Cara Nabila Syakieb Redam Cemburu Anak Sulung pada Calon Adik

Showbiz | Jumat, 19 Juli 2019 07:23
Cara Nabila Syakieb Redam Cemburu Anak Sulung pada Calon Adik

Reporter : Cynthia Amanda Male

Jarak usianya juga nggak begitu jauh.

Dream - Banyak orangtua yang merasa khawatir anak sulungnya merasa cemburu saat memiliki adik. Kekhawatiran tersebut juga dirasakan oleh artis Nabila Syakib.

Namun, Nabila Syakieb punya cara untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan cara menanamkan pengertian bahwa dirinya tengah mengandung calon adik.

" Kalau lagi bercanda, dia sering di-involve sih selama kehamilan. Tapi, kita harus lihat pas bayinya keluar. Mudah-mudahan dia fine," ujar Nabila Syakieb di Aston at Kuningan Suites, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

 Nabila Syakieb

Foto: Instagram.com/nsyakieb85

Artis berdarah Arab ini juga berencana menggunakan jasa baby sitter, sehingga dia bisa membagi perhatian untuk kedua anaknya..

" Kalau anak pertama aku ngurus sampai tujuh bulan. Yang ke dua pasti butuh bantuan baby sitter karena enggak bisa gitu aja lupa sama anak pertama. Kan ada dua anak yang harus diperhatikan, jadi pasti pakai," jelas dia.

Hingga kini, Nabila masih menunggu kelahiran anak ke duan sambil tetap beraktivitas. Dia juga selalu mengonsumsi makanan bergizi serta berolahraga pilates.

" Walaupun worry, di kehamilan ke dua ini aku lebih easy going sih. Enggak terlalu banyak parno dan enggak terlalu banyak capek," tutup aktris 33 tahun ini.

2 dari 6 halaman

Perhatikan Asupan Saat Hamil, Jangan Sampai Anemia

Dream - Banyak risiko yang harus dihadapi oleh wanita hamil, salah satunya anemia. Kurangnya sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dapat mengancam kesehatan janin.

Selama masa kehamilan, volume darah ibu hamil meningkat sebanyak 30-50 persen. Ibu membutuhkan pasokan zat besi lebih banyak untuk membantu peredaran oksigen ke seluruh tubuh.

" Ibu hamil tanpa anemia saja bisa mengalami pendarahan sewaktu persalinan. Jika ia memiliki anemia, pendarahan bisa jadi lebih parah dan meningkatkan risiko kematian ibu hamil dan bayi," papar drg. Vitria Dewi di jumpa pers Nutrition InternationalJakarta, beberapa hari lalu.

3 dari 6 halaman

Risiko Pendarahan

Risiko pendarahan bisa diperparah dengan adanya sindrom preeklamsia yang biasanya muncul bersamaan dengan kenaikan berat badan, tekanan darah, terjadi edema hingga munculnya protein di dalam urin.

Perlu diingat bahwa segala jenis persalinan baik caesar maupun normal sama-sama memiliki risiko pendarahan kronis akibat anemia.

4 dari 6 halaman

Picu Kelahiran Prematur

Sementara dari segi anak, anemia dapat memicu bayi lahir secara prematur dan meningkatkan risiko malnutrisi serta stunting. Si kecil juga berisiko mengidap penyakit tidak menular seperti diabetes di kemudian hari.

" Kasus tersebut banyak ditemukan di daerah yang masih mengadaptasi budaya nikah dini yang belum teredukasi mengenai tablet tambah darah (TTD). Perempuan banyak mengalami anemia sejak remaja, terutama ketika sudah menstruasi," ujarnya.

5 dari 6 halaman

Suplemen Penambah Darah

Perempuan dianjurkan mengonsumsi TTD sebanyak satu kali dalam seminggu sejak usia remaja. Ketika hamil, konsumsi bisa dilakukan setiap hari karena kebutuhan zat besi yang meningkat menjadi 27 miligram per hari.

Selain itu, perbanyak asupan sayur-mayur seperti bayam dan brokoli untuk membantu proses pembentukan hemoglobin (Hb) serta penyerapan zat besi.

6 dari 6 halaman

Kelelahan Bisa Ibu Hamil Kontraksi Lebih Cepat

Dream - Membawa janin yang cukup berat dalam rahim sambil beraktivitas seharian, tentunya bukan perkara mudah. Apalagi bagi ibu yang bekerja seharian dari pagi sampai malam.

Kelelahan pastinya bakal dialami. Penting bagi ibu untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh. Saat merasa lelah, beristirahatlah beberapa menit. Setelah tubuh fit, baru lanjutkan pekerjaan.

Mengapa demikian? Menurut dr. Ardiansjah Dara, spesialis kebidanan dan kandungan, kelelahan dapat memicu kontraksi lebih cepat sehingga bayi bisa saja lahir prematur.

Selain kelelahan, nyeri dan stres dapat menjadi faktor lain terjadinya kontraksi lebih cepat. Nyeri yang dialami ibu saat jatuh jadi kasus paling sering dialami oleh ibu hamil.

" Nyeri juga dapat memicu kontraksi, misalnya ketika sedang naik bus dan kaki terinjak, ibu yang kaget dan merasa nyeri dapat memicu kontraksi" , kata Ardiansjah seperti dikutip dari Liputan6.com

Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri
Join Dream.co.id