Geger Kasus #JusticeforAudrey, Astrid Tiar: Kok Bisa? Nyalinya Gede Banget

Showbiz | Rabu, 10 April 2019 17:30
Geger Kasus #JusticeforAudrey, Astrid Tiar: Kok Bisa? Nyalinya Gede Banget

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

"Jangan menyalahkan anaknya saja, orang tuanya gimana? Itu pasti ada yang salah," katanya.

Dream - Kasus dugaan perundungan terhadap siswi 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat membuat publik geram. Beberapa artis Tanah Air juga heran dengan tindakan belasan siswa SMA yang merundung gadis SMP tersebut. 

Astrid Tiar mengaku tak habis pikir bagaimana belasan siswa yang masih berusia muda itu bisa melakukan tindakan perundungan tersebut. 

" Terkadang kita kalau mau berbuat jahat aja, hati ini bunyi, loh. Ini kok masih umur semuda itu dengan sangat mudahnya melakukan hal itu dan tidak merasa berdosa sama sekali," ujar Astrid ketika ditemui di acara launching Lanore, Jakarta, Rabu 10 April 2019.

Ibu dua anak itu juga mengingatkan publik untuk tak sepenuhnya menumpahkan kesalahan pada para siswi SMA tersebut. Menurut Astrid, ada faktor cara mendidik dari orang tua yang juga harus dilihat lebih dalam. 

" Jangan menyalahkan anaknya saja, orang tuanya gimana? Itu pasti ada yang salah. Orang dewasa aja belum tentu tega melakukan itu, ini kok bisa ya? Nyalinya gede banget," tuturnya.

Astrid Tiar/Annisa Mutiara-Dream.co.id© dream.co.id

Foto: Astrid Tiar/Annisa Mutiara-Dream.co.id

Astrid menilai status orang tua salah satu pelaku yang diduga seorang calon pejabat bukan menjadi alasan untuk tidak memberikan pendidikan perilaku terbaik bagi anak-anaknya.

" Mau itu pejabat atau siapapun, kalau dia tidak bisa meneruskan estafet didikan agama dan empati dari nenek moyang itu kan berarti ada yang terputus," katanya.

Saat ini Astrid hanya bisa berharap para tersangka segera mendapat ganjaran setimpal. Bahkan bila perlu, lanjut Astrid, pelaku dan orang tua harus dibawa ke psikiater untuk menjalani konsultasi.

" Harus dibawa ke psikiatri, anak dan orang tuanya bareng-bareng. Mungkin masukin pesantren juga."

Selain Astrid Tiar, sejumlah selebriti juga turut membela siswi SMP berinisial A yang jadi korban perundungan. Beberapa diantaranya Atta Halilintar, Iqbaal Ramadhan, Awkarin hingga Rachel Vennya.

Bersama-sama, mereka menyerukan tagar #JusticeForAudrey untuk menegakkan keadilan.

2 dari 4 halaman

Kasus Siswi Dibully, Gubernur Kalbar: Hukum Harus Lindungi Korban

Dream - Kasus dugaan penganiayaan siswi SMP oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Bahkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, merasa prihatin atas kasus ini.

" Saya sungguh sangat prihatin dengan kasus pengeroyokan oleh 12 anak perempuan terhadap anak perempuan juga hanya karena masalah sepele," ujar Sutarmidji pada menu Story di akun Instagramnya, @bang_midji, diakses pada Rabu 10 April 2019.

Sutarmidji mengakui para terduga pelaku masih di bawah umur. Namun demikian, menurut dia, tindakan mereka sudah melebihi kategori kenakalan remaja.

" Mereka memang masih di bawah umur, tetapi kalau dikaji, apa yang mereka lakukan lebih dari kenakalan anak di bawah umur," tulis dia.

IG Story Gubernur Kalbar© Instagram

Pernyataan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, lewat Instagram (Instagram/@bang_midji)

Dukung Upaya Orangtua Cari Keadilan

Selanjutnya, Sutarmidji berharap kasus ini ditangani secara hukum. Fakta mengenai pelaku yang masih di bawah umur perlu dikesampingkan.

" Hukum harus melindungi korban bukan pelaku pidana," terang Sutarmidji.

Selain itu, dia juga menegaskan hukum harus memberikan efek jera terhadap para pelaku kekerasan.

" Saya dukung upaya orangtua korban untuk dapatkan keadilan. Guru hendaknya bisa tahu perilaku anak di sekolah," ucap dia. 

3 dari 4 halaman

#JusticeForAudrey, Ini Pengakuan Penting Korban ke Polisi

Dream - Polisi mengungkap sejumlah fakta kasus penganiayaan siswi SMP berusia 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurut polisi, korban penganiayaan itu memastikan tidak mengalami kekerasan di sekitar organ intim.

" Kalau pastikan, sementara ini, dari keterangan awal korban, itu (penganiayaan alat vital korban oleh pelaku pengeroyokan) tidak ada," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli, dikutip dari , Rabu 10 April 2019.

Husni juga meluruskan kabar mengenai jumlah pengeroyok siswi berinisial A tersebut. Menurut dia, A mengatakan pengeroyoknya berjumlah tiga orang.

" Dalam keterangan korban cuma 3 orang. Tapi, kami pasti akan meminta keterangan tambahan korban, kita tunggu kondisinya membaik," ucap Husni.

Saat ini, tambah Husni, polisi masih mendalami kasus ini untuk mencari motif pengeroyokan. Polisi masih menunggu kondisi A pulih. " Karena korban ini masih dirawat di rumah sakit. Yang ada itu, baru dugaan-dugaan ya," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Cerita di Balik #JusticeForAudrey yang Viral

Dream - Kasus dugaan penganiayaan yang dialami siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, ABZ, 15 tahun menyedot perhatian publik. ABZ pun melaporkan peristiwa yang dia alami ke Polresta Pontianak.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Komisaris Husni Ramli, mengatakan laporan pengaduan dibuat korban pada 8 April 2019 dengan nomor registrasi (LP?662/IV/RES.1.18/2-19/KALBAR/RESTA PTK.

" Korban pengeroyokan masih dirawat di rumah sakit di Pontianak," ujar Husni, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 10 April 2019.

Menurut Husni, insiden ini terjadi pada Jumat, 29 Maret 2019, sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya, korban didatangi beberapa temannya.

Korban lalu diajak untuk pergi ke rumah sepupu korban. Saat itu, ada empat orang yang mengikuti korban.

Dicegat Pelaku

Tiba di lokasi tujuan, korban lalu dibonceng sepupunya. Ketika dalam perjalanan, mereka didatangi terduga pelaku.

Terduga pelaku menyuruh sepupu korban mengarahkan sepeda motor menuju Jalan Sulawesi. Keduanya kemudian disuruh berhenti di belakang sebuah bangunan.

" Ada sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu. Seorang di antaranya langsung menyiramkan air ke korban dan menarik rambut, lalu kemudian menendang korