Rachel Vennya Tidak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Polisi Beber Alasan

Showbiz | Rabu, 3 November 2021 18:30

Reporter : Nur Ulfa

Rachel Vennya bersama kekasih dan managernya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Dream - Rachel Vennya bersama sang kekasih, Salim Nauderer dan manajernya resmi ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pelanggaran karantina. Meski berstatus tersangka, polisi tidak menahan ibu dua anak tersebut.

" Ini yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu, 3 November 2021.

Selain mereka bertiga, polisi juga menetapkan tersangka kepada salah seseorang yang dianggap telah memberikan bantuan kepada Rachel, Salim, dan managernya untuk keluar dari ruang karantina di Wisma Atlet Jakarta.

" Hasil dari gelar perkara menetapkan empat orang tersangka," ucap dia.

Dengan status yang baru, Rachels Vennya akan kembali diminta keterangan oleh polisi dalam proses pemeriksaan yang berlangsung pekan depan.

" Nantinya diproses sambil berjalan kita menunggu hasil selanjutnya dari penyidik," imbuh dia.

Meski sudah berstatus tersangka, mantan istri Niko Al Hakim tidak dikenakan tahanan oleh pihak kepolisian. Alasannya, ancaman hukuman penjara yang bisa menjerat Rachel hanya satu tahun.

" Secara subjektif seperti ini ancamannya satu tahun penjara. Kalau 5 tahun ke atas baru kita tahan," tutur Yusri.(Sah)

Rachel Vennya Tidak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Polisi Beber Alasan
Rachel Vennya Ditetapkan Sebagai Tersangka (Foto: Deki Prayoga/Dream)
2 dari 4 halaman

Jalani Pemeriksaan Kedua, Status Rachel Vennya Masih Saksi

Dream - Selebgram Rachel Vennya kemungkinan masih akan melalui proses pemeriksaan panjang dalam dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan saat pandemi. Rachel saat ini sudah menjalni dua kali pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya. 

" Statusnya masih saksi," kata kuasa hukum rachel Vennya, Indra Raharja di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 1 November 2021.

Menurut Indra, kliennya kemungkinan masih akan menjalani pemeriksaan ketiga karena statusnya saat ini masih ditetapkan sebagai saksi.

" Kemungkinan ada, kita nanti nunggu panggilan," ujar dia lagi.

Terkait pemeriksaan yang berlangsung hari ini, Indra mengungkapkan Rachel mendapat 38 pertanyaan dari tim penyidik yang memeriksanya. Namun Indra tidak bisa mengungkapkan lebih detail pertanyaan yang diajukan kepada kekasih Salim Nauderer ini karena sudah masuk inti perkara. 

" Kalau seputar apanya, ada sama penyidik ya. Aku tidak bisa sharing di sini. Ya kronologis dan lain lainnya lah," imbuh dia.(Sah)

3 dari 4 halaman

Reaksi Rachel Vennya Jika Ditetapkan Tersangka Kasus Kabur Karantina

Dream - Rachel Vennya kembali diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin, 1 November 2021 terkait kasus karantina yang tidak ia jalani usai dari Amerika Serikat.

Dari pemeriksaan sebelumnya, polisi menemukan unsur adanya pidana pada kasus Rachel Vennya.

" Hasilnya (gelar perkara kasus kabur karantina yang dilakukan Rachel Vennya) adalah dari lidik naik ke sidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sedangkan menurut Indra Raharja, kuasa hukum Rachel, memastikan kalau mantan istri Niko Al Hakim tersebut akan menerima semua hasil pemeriksaan. Termasuk dengan statusnya yang akan naik sebagai tersangka.

" Artinya sebagaimana yang sudah Rachel sampaikan, dia taat, patuh, dan siap mengikuti proses hukum," tutur Indra.

Diketahui sebelumnya, Rachel Vennya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa sudah menjalani pemeriksaan pertama pada 21 Oktober 2021. Hingga kini polisi belum menetapkan Rachel sebagai tersangka.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 4 halaman

Kasus Dugaan Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Sudah Ada Tersangka?

Dream - Polda Metro Jaya menyatakan kasus dugaan kaburnya Rachel Vennya dari karantina telah naik ke penyidikan. Meski demikian, penyidik masih memerlukan pemeriksaan kembali untuk Rachel.

" Ke depan, kita sedang siapkan administrasi untuk memanggil lagi yang bersangkutan untuk kita mintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus.

Menurut Yusri, ditemukan adanya pelanggaran pidana dalam kasus Rachel. Temuan ini didapat dari hasil gelar perkara yang dijalankan pada Rabu, 27 Oktober 2021.

" Gelar perkara hasilnya adalah dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata dia.

Atas kasus ini, Rachel diduga melanggar aturan karantina yang tertuang dalam Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan dan UU Wabah Penyakit. Di dua UU tersebut, pelanggaran karantina digolongkan sebagai pidana.

" Ancaman 1 tahun penjara," kata Yusri, dikutip dari Liputan.com.

 

Join Dream.co.id