Kandank Jurank Doank Milik Dik Doank Digugat

Showbiz | Kamis, 13 Agustus 2020 08:30
Kandank Jurank Doank Milik Dik Doank Digugat

Reporter : Amrikh Palupi

Ini kata kuasa hukumnya.

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Dik Doank. Kediamannya, Kandank Jurank Doank, yang berlokasi di Tangerang Selatan, Banten, digugat oleh pihak yang mengklaim sebagai ahli waris ke Pengadilan Negeri Tangerang.

" Dik Doank telah digugat ahli waris Madi Kenin. Gugatannya yakni melawan hukum yang diajukan kepada Dik Doank," ujar Dedy Junaedi Syamsudin, pengacara Dik Doank saat dihubungi, Rabu 12 Agustus 2020.

Dedy mengatakan, sidang perdana gugatan itu digelar pada Rabu 12 Agustus 2020 dengan agenda pemeriksaan pihak penggugat dan tergugat. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. 

Dik Doank© Dik Doank

" Saya selaku pengacara Dik Doank, hari ini mendampingi untuk menghadiri sidang perdana terhadap gugatan yang dilayangkan ahli waris dari Madi Kenin. Agenda hari ini pemeriksaan para pihak dari penggugat maupun kami selaku tergugat satu," kata Dedy.

Diketahui Kandank Jurank Doank yang dibangun oleh Dik Doank memiliki beragam fasilitas, mulai tempat bermain outbound, seperti flying fox, rock climbing, kelas gambar.

Ada juga kelas menari, bernyanyi, dan membuat kriya. Ada pula kelas mendengarkan dongeng, mengenal satwa, dan bermain permainan tradisional. Di Kandank Jurank Doank anak-anak bisa belajar sambil berlibur.

Untuk masuk ke Kandank Jurang Doank tidak dipungut biaya alias gratis. Kandank Jurank Doank berlokasi di Kompleks Alvita Blok Q No 14 Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan.

2 dari 6 halaman

Zumi Zola Digugat Cerai Karena Disebut Karma Masa Lalunya, Ini Kata Ayu Dewi

Dream - Ayu Dewi rupanya sudah mendengar kabar gugatan cerai Sherrin Tharia terhadap Zumi Zola. Meski demikian, Ayu mengaku tak mau ikut campur terkait kabar itu.

" Aku nggak bisa komen banyak karena itu kan bukan hidup aku, nggak bijak rasanya untuk mengkomentari hidup yang bukan aku jalani," kata Ayu Dewi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juni 2020.

Alasan Dewi tak mau berkomentar lebuh jauh terkiat Zumi dan Sherrin, karena ia merasa tidak pantas untuk ikut masuk ke dalam rumah tangga mantan kekasihnya, yang sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya.

" Berita itu aku baca berita dan menurut aku berita itu buat dibaca aja. Bukan buat di tanggepin gitu. Karena berita berita yang nggak menyangkut aku secara langsung, apalagi kehidupan yang udah nggak aku jalanin," ujarnya lagi.

Soal ramai dibicarakan bahwa apa yang dialami Zumi saat ini adalah karma karena pernah meninggalkannya saat berpacaran beberapa tahun lalu. Ayu Dewi lagi-lagi tak bisa berkomentar banyak.

" Aku cuma mau bilang aja karma itu teritori Allah, jadi menurut aku nggak ada orang yang berhak nilai atau bilang itu karma, jadi aku mau bilang itu aja," imbuhnya

3 dari 6 halaman

Dua Penyebab Utama Zumi Zola Digugat Cerai Istri

Dream - Zumi Zola yang masih di dalam penjara digugat cerai sang istri, Sherrin Tharia di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Untuk alasan perceraian karena adanya perselisihan antar keduanya yang sering terjadi sebelum Zumi dipenjara.

" Kalau alasan dari istrinya di sini adalah terjadinya perselisihan dan pertengkaran. Antara penggugat dan tergugat," kata Humas Pengadipan Agama Jakarta Selatan, H Cece Rukmana Ibrahim di kantornya, Rabu 24 Juni 2020.

Tak hanya itu saja, kurangnya perhatian Zumi Zola kepada sang istri juga menjadi penyebab utama Sherrin menggugat Zumi Zola.

" Yang kedua kurang perhatian dari pihak tergugat kepada penggugat," kata dia.

