dalam melawan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

" Kami ingin menggunakan Hydroxychloroquine jika aman dan manjur, jika bisa mengurangi angka kematian, jika mampu memperpendek masa rawat inap, tanpa memiliki efek samping yang signifikan," kata Dr. Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

8 dari 8 halaman

Belum Teruji Aman dan Efektif

Hydroxychloroquine dan Chloroquine biasa digunakan untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis. Obat ini juga untuk mencegah dan mengobati malaria.

Tetapi tidak ada uji klinis yang ketat dan besar-besaran yang menyebutkan bahwa kedua obat ini aman dan efektif dalam mencegah atau mengobati Covid-19.

Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat pada bulan April lalu memperingatkan bahwa obat itu 'tidak terbukti aman dan efektif untuk mengobati atau mencegah Covid-19'.

(sah, Sumber: USA Today)

Terkait
Join Dream.co.id