Viral Perseteruan Selebgram Revina dan Pria Diduga Psikolog

Showbiz | Senin, 17 Februari 2020 13:36
Viral Perseteruan Selebgram Revina dan Pria Diduga Psikolog

Reporter : Amrikh Palupi

Revina mengunggah beberapa percakapan Revina dengan korban yang mengaku jadi korban.

Dream - Unggahan selebgram Revina VT tentang perilaku seorang diduga psikolog di akun Instagramnya menyita perhatian netizen. Revina menuding pria berinisial DS yang kerap mengomentari kasus artis melakukan perbuatan yang melanggar profesinya.

Revina mengatakan pernah diajak kolaborasi membuat konten bersama DS. Namun rencana tersebut dibatalkan karena dia meragukan profesi psikolog yang diklaim pria berkacamata itu.

Dari penelusuran Revina, pria tersebut ternyata berprofesi sebagai terapis yang memiliki beragam lisensi dan bukannya psikolog.

" Tujuan gue untuk blow up ini bukan tidak suka sama orangnya karena gue sama sekai ga kenal, kemarin gue diajak collabs. Setelah gue cek ternyata dia bukan psikolog, dia terapis dengan lisensi apa. Dia hal-ahal yang membuat gue curiga," kata Revina.

 revina VT© revina VT

Revina mengaku telah mengecek lisensi dan izin praktik dari pria tersebut. Hasilnya, dia mengaku tak menemukan bahkan menuding izin praktik dari DS palsu karena lisensinya tidak jelas.

Kecurigaan Revina semakin menguat saat sejumlah korban mengirimkan pesan pribadi berisi pengalaman saat berhubungan dengan DS. Pengakuan tersebut secara terang-terangan diunggah di akun instagramnya @revinavt.

Korban-korban itu mengaku diperdaya dengan kedok terapi oleh DS. Tapi ujung-ujungnya, DS mengajak beberapa pasiennya melakukan terapi di kamar hotel. Sampai akhirnya korban mengalami pelecehan seksual salah satunya dicium-cium.

" Ini terakhir kali gue ngepost tentang @d***********j yang ngajak ngamar salah satu orang yang pernah ikut terapinya, dan kalian baca sendiri ya. Gue udah males, diserang sama diehard fans yang ga terliterasi dengan baik dan seenaknya ngomong gue matiin rezeki orang," kata Revina.

 Revina VT© Instagram @revinavt

(Instagram @revinavt)

 

2 dari 6 halaman

Tujuan Blow up Kasus DS

Revina secara tegas tidak memiliki tujuan tertentu membuka kasus terapi yang dilakukan oleh DS. Dia hanya ingin peduli dengan masalah mental dan para korban yang mengaku menjadi korban pelecehan.

" Gue ngeblow up tanpa tujuan, ga ada yang dirugikan dll. Ya intinya sih, gue mau kalian tahu, gue aware sama masalah mental dan gue ga mau ada yang diterapi sama orang ga berlisensi apapun,"  ucapnya.

Revina mengatakan bahwa apa yang diungkap ke publik tentang DS telah disertai berbagai bukti-bukti yang diperolehnya. Mulai dari melakukan penyelidikan tentang lisensi sampai bukti percakapan wanita yang menjadi korban DS.

" Untungnya saya bicara pake data, dan bukti. Semoga kalian juga bisa berpikir dan berperilaku cerdas. Btw, korban yang kirim ini tidak mau disebutkan namanya :)," tuturnya.

3 dari 6 halaman

Klarifikasi DS

Tak lama setelah Revina mengungkapkan pernyataan menghebohkan itu, DS membuat klarifikasi di akun instagramnya. Ia menjelaskan mengenai gelar akademis yang dimilikinya.

DS mengaku pernyataan yang disampaikan Revina adalah fitnah. Selama ini DS mengaku tak pernah mengenal Revina. 

