Bocoran! Ada Jagoan Lain di Film Sri Asih, Siapa?

Showbiz | Minggu, 22 September 2019 12:18
Bocoran! Ada Jagoan Lain di Film Sri Asih, Siapa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sekuel ini bercerita tentang superhero wanita Indonesia.

Dream – Tahun 2020, Jagat Sinema Bumi Langit siap luncurkan film Sri Asih, sekuel ke dua setelah Gundala. Jagoan perempuan ini merupakan adaptasi dari karya Bapak Komik Indonesia, RA Kosasih, pada 1954.

Uniknya, Sri Asih adalah superhero pertama di Indonesia dan seorang perempuan.

" Dengan bangganya juga, malah karakter jagoan pertama itu perempuan, bukan laki-laki," ujar produser Sri Asih, Bismarka Kurniawan, di Jakarta, Sabtu 21 September 2019.

“ Saya kira baik sekali jika jagoan pertama Indonesia ini kita persembahkan dalam karya film," tambah dia.

2 dari 11 halaman

Ajak Upi Avianto

Dalam merealisasiakan film ini, Bumi Langit mengajak sutradara perempuan, Upi Avianto. Sebelumnya, Upi dikenal dalam karya layar lebarnya, seperti My Stupid Boss, My Stupid Boss 2, Kafir: Bersekutu dengan Setan, dan masih banyak lagi.

Upi mengatakan, membuat film Sri Asih ada banyak sekali rintangannya. Terutama karena ia bukan pembaca komik jagoan.

Ada banyak sekali yang harus dikerjakannya dalam menyutradai film ini. Salah satunya membuat background Sri Asih karena belum pernah digambarkan dalam komik karya RA Kosasih sebelumnya.

" Jadi kalau PR-nya saya, saya, tuh, musti banyak banget ngarang kayak background ceritanya dia. Gimana dia dilahirkan, yang kayak gitu-gitunya," kata dia.

3 dari 11 halaman

Cerita `Nggak Nyambung` Jadi Tantangan

Cerita yang tidak berkoneksi antara delapan episode Sri Asih karya RA Kosasih, merupakan tantangan Upi selanjutnya. Ia mengaku harus merangkai ulang perjalanan Sri Asih agar memiliki kaitan dengan Sri Asih versi Bumi Langit.

" Sebenarnya, background-nya dia terbatas. Versinya Pak RA Kosasih bikin, dia cuma bikin delapan komik doang, habis itu selesai. Terus yang dibikin versi sama Bumi Langit beda juga. Masing-masing tuh beda ceritanya, background-nya gitu. Jadi, sebenarnya saya nggak terlalu punya banyak bekal," kata Upi.

Dengan begitu, menurut Upi, sebenarnya ia memiliki keleluasaan untuk membuat Sri Asih yang lebih dikembangkan karena ia tidak ingin sekedar mengadaptasi. Namun, ia juga mengaku akan tetap menjaga karakter Sri Asih yang sesungguhnya.

Di film Sri Asih nanti, Upi hanya membocorkan bahwa akan ada jagoan lain yang ikut berperan. Wah, kira-kira siapa ya?

Laporan: Keisha Ritzska Salsabila

4 dari 11 halaman

Pevita Pearce Keluar dari Zona Nyaman Perankan 'Sri Asih'

Dream - Film 'Sri Asih' siap tayang meneruskan Jagat Sinema Bumi Langit dengan menyusul 'Gundala' yang tembus satu juta penonton dalam satu minggu. 

Sri Asih akan diperankan oleh aktris cantik Pevita Pearce. Ini merupakan film action perdana yang akan dibintanginya.

Pevita sempat merasakan tekanan dalam memerankan tokoh komik ciptaan R.A. Kosasih itu.

" Ini akan jadi film action pertama aku dan untuk bisa menguasai, memahami itu butuh proses. Sangat menyenangkan tetapi untuk melakukan sesuatu yang belom pernah aku jalanin sebelumnya itu ada pressure," ujar Pevita usai launching Sri Asih di Senayan City, Jakarta, Sabtu, 21 September 2019.

 Pevita Pearce Keluar dari Zona Nyaman Perankan Sri Asih


Menurut aktris 26 tahun itu, tekanan dirasakan karena antusias penonton sangat tinggi. Banyak yang berharap film 'Sri Asih' akan lebih baik dari sekuel sebelumnya.

Selain itu, ia juga harus keluar dari zona nyaman demi memerankan dewi berkekuatan super. " Sri Asih ini benar-benar ngepush aku untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan suatu greget yang baru juga untuk aku," tuturnya.

