Pidi Baiq: Sosok Pencipta 'Dilan' yang Misterius

Showbiz | Senin, 23 April 2018 18:30
Pidi Baiq: Sosok Pencipta 'Dilan' yang Misterius

Reporter : Dwi Ratih

Sosoknya yang puitis, Pidi Baiq juga terkenal dengan penuh misteri dan kejutan.

Dream - Nama Pidi Baiq semakin terkenal setelah film Dilan 1990 yang diadaptasi dari novel miliknya sukses menjadi salah satu film paling banyak ditonton. Sebelum naik ke layar lebar, kisah Dilan yang ditulis Pidi memang sudah berhasil menyentuh hati publik.

Sosok yang akrab dipanggil dengan nama ayah Pidi ini sudah cukup lama berkecimpung di dunia seni. Pidi tercatat sebagai dosen di Fakultas Seni dan Sastra Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pidi juga dikenal sebagai seorang pemain musik dan penulis buku

Darah seni Pria kelahiran Bandung, 8 Agustus 1972 ternyata tak hanya di dunia tulis-menulis. Dia termasuk salah satu seniman multi talenta yang dimiliki Indonesia. Di balik semua karyanya, Pidi ternyata salah satu sosok misterius. Tidak bisa ditebak dan sangat unik.

1. Multitalenta

Pria 45 tahun ini bukan hanya seorang dosen, musisi dan penulis. Ia juga seorang ilustrator, komikus, pencipta lagu dan terbaru, sutradara. Pada proyek film DILAN 1990, Pidi Baiq turun langsung sebagai sutradara mendampingi Fajar Bustomi.

Pidi juga dikenal sebagai penulis puisi dengan karya yang sudah tersebar luas di seantero negeri. Beberapa puisinya diabadikan di tembok-tembok jalanan Bandung, kota kelahirannya tercinta.

 Instagram.com/pidibaiq

2. Vokalis band yang tak mau tampil di televisi

Menurut Pidi, televisi bukanlah dunianya. Ia tak mau tampil di depan kamera lalu diatur-atur oleh orang lain. Bukan sombong, namun ia merasa itu bukan dunianya dan Pidi memang tak suka terlalu dipublikasikan.

Belakangan, Pidi pun tak banyak tampil di atas panggung bersama The Panas Dalam. Ia menyerahkan mic kepada Erwin dan memantau band yang ia gawangi dari jauh. Sesekali muncul, namun tak terlalu intens manggung bersama band The Panas Dalam.

3. Interaktif di media sosial

Meski tak suka tampil di depan kamera dan jarang melakukan wawancara dengan media, bukan berarti Pidi menjauhi publik. Ia aktif di dunia maya, memiliki akun di Facebook, Twitter dan juga Instagram dengan ID @pidibaiq yang diikuti oleh ribuan orang.

Pidi Baiq terkenal aktif berselancar di dunia maya. Dia kerap membalas pertanyaan dan komentar di akun pribadinya. Namun media sosial milik Pidi bukan tempat untuk memamerkan kehidupannya dan juga keluarga. Foto diri amat jarang diposting. Jika ada, biasanya bersama orang lain atau dengan pose yang unik.

 Instagram.com/pidibaiq

4. Buku DILAN 1990 ditulis karena kerinduan pada Indonesia

Sebelum dijadikan buku, DILAN 1990 adalah sebuah tulisan Pidi di blog pribadi yang ia tulis kala tinggal di Rusia. Rasa rindu pada tanah kelahirannya dan masa muda kala SMA membuat Pidi menciptakan karakter Dilan.

Ia tak pernah memaksudkan tulisan tentang Dilan yang disebut sebagai proyek drunken alias tulisan kacau ala orang mabuk sebagai novel yang bakal laku. Namun ternyata ada banyak pembaca yang suka dan memintanya untuk terus melanjutkan tulisannya tentang Dilan.

Sampai akhirnya terbit DILAN: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 terbit tahun 2014, DILAN Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 terbit tahun 2015 dan MILEA: Suara dari Dilan terbit tahun 2016.

Pidi pernah mengungkap bahwa ia sangat menyukai sosok Dilan yang slengekan. Namun ketika ditodong oleh pembaca, apakah Dilan adalah gambaran masa mudanya, Pidi tak mau menjawab. Menjadikan semuanya sebagai misteri yang tak terpecahkan hingga kini.

5. Tak mau tahu urusan royalti dan pemasukan

Dengan berbagai karyanya yang meledak, pemasukan Pidi dari royalti dan uang hasil manggung bersama The Panas Dalam tentu tidak sedikit.

Namun menurutnya, urusan ini adalah masalah duniawi dan ia tidak peduli. Pidi tidak pernah tahu berapa royalti yang ia terima meski pihak penerbit selalu melaporkannya.

Semua ia serahkan kepada sang istri dan hanya meminta uang saku setiap hari dengan jumlah secukupnya, asal bisa untuk ongkos harian.

Soal royalti dari lagu yang ia ciptakan, buku karyanya dan film DILAN 1990 yang sukses besar di pasaran, Pidi tak ambil pusing.

 Instagram.com/pidibaiq

Baginya, urusannya adalah untuk menciptakan karya, tanpa tekanan dari siapapun. Jadi royalti adalah masalah duniawi yang tak perlu ia pikirkan.

Selain seri DILAN, Pidi juga membukukan beberapa tulisannya yang lain. Karya terbarunya adalah Asbunayah yang berisi pemikiran-pemikiran randomnya.

Dan tak lama lagi, buku DILAN seri kedua akan difilmkan yang rencananya bakal tayang pada akhir 2018 nanti. Buat para penggemar Ayah Pidi, Sahabat Dream bisa tatap muka dan ngobrol-ngobrol langsung di XYZ Day 2018.

Temukan jadwal talkshow Pidi dan dapatkan tiket masuknya di sini.

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id