Mulan Jameela Dipanggil Polisi Soal Investasi Bodong, Ini Kata Ahmad Dhani

Showbiz | Rabu, 15 Januari 2020 18:23
Mulan Jameela Dipanggil Polisi Soal Investasi Bodong, Ini Kata Ahmad Dhani

Reporter : Nur Ulfa

Sebelumnya, sejumlah artis dipanggil oleh penyidik Polda Jatim untuk dimintai keterangan terkait investasi bodong Memiles.

Dream - Ahmad Dhani menilai pemanggilan Mulan Jameela oleh penyidik Polda Jatim terkait investasi bodong Memiles terlalu mengada-ada. Menurut dia, istrinya itu tek terkait dengan investasi bodong tersebut.

" Pemanggilan itu menurut saya terlalu mengada-ada, karena kan Mbak Mulan cuma nyanyi," kata Ahmad Dhani di Fx Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu 15 Januari 2020.

Pria yang baru saja bebas dari penjara itu menambahkan, pemanggilan itu karena sang istri punya nama besar. Mulan dikait-kaitkan dengan kasus ini meski tidak ikut berinvestasi di Memiles.

" Mungkin Mba Mulan lebih menarik buat media, sehingga yang dibicarakan Mbak Mulan. Padahal yang lain malah ada yang ikut investasi. Mulan kan sama sekali tidak ikut investasi," lanjutt Ahmad Dhani.

Menurut dia, Mulan hanya diminta untuk menyanyi dalam acara Memiles, bukan ikut berinvestasi. " Cuma diundang nyanyi, berbayar, profesional, sudah," tegas Ahmad Dhani.

Sebelumnya, sejumlah artis dipanggil oleh penyidik Polda Jatim untuk dimintai keterangan terkait investasi bodong Memiles. Para artis itu antara lain Marcello Tahito dan Judika.

2 dari 6 halaman

Nama Judika Dicatut Investasi Bodong, Ini Kata Manajer

Dream - Manajer Judika, Adjie, mengatakan bahwa artisnya tidak terkait dengan investasi bodong MeMiles. Dia menyebut Judika tidak pernah menerima endorsement dari investasi bodong tersebut.

" Enggak ada, sama sekali enggak ada, bahkan kalau dibuka Instagramnya segala macam (endorse) enggak ada," ujar Adjie saat dihubungi, Jumat 10 Januari 2020.

Menurut Adjie, Judika memang pernah diundang untuk mengisi acara MeMiles di Istora, Jakarta. Sehingga nama Judika dikait-kaitkan dengan investasi bodong tersebut.

" Pengisi acara saja sebenarnya, kalau aku melihat mungkin karena ada nama lumayan gede nempel di situ, Judika. Jadi mungkin mereka butuh kesaksian segala macam, jadi ngundangya Judika," tambah dia.

3 dari 6 halaman

Panggilan Polisi

Dalam kasus investasi bodong ini, Polda Jawa Timur, mengungkapkan ada empat public figure yang namanya di sebut, salah satunya Judika. Sehingga polisi memanggil Judika untuk dimintai keterangan.

Soal panggilan untuk pemeriksaan pada 22 Januari mendatang, Adjie mengaku belum tahu apakah Judika bakal datang atau tidak. Sebab, jadwal pekerjaan Judika sangat padat.

" Belum pasti, lihat jadwalnya dulu, pertama itu kan cuma sebagai saksi, yang ke dua itu kan gak ada hubungannya sama sekali sama Judika, karena kan Judika hanya sebagai pengisi acara di Istora, enggak ada endorse enggak ada apa-apa," kata Adjie.

4 dari 6 halaman

Terbongkar Investasi Bodong MeMiles, Banyak Figur Publik Terjerat

Dream - Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar kasus investasi bodong, MeMiles, yang beromzet Rp750 miliar. Polda Jatim memanggil beberapa figur publik yang terlibat dalam promosi hingga pembelian saham investasi bodong PT Kam and Kam berbasis aplikasi pada pekan depan.

“ Kami sudah memanggil saksi beberapa nama papan atas, figur publik, atau artis inisial ED, MT, AN, dan J pada minggu depan. Masing-masing berbeda tanggalnya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 10 Januari 2020.

Publik figur inisial J telah konfirmasi akan hadir pada 22 Januari, karena masih ada kesibukan.

" Untuk konfirmasi sejauh ini, ada beberapa seperti J sudah mengonfirmasi terkait ketidakhadirannya pada penyidik untuk menunggu dari tim manajer karena ada kegiatan di Jakarta," kata Trunoyudo.

Disinggung alasan keterlibatan para figur publik ini, Truyonodo masih belum bisa menjelaskan. Alasannya proses pemeriksaan masih akan berlangsung menunggu kehadiran publik figur tersebut.

" Minimal proses keterlibatannya yaitu adanya bagian dari member, kemudian ada juga ada kegiatan yang kemungkinan bisa dikembangkan oleh penyidik, seperti apakah ada keterkaitan dengan sistem operasional PT Kam and Kam dalam akun MeMiles ini," kata dia.

5 dari 6 halaman

Awal Mula Terbongkar

Kasus investasi ilegal MeMiles ini terbongkar ketika Polda Jatim mendapatkan investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ilegal ini menggunakan PT Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu tanpa mengantongi izin.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles. Peminatnya pun cukup besar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, sudah ada 264 ribu member selama delapan bulan dengan omzet Rp750 miliar.

Polda Jatim pun menangkap dua tersangka terkait kasus tersebut. Tersangka itu berinisial KTM (47) dan FS (52). “ Tersangka pernah terlibat kasus sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya," ujar Luki.

6 dari 6 halaman

Begini Mekanismenya

Modus investasi bodong ini berjalan dengan memberikan komisi atau bonus untuk setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam.

Dengan top up itu, anggota memperoleh bonus atau reward bernilai fantastik. " Dana masuk antara Rp50 ribu sampai Rp200 juta," ujar Luki.

Sistem yang dijalankan ini terbukti sukses membuat banyak masyarakat tergiur. Luki mencontohkan, hanya dengan menyetor Rp50 juta, anggota bisa memperoleh mobil seharga di atas Rp 100 juta.

“ Dalam mengusut kasus ini kami bekerja sama dengan pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” kata Luki.

Liputan6.com pun menelusuri website memiles tersebut pada Jumat, 10 Januari 2020. Dalam website dengan memiles.co, disebutkan kalau MeMiles program aplikasi yang memadukan bisnis traveling, advertising, dan market place dalam satu aplikasi. Disebutkan untuk pendaftaran dengan unggah aplikasi dan buka aplikasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.Tobing menuturkan, pihaknya sudah memblokir situs dan aplikasi MeMile melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Akan tetapi, ia menilai pelaku dapat saja membuat situs baru dan mengubah nama.

Oleh karena itu, pihaknya sudah mengumumkan ke masyarakat sejak Agustus kalau kegiatan ini ilegal sehingga masyarakat tidak ikut. Adapun pada 2019, ada sebanyak 444 entitas investasi ilegal yang dihentikan. Pada 2018 ada 108 dan 2017 ada 80 entitas. 

" Hal yang perlu adalah peran serta masyarakat agar tidak ikut MeMiles," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

(Sumber: Liputan6.com/Agustina Melani)

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id