5 dari 11 halaman

Latihan Fisik

Dalam melatih peran sebagai Sri Asih, Pevita sudah melakukan latihan fisik selama sembilan bulan. Ia berlatih bersama Team Uwais yang dipimpin oleh Iko Uwais.

Awalnya latihan ini dilakukan setiap hari dalam satu minggu selama dua hingga tiga jam. Sekarang, Pevita berlatih tiga sampai empat kali dalam satu minggu selama lima jam.

Tidak dipungkiri, latihan membuat aktris keturunan Inggris itu mengalami lebam dan luka.

" Ada beberapa luka-luka mungkin karena muscle nya juga belum terbiasa terhadap beberapa gerakan-gerakan tapi InsyaAllah sekarang sudah mendingan," ungkap adik Keenan Pearce.

Pevita berharap perannya sebagai Sri Asih dapat memuaskan para pecinta Jagat Sinema Bumi Langit.

Laporan: Keisha Ritzska SalsabIla

6 dari 11 halaman

7 Superhero Asli Indonesia, Mulai Gundala, Godam, Aquanus hingga Sri Asih

Dream - Dalam beberapa tahun belakangan, dunia perfilman Hollywood menyuguhkan film-film superhero alias pahlawan super yang penuh aksi. Film-film pahlawan super tersebut merupakan adaptasi dari karakter yang ada di dua kiblat komik paling terkenal di dunia, yaitu Marvel dan DC.

Menggandeng sutradara dan produser terkenal, dua perusahaan film ini berlomba menampilkan bermacam pahlawan super terbaik ke layar lebar.

Tak mau ketinggalan dengan Marvel dan DC, Indonesia sebenarnya juga punya deretan pahlawan super yang tak kalah keren dan fantastis.

Selama ini, sebagian pecinta komik hanya mengenal pahlawan super ala Barat, seperti Batman, Superman, Iron Man, Captain America, dan sebagainya. Padahal, sejak tahun 60an, berbagai karakter pahlawan super asli Indonesia juga sudah dibuat dalam versi komik.

Deretan pahlawan super asli Indonesia tersebut memiliki tampilan dan cerita yang tak kalah hebat dari luar negeri.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah deretan pahlawan super asli Indonesia, mulai Gundala, Godam, Aquanus hingga Merpati.

7 dari 11 halaman

7 Pahlawan Super Asli Indonesia, Mulai Gundala, Godam, Aquanus hingga Sri Asih

1. Gundala

 Gundala Putra Petir, pahlawan super asli Indonesia.

Gundala adalah pahlawan super asli Indonesia yang saat ini sedang viral karena kisahnya diangkat menjadi film. Film Gundala garapan Joko Anwar ini akan tayang pada 29 Agustus 2019 mendatang. Di film tersebut, Abimana Aryasatya berperan sebagai Gundala. Sebelumnya, film Gundala juga pernah dibuat pada tahun 1982.

Pahlawan super asli Indonesia bernama lengkap Gundala Putra Petir ini adalah tokoh komik buatan Harya Suraminata (Hasmi) yang rilis tahun 1969. Karena sang penulis berasal dari Yogyakarta, maka sebagian besar cerita Gundala Putra Petir mengambil latar di Kota Gudeg tersebut dan sebagian lagi di Jakarta.

Penampilan luar Gundala mungkin mirip dengan The Flash. Namun keduanya memiliki kekuatan super yang berbeda. Selain bisa lari secepat The Flash, Gundala juga punya kekuatan mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Gundala Putra Petir mendapatkan kekuatannya secara tidak sengaja. Semuanya berawal ketika Sancaka yang seorang peneliti jenius tersambar petir. Saat mengalami koma, sebuah kekuatan dari planet lain menariknya dan mempertemukannya dengan raja yang sakti. Kaisar Kronz dari Kerajaan Petir memberinya kemampuan mengeluarkan petir dari telapak tangan. Sementara Raja Taifun dari Kerajaan Bayu memberinya kemampuan lari secepat kilat.

8 dari 11 halaman

2. Godam

 Godam, pahlawan super asli Indonesia.

Pahlawan super asli Indonesia berikutnya adalah Godam. Julukan lengkapnya adalah Godam Manusia Besi. Godam adalah tokoh komik buatan komikus bernama Widodo Noor Slamet (Widodo NS). Seperti halnya Gundala, Godam pertama muncul dalam komik bejudul " Memburu Doktor Setan" yang dibuat pada tahun 1969.