" Ini semua sudah kebangetan sih fitnah..apalagi yang soal videocall duogoogle. Saya saja baru tahu ada duogoogle. Orang yang bersangkutan yang katanya namanya siap di exose saya aja tidak kenal dia sama sekali," kata DS.

 Revina VT© Instagram @revinavt

(Instagram @revinavt) 

DS mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan ucapan Revina yang dianggapnya sebagai fitnah. DS malah mempertanyakan motif di balik tindakan Revina yang dianggapnya sebagai cara menambah follower akun Instagram.

" Teman-teman tolong jangan ikut jadi bagian yang percaya fitnah. Mbahk saya nggak kenal sama kamu sama sekali. Videocall duogoogle aja saya baru tahu, kita nggak pernah DM sama sekali. Mbak tujuannya apa? Mau naikin followers," ucap DS.

4 dari 6 halaman

Meminta Revina Buat Laporan ke Polisi

DS tak lupa mengajak Revina untuk menyelesaikan masalah tersebut ke jalur hukum. Dia tidak ingin ucapannya jadi melebar mana berharap bisa menyelesaikan kasusnya di pengadilan.

" Revina mohon kita proses aja di pengadilan jangan terus menerus expose sesuatu yang kamu sendiri belum mengecek sama sekali. Hanya chat dm dan wa sudah kamu expose, itu semua bisa di edit. Selama ini aku ajarin orang sabar. Sehingga aku kalem beberapa hari ini, tapi kok ini fitnahnya udah berlebihan yah," ungkapnya.

DS meminta Revina untuk mengecek bukti percakapannya dengan wanita yang mengaku korban. Sebab, DS mengklaim jika percakapan itu palsu dan diedit.

" Sebaiknya sama mbak-mbak yang fitnah aku itu, kamu cek dulu sama teman-teman kamu yang IT itu bener ngga chat asli," imbuhnya.

5 dari 6 halaman

Bantah Tudungan Pelecehan

Selain itu DS juga membantah tudungan Revina yang melakukan terapi di hotel dengan mencium para wanita yang menjadi pasiennya.

" Cium-cium tubuh seseorang dari kepala sampai kaki? Mbak kalau mau fitnah kira-kira mbak. Selama ini saya diam karena saya sering ajarin orang ikhlas maka saya harus ikhlas. Namun fitnah makin luas biasa," kata DS.

 Revina VT© Instagram @revinavt

(Instagram @revinavt)

DS juga meminta kembali masyarakat tidak termakan fitnah yang dilontarkan oleh Revina.

" Entah apa tujuan dari kisah-kisah palsu ini, teman-teman tolong jangan mau jadi bagian dari penyebaran fitnah," tutur DS.

6 dari 6 halaman

Pernah Jadi Korban Pelecehan, Jessica Iskandar Trauma

Dream - Jessica Iskandar atau Jedar bercerita pernah mengalami perlakuan kurang menyenangkan di masa lalunya. Kasus siswi SMP di Pontianak yang alami kekerasan mengingatkan Jedar kejadian di masa kecilnya.

Ia mengungkap saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pernah mengalami pelecehan dari anak laki-laki. Kala itu, Jedar sedang berjalan bersama kakaknya tapi saat itu ada sekelompok anak laki-laki yang langsung menyoleknya.

" Jadi waktu itu aku lagi jalan sama mbak aku, lagi mau nyeberang jalan tiba-tiba ada anak-anak kecil lelaki gitu kayak langsung N****l (nyolek)," kata Jessica Iskandar, ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat 12 April 2019.

 jedar dan richard© jedar dan richard

foto : @inijedar

Akibat kejadian tersebut, ibu satu anak ini mengaku trauma dan tidak berani berjalan kaki. " Itu aku shock banget sampai aku tidak berani pergi lagi tanpa naik mobil. Aku tidak berani jalan kaki," kata dia. (mut)

Terkait
Join Dream.co.id