Ridho Suami di Hijab Tantri

Showbiz | Minggu, 27 Mei 2018 15:30
Ridho Suami di Hijab Tantri

Reporter : Nur Ulfa

Tantri memutuskan berhijab dengan penuh perjuangan. Butuh tiga tahun berproses. Berulang kali meminta izin pada sang suami, Hatna Danarda.

Dream - Wanita berhijab itu berjingkrak. Melangkah lincah ke tengah pentas. Raut riang. Terus melempar senyum ke arah dua lusin bocah yang meriung di depan panggung mini itu.

“ Halo...,” sapa wanita berkerudung biru itu. Dia melambaikan tangan. Disambut tepuk tangan bocah-bocah berbusana Muslim itu. Riuh.

Dari samping, dua teman menyusul. Memenuhi pentas seukuran seperempat lapangan badminton itu. Ruangan itu semakin bergemuruh. Semakin hidup dengan tamu istimewa.

Perempuan berhijab itu adalah Tantri. Pada Selasa 22 Mei 2018 itu, bersama Chua dan Cella dia menghibur anak-anak dari Sanggar Alang. Di ujung senja itu, band Kotak menggelar buka puasa bersama komunitas anak jalanan.

Tantri memang puasa hari itu. Tak makan dan minum sejak fajar hingga matahari ditelan ufuk. Tapi bukan berarti dia harus loyo. Meski pentas itu bukan tempat konser yang ditonton puluhan ribu Kerabat Kotak, dia tetap tampil energik.

Lihatlah aksinya. Dia menghibur anak-anak jalanan itu. Dari sofa biru di tengah pentas itu, dia sanggup membuat bocah-bocah polos itu tergelak. Dia bercerita pengalaman puasa semasa kecil. Tantri bertanya, “ Siapa yang kalau sholat saat puasa wudunya dilama-lamain?”

Tak hanya bertanya. Tantri menggambarkannya dengan mimik kocak. Bibir dikunci rapat. Pipi dikembungkan. Dia seolah berkumur. Mendongak ke atas dan membuka mulutnya. Jadilah bocah-bocah itu terbahak-bahak. Keriangan buka puasa di kantor Warner Music itu menutup tur promo single baru Kotak hari itu.

Kegiatan Tantri dan Kotak memang padat. Acara buka puasa dengan anak jalanan ini bukan satu-satunya yang dilakoni hari itu. Sejak matahari baru sepenggalah, dia sudah keluar rumah. Datang ke tiga stasiun radio untuk promo lagu baru. Masih Ada.

Meski demikian, dia mengaku Ramadan tahun ini tak sesibuk tahun yang sudah-sudah. “ Kalau tahun lalu hampir enggak pernah kali tarawih, karena sibuk kerja segala macam,” tutur Tantri.

Tahun ini, dia agak longgar. Dia sengaja minta manajemen untuk menyusut kegiatan mentas. Sehingga, bisa fokus ibadah di bulan suci ini. Minimal, bisa lebih sering sholat Tarawih. “ Kalau tiap hari tarawih di masjid kayaknya agak sulit. Tapi untuk tahun ini ibadah aku kencengin lagi,” tambah dia.

Tantri memang terlihat beda pada bulan Puasa kali ini. Ramadan ini jadi yang pertama baginya usai memutuskan berhijab. Selain busana yang sudah menutup aurat, Tantri juga mulai memperdalam agama. Perlahan berubah. “ Ya perubahanya dengan ini berhijab,” kata dia.

“ Terus juga, kalau tahun lalu itu masih ngejar dunia dan untuk tahun ini minimal belajar sedikit demi sedikit lebih dalam lagi,” tambah wanita bernama lengkap Tantri Syalindri Ichlasari ini.

Berproses. Itulah yang sedang dijalani Tantri. Perubahan tak harus frontal. Bisa dilakukan secara perlahan. Mengenakan hijab bukan berarti sang lady rocker ini berubah dalam waktu singkat. “ Bukan dengan berhijab aku jadi berubah seratus persen,” ujar dia.

Meski mulai berubah, ibu satu anak ini tak mau dinilai lebih religius dari sebelumnya. Bagi Tantri, ukuran beragama tidak bisa dikasih tunjuk kepada oranglain. Hanya Tuhan yang tahu. “ Masalah religius atau apa, saya enggak bisa nilai,” tuturnya.

***

 Tantri

Tantri dan keluarga (Instagram @tantrisyalindri)

Perubahan Tantri itu tak terjadi dalam sekejap. Hijab itu diputuskan dengan penuh perjuangan. Butuh tiga tahun berproses. Berulang kali meminta izin pada sang suami, Hatna Danarda. Namun dia selalu mendapat tanya tentang keyakinan di hatinya. Menurut sang suami, hijab bukan untuk dibuka tutup.

Pergolakan hati itu semakin memuncak menjelang berangkat umroh awal tahun ini. Tantri kembali meminta izin kepada sang suami. “ Pas mau berangkat umroh ini udah minta pakai hijab,” kata dia.

“ Tapi suami langsung bilang, 'Sudahlah ngapain euforia doang itu. Hijab tuh bukan yang kaya bulu mata palsu yang bisa lepas pasang lepas pasang',” tutur tantri menirukan pendapat suaminya.

Mendapat jawaban itu, Tantri kembali memikirkan niatnya untuk berhijab. Bagi dia, rida suami jadi pertimbangan utama. “ Daripada belum dapat rida dari suami, ya udah enggak jadi.”