Godam sebenarnya adalah pria biasa bernama Awang. Namun, berkat cincin ajaib di tangannya, dia bisa berubah jadi Godam yang memiliki kekuatan setara dengan Superman. Penampilan Godam juga tidak jauh berbeda dari Man of Steel itu. Dalam komik, Godam diceritakan sebagai rekan Gundala dalam menumpas kejahatan di Bumi Nusantara. Menurut kabar, pahlawan super asli Indonesia Godam ini juga akan diangkat ke layar lebar seperti halnya Gundala.

9 dari 11 halaman

3. Aquanus

 Aquanus

Sebelum Godam, Widodo NS pernah menulis komik tentang Aquanus, pahlawan super asli Indonesia yang hampir mirip dengan Aquaman. Komik pertama Aquanus tersebut ditulis tahun 1968 dengan judul " Aquanus di Planet Vibhy" .

Seperti halnya Aquaman, Aquanus juga bisa bernapas dalam air dan mengeluarkan sinar yang memiliki daya hancur yang sangat tinggi.

Kekuatan bernapas dalam air milik Aquanus sudah ada sejak lahir, karena pahlawan super asli Indonesia ini sebenarnya adalah alien. Sebagai bangsa Vibhy, Aquanus yang bernama asli Dhanus ini bisa bernapas di darat maupun air. Kekuatan Aquanus berasal dari sabuk pelangi, pemberian bangsa Vibhy lainnya.

10 dari 11 halaman

4. Merpati

 Merpati, pahlawan super wanita Indonesia.

Pahlawan super wanita Indonesia Merpati pertama kali muncul pada tahun 1977. Merpati adalah salah satu pahlawan super wanita Indonesia ciptaan Hasmi. Diceritakan bahwa Merpati bernama asli Sedhah dan merupakan istri dari Gundala.

Selain bisa terbang, Merpati punya kemampuan menentukan atau mendeteksi arah, serta bela diri yang sangat baik.

Merpati mendapatkan kemampuan super tersebut dari ramuan ajaib yang dibuat oleh Ratu Merpati. Di film Gundala arahan Joko Anwar, Merpati diperankan oleh Tara Basro.

5. Maza

 Maza, pahlawan super asli Indonesia.

Pahlawan super asli Indonesia buatan Hasmi selanjutnya adalah Maza. Sebagian menyebutnya mirip Tarzan, tapi ada juga yang mengatakan Maza hampir sama dengan Wolverine atau Sabretooth.

Maza pertama kali muncul pada tahun 1968. Selain memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat Maza juga bersenjatakan 2 buah pisau belati sakti.

Pisau belati tersebut dapat mengeluarkan jin bernama Jin Kartubi yang akan tunduk pada semua perintah Maza.

11 dari 11 halaman

6. Pangeran Mlaar

 Pangeran Mlaar

Pangeran Mlaar juga merupakan pahlawan super asli Indonesia ciptaan Hasmi. Karakternya muncul pertama kali dalam komik Gundala: Perhitungan di Planet Covox pada tahun 1969. Mlaar adalah putra mahkota kerajaan Planet Covox.

Sejak ayahnya dibunuh oleh Menteri Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar disembunyikan oleh pamannya yang seorang ilmuwan.

Dengan campur tangan sang paman, Mlaar memiliki kekuatan super yaitu ia bisa menjadi sangat elastis, layaknya Reed Richards di Fantastic Four.

7. Sri Asih

 Pahlawan super wanita Indonesia, Sri Asih.

Sri Asih merupakan adaptasi komik pahlawan super Amerika Wonder Woman ke dalam gaya dan tradisi Indonesia. Tokoh komik Sri Asih merupakan ciptaan R.A. Kosasih yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1954.

Di masa awal perkembangan komik Indonesia, sebagian seniman komik berusaha membuat karya yang bisa diterima oleh kalangan budayawan dan pendidik. Karena adaptasi pahlawan super dianggap tidak mendidik dan tidak mencerminkan berbudaya bangsa, maka pengenalan komik wayang menjadi jawabannya. Salah satu dengan mengenalkan karakter Sri Asih ini.

Sri Asih sebenarnya adalah wanita biasa bernama Nani Wijaya. Namun, setiap dia mengucapkan kata sakti 'Dewi Asih', seketika tubuhnya berubah jadi pahlawan super wanita Sri Asih. Dia punya kekuatan super seperti terbang, kebal senjata, bisa menggandakan diri, dan memperbesar tubuhnya. Di film Gundala arahan Joko Anwar, Sri Asih akan diperankan oleh Pevita Pearce.

(Sah, Dirangkum dari berbagai sumber)

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id