Curhat Ashanty Saat Kritis Covid-19: Kejang, Sesak Napas Seperti Sakaratul Maut

Showbiz | Sabtu, 6 Maret 2021 16:39

Reporter : Sugiono

Ashanty mengaku sudah pasrah dan sempat menitip anak-anak ke Anang Hermansyah.

Dream - Ashanty menceritakan kisahnya saat mengalami masa kritis setelah dinyatakan positif Covid-19. Seperti diketahui, Ashanty memiliki penyakit autoimun.

Saat dinyatakan positif Covid-19, Ashanty mengaku mengalami beberapa gangguan yang ditandai dengan tubuh gemetar hingga sesak napas.

Melalui kanal Youtube The Hermansyah A6 yang tayang Jumat, 5 Maret 2021, Ashanty menceritakan perjuangannya waktu mengalami masa kritis.

2 dari 6 halaman

Ashanty Cerita Pengalaman Melalui Masa Kritis Akibat Covid

Kata Ashanty, setelah dinyatakan Covid-19, kondisinya sempat memburuk. Karena tak ingin mengalami risiko, keluarga Anang Hermansyah memutuskan membawa Ashanty ke rumah sakit.

Saat dalam perjalanan, Ashanty merasa kondisinya semakin memburuk. Dia sempat ingin menyerah, namun selalu berdoa untuk diberi keselamatan.

Ketika sampai di rumah sakit, Ashanty dicek darahnya. Ternyata alat D-dimer menunjukkan pengentalan darahnya sudah parah banget, hampir mencapai 1000.

3 dari 6 halaman

Seandainya Saja Terlambat ke Rumah Sakit

Meski begitu, Ashanty masih bersyukur karena jika dia terlambat dibawa ke rumah sakit, kondisinya bisa mengancam jiwanya.

" Dan semua kena, fungsi hatiku enggak bagus, liver enggak bagus, semuanya nggak bagus. Akhirnya diputuskan dirawat di RS.

" Baru kemarin dokternya bilang 'Kalau kamu sedikit lewat aja, nggak secepatnya ke RS, nggak tahu deh apa yang terjadi'," ungkap Ashanty.

4 dari 6 halaman

Sempat Pasrah dan Titip Anak-anak

Saat itu, Ashanty mengaku sudah pasrah dan sempat menitip anak-anak ke Anang. Masalahnya dia sudah tidak kuat.

" Sayang aku gak kuat tolong jaga anak-anak ya aku gak, keadaan kemarin tuh parah banget aku banyak bersyukur," imbuhnya.

Ashanty menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berangsur-angsur kondisinya semakin membaik. Sekarang dia diizinkan untuk menjalani perawatan di rumah.

5 dari 6 halaman

Meski begitu, Ashanty harus tetap melakukan perawatan dan isolasi mandiri rumah. Ashanty tetap harus memerhatikan fungsi livernya.

" Kata dokter, 'Oke Bu, sudah boleh pulang, hasil darah jauh membaik, pengentalan darahnya sudah berkurang banget, fungsi paru, liver sudah lebih bagus cuma CRP masih tinggi'.

" Autoimun dicek alhamdulillah normal, cuma dia bilang kalau merasakan sesak lagi sedikit pun, kembali ke RS," tutur Ashanty.

6 dari 6 halaman

Seperti Mendapat Kesempatan Kedua untuk Hidup

Ashanty tetap memakai selang oksigen selama menjalani perawatan di rumah. Pengalaman masa kritis itu membuat Ashanty seperti mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup. Ashanty juga menganggap hal ini sebagai cobaan untuk hidupnya.

" Di suatu hari aku ngerasa mulut nggak pahit, enggak sesak, nggak flu batuk. Salat tiap hari berdoa pada Allah, aku diberi kesempatan kedua buat hidup.

" Mungkin orang mikir hidupnya selalu mulus, selalu bagus, selalu indah, cobaan aku adalah aku diberikan sakit yang tidak biasa.

" Kayak dulu aku kena radang selaput otak, meningitis sampai sebulan di RS. Tapi saat itu aku jujur enggak ngerasain yang sesakit kemarin (Covid)," ujarnya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Join Dream.co.id