Tapi bukan berarti gundah hati Tantri reda. Batinnya terus bergejolak. “ Terus aku tiba-tiba melihat wajah anak aku yang sudah dua tahun, aku mikir anak gue udah gede kok gue gini-gini aja ya,” ujar dia.

Tantri terus merenung. Hatinya terus berbisik. Dia merasa sudah dikasih segalanya di dunia ini. Ada rasa kosong di hatinya. “ Apa aku harus berhijab ya? Itu ngomog begitu baru sama Allah, belum ngomog ke siapapun.”

Dari keresahan yang membuncah itulah Tantri berdoa. Dia meminta petunjuk. Dan, satu hari jelang ke Tanah Suci, dia sekali lagi meminta izin kepada suaminya untuk berhijab.

Saat itu, Tantri sudah bertekad bulat. Bila sang suami mengizinkan, dia minta didoakan supaya keimanannya dkuatkan. Namun kalau tidak disetujui, dia sudah pasrah. Yang penting kala itu, Tantri mengutarakan lagi niat bulatnya tersebut.

“ Ya udah, suami bilang ‘Kalau itu sudah niat kamu dan kalau sudah dapat petunjuk-Nya dan udah yakin enggak akan lepas-pasang lepas-pasang, ya udah pakai aja, Insyallah mendukung,” kenang Tantri.

Hati Tantri pun lega. Niat bulatnya untuk berhijab didukung penuh oleh sang suami. Sejak pulang dari Tanah Suci, Tantri terus menutup auratnya dengan hijab. Dia berhijrah.

“ Pada dasarnya suami mendukung, cuma dia takut nanti dia punya tanggung jawab tersendiri. Kalau istrinya cuma mau main-main, buat apa? Tapi kalau dia merasa istrinya yakin pada saat itu, ya udah.”

Tantri bersyukur jalan yang dia pilih menjadi lancar setelah umroh. Sebab, tak hanya keluarga, personel Kotak lainnya, Chua dan Cella ternyata juga mendukung penuh. Keduanya bisa menerima Tantri dengan gaya baru.

Alhamdulillah teman Kotak support ya, apalagi ini berubah ke arah lebih baik dong, bukan ke arah kacau,” tutur Tantri.

Tantri tak menampik adanya pro dan kontra penampilan barunya di kalangan penggemar. Ada Kerabat Kotak yang mendukung. Namun sebagian kontra. “ Yang kontra takut penampilan aku kayak emak-emak yang akan ngomogin soal agama di atas panggung,” tutur dia.

Ada pula yang khawatir penampilan garang Tantri di atas panggung akan menjadi lesu. Tantri sadar betul kerisauan para penggemarnya. “ Tapi anggapan itu kami patahkan,” lanjut Tantri.

***

 Band Kotak

Tantri dan band Kotak (Instagram @bandkotak_)

Yang jelas, hijab bagi Tantri bukanlah penghalang kreatifitas. Dia tetaplah vokalis band rock. Aksi pentasnya tak surut. Dia berusaha tampil sesuai porsi. Profesional. “ So far sampai saat ini masih kerja seperti biasa.”

Tantri masih menampilkan koreo atraktif sebagai penyanyi rock di panggung. “ Enggak mungkin kalau aku bawakan lagu bit, anak-anak loncat terus aku diam aja. Itu sudah fals istilahnya,” kata dia.

“ Aku berusaha untuk jadi Tantri Kotak aja, karena memang enggak bisa dipungkiri sudah dengerin musik pasti loncat-loncat,” tambah dia.

Dan, lihatlah aksinya sore itu. Di depan lusinan bocah-bocah itu Tantri tak berubah. Di atas sofa itu, dia tetap menghentakkan kaki. Menggoyang badan, dan mengangguk-anggukkan kepala. Larut dalam irama petikan gitar Cella dan betotan senar bass Chua. Serta alunan jimbe yang ditabuh dua anak Sanggar Alang.

Mereka ngejam. Bernyanyi bareng anak-anak yang berjubel di ruangan. Suaranya tetap khas. Melengking. Bening. Ruangan itu benar-benar hidup oleh aksi Tantri dan kawan-kawannya. Tiga lagu mereka bawakan untuk pengantar berbuka. Termasuk yang sedang mereka promosikan, Masih Ada.

Berhijab juga tak membuat Tantri bingung memilih busana. Sebab, sejak dulu dia selalu mengenakan pakaian tertutup. Sehingga, tinggal memadupadankan dengan hijab saja.

“ Karena aku kan atraktif di atas panggung, jadi cari hijab yang bisa nutup tapi enggak yang berantakan kalau lagi nyanyi,” tutur dia.

Memang ada tempat tertentu yang dihindari Kotak sejak Tantri berhijab. Tidak seperti sebelumnya, merka kini tak akan lagi manggung di kelab-kelap. “ Tapi masih ada beberapa tempat yang masih bisa kita mainin, kan?” tambah Tantri.

 Tantri dan band kotak

Tantri dan band Kotak (Instagram @bandkotak_)

Meski demikian, rezeki Kotak tak menyusut. Tuhan membukakan pintu lain untuk rezeki mereka. Mereka percaya Tuhan telah mengatur rezeki umatnya. Tidak akan tertukar selama mau berusaha. “ Dengan proses seperti ini aja justru malah makin banyak rezeki lain.”

“ Ada beberapa tawaran yang tadinya enggak kepikiran, terus ada tawaran itu. Jadi yaitu dia, ada tempat yang enggak bsa dimainin, tapi malah ada tempat yang justru mendatangkan kita rezeki,” tambah dia.

Dengan hijab ini, ada satu harapan yang terus dipelihara Tantri. “ Semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Tantri. 

(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id