Heboh! Pesulap Merah Bongkar Trik Pawang Hujan, Begini Modusnya

Showbiz | Senin, 8 Agustus 2022 17:40

Reporter : Amrikh Palupi

Begini penjelasan dari pesulap merah.

Dream - Pesulap merah belakangan viral lantaran berani membongkar trik praktik dukun. Salah satunya adalah pedepokan Gus Samsudin yang akhirnya ditutup warga.

Setelah itu, pria bernama asli Marcel Radhival tersebut membongkar trik pawang hujan.

" Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal," kata Pawang Merah di konten Podcast YouTube Cerita Untungs, Senin 8 Agustus 2022.

 Marcel Radhival© Marcel Radhival

Menurut Marcel saat ini menjadi pawang hujan sangatkan mudah karena sudah ada ramalan cuaca seperti BMKG setiap harinya sudah memprediksi cuaca seperti apa.

" Sebenarnya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. 'Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu'. Sebenanya bukan cek jadwal buka google ramalan cuaca tanggal 10," ucapnya.

Heboh! Pesulap Merah Bongkar Trik Pawang Hujan, Begini Modusnya
Pesulap Merah (Foto: @marcelradhival1)
2 dari 5 halaman

" Kalau hujan bilang aja oh saya sudah ada jadwal. Terus kalo misalnya nggak ada juga ga hujan nih berarti ada kesempatan untuk nggak hujan saat ini," imbuhnya.

Kemudian saat hujan turun pada tanggal yang sudah ditentukan dan artinya gagal maka di pawang hujan mencari alasan kenapa perkiraan hujan itu gagal.

" Walaupun ada kemungkinan gagal juga kan perkiraan cuaca. Tinggal siapin alasan-alasan ketika gagal doang," tuturnya.

Pernyataan Marcel tersebut langsung heboh setelah cuplikan video diunggah akun gosip Lambe Turah. Banyak warganet yang menyentil nama Mba Rara. 

" Menunggu tanggapan Mbak Roro Jonggrang," tulis akun @anitafarida24.

" Bukan google, tapi bmkg," kata akun @tomybudiabadi.

" MBA RARA VS BMKG," tulis akun @nadacrusita.

" Kalo mba Rara beda bilang nya bukan " oh saya udah ada jadwal" , tapi " oh iya remot AC saya rusak" wkwk," tulis akun @r_hifzadarmawan.

Sebelum membongkar trik pawang hujan, Marchel Radival dilaporkan oleh Gus Samsudin pemilik  Padepokan Nur Dzat Sejati. 

3 dari 5 halaman

Gus Samsudin menggunakan 'jurus' baru dalam melawan Pesulap Merah alias Marchel Radival. Dia menempuh jalur hukum dengan melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jawa Timur (Jatim) atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. 

Diketahui kontroversi keduanya mencuat setelah Pesulap Merah menuding bahwa pengobatan alternatif Gus Samsudin menggunakan trik. Marcel membongkar habis trik-trik pengobatan tersebut dalam channel YouTube pribadinya.

" Kami melaporkan si Marcel tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian," kata Kuasa hukum Samsudin, Teguh Puji Wahono, Rabu, 3 Agustus 2022.

Teguh menambahkan, Pesulap Merah yang menyebut pengobatan Samsudin hanyalah sulap atau sebuah trik merupakan penggiringan opini. Dalam hal ini Samsudin melaporkan Marcel atas pelanggaran yang berhubungan dengan undang-undang ITE.

" Jadi kami proses sesuai hukum yang berlaku. Kami laporkan Pasal 27 ayat 3 sama 28 ayat 2 Undang-undang (UU) ITE," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Kata Teguh, Samsudin merasa sangat dirugikan atas video yang dibuat Marcel. Meskipun mediasi telah dilakukan tapi tidak menemui jalan damai karena Marcel menganggap dirinya benar.

" Kami sudah mediasi tapi pihak Marcel bersikukuh bahwa beranggapan dirinya benar. Jadi kita proses secara hukum," kata dia.

Pihak Samsudin datang bukan tangan kosong, tetapi membawa barang bukti video yang disebut berisi pencemaran nama baik yang dibuat Pesulap Merah.

" Yang dilaporkan konten Si Marcel Pesulap Merah, barang bukti video masih akan kami lengkapi lagi," kata dia.

Samsudin akan melaporkan siapapun yang mencemarkan nama baiknya dengan dasar dirinya melakukan penipuan.

" Apabila ada seseorang siapapun yang menyatakan saya melakukan penipuan dan di situ tidak bisa membuktikan, hanya sebuah asumsi saja, maka ini nanti akan kami laporkan secara hukum," kata Samsudin.

5 dari 5 halaman

Samsudin tidak mau netizen termakan informasi hoaks tentangnya. Menurutnya, laporan yang dilakukannya adalah pelajaran bagi masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. 

" Ini pelajaran kepada masyarakat agar pintar bermedia sosial karena banyak berita-berita hoaks yang terjadi di situ, jangan sampai masyarakat jadi korban berita hoaks yang jadi opini tidak baik," ucap dia.

 Gus Samsudin© Gus Samsudin (Foto: Merdeka.com/Erwin Yohanes)

Indonesia adalah negara hukum, menurutnya berbicara harus dengan kenyataan yang ada bukan sekadar opini saja.

" Karena negara ini negara hukum. Berbicara tidak hanya bisa secara opini saja," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com

Terkait
Join Dream.co.id