Lantas apa faktor ekonomi juga menjadi alasan utama Sherrin, mengingat saat ini Zumi Zola dipenjara dan tidak bisa memberikan nafkah. Kata Cece masalah ekonomi tidak masuk ke dalam asalan gugatan cerai Sherrin

" Faktor ekonomi tidak ada disebutkan. Mungkin saya kurang perhatiannya karena kondisi tergugat seperti itu," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara

Dream - Zumi Zola divonis enam tahun pidana oleh Majelih Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Aktor sekaligus Gubernur non-aktif Jambi itu dinyatakan terbukti menerima gratifikasi dan memberi suap kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi.

" Mengadili, menyatakan terdakwa, Zumi Zola Zulkifli, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu pertama dan dakwaan kedua pertama," kata Hakim Ketua, Yanto, dikutip dari , Kamis 6 Desember 2018.

Zumi menerima gratifikasi dengan total Rp40 miliar, US$ 177.300, dan SGD 100 ribu, selama menjabat sebagai gubernur. Sementara itu, suap yang diberikan ke pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019, sebesar Rp16,49 miliar.

Suap itu diberikan Zumi untuk ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Yanto mengatakan, selain vonis enam tahun penjara, Zumi juga dikenai pidana denda sebear Rp500 juta subsider tiga bulan penjara.

Vonis yang diberikan kepada Zumi ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK), yaitu 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Selain vonis tersebut, Zumi juga dikenai pidana pencabutan hak politik selama lima tahun sejak selesainya masa hukuman penjara.

" Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Zumi Zola Zulkifli berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar Yatno.

Zumi menerima vonis yang disampaikan majelis hakim ini.

Sumber: Merdeka.com/Hari Ariyanti

5 dari 6 halaman

Istri Zumi Zola Kini Jualan Jilbab

Dream - Kehidupan istri Zumi Zola, Sherrin Tharia berubah drastis usai sang suami ditangkap KPK atas dugaan kasus suap.

Sebelumnya Sherrin Tharia sempat mengaku kekayaannya sudah turun temurun. Hal tersebut ia sampaikan melalui akun instagram-nya, beberapa waktu lalu. 

Namun kini, Sherrin berjualan hijab. Zumi Zola sempat mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya saat ini Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 29 Oktober 2018.

Selama tersandung kasus di KPK, Zumi Zola tidak menerima gaji.

Zumi Zola dan Sherrin Tharia© Liputan6.com

" Saya minta uang di brankas dan di rumah dinas dikembalikan karena memang uang itu berasal dari penghasilan saya ini berasal dari jabatan sebagai gubernur dan untuk biaya istri dan anak saya yang masih kecil-kecil masih 4 dan 2 tahun, selama saya ditahan, istri saya bertahan dengan jualan jilbab," ungkap Zumi dikutip dari laman Merdeka.com.

Zumi yang sekarang menjabat sebagai Gubernur nonaktif Jambi meminta kepada penyidik KPK agar mengembalikan uang yang ada di brankas.

 

 

6 dari 6 halaman

Asal Muasal Uang di Brankas

Dia menceritakan asal muasal uang tersebut. Saat maju Pilkada Jambi, Zumi dibantu dana oleh ayahnya yang tak lain Zulkifli Nurdin, Gubernur Jambi periode 1999-2005 dan 2005-2010.

" Orangtua saya mengatakan akan membantu untuk keliling sekitar Rp 4 miliar dan 100 ribu dolar AS. Saya gunakan uang itu," ujar Zumi.

Setelah memenangkan pilkada, Zumi Zola menaruh sisa uang tersebut ke dalam brankas di rumahnya. Baik berupa mata uang rupiah maupun dolar AS.

Dalam brankas juga ditemukan uang poundsterling dan dolar Singapura yang seluruhnya disita KPK.

Selain itu, ia meminta vila milik keluarganya di Jambi agar dikembalikan karena tidak ada sangkut paut dengan kasus yang menjeratnya.

" Ya yang penting saudara bisa membuktikan asal uang itu dan dapat meyakinkan JPU," kata hakim Yanto.

Dalam kasus ini, Zumi Zola Zulkifli didakwa menerima gratifikasi Rp 40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekira Rp 2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekira Rp 1,067 miliar) sehingga totalnya mencapai Rp 44,138 miliar dan mobil Alphard serta menyuap anggota DPRD Jambi senilai Rp 16,49 miliar.

 

 

Join Dream.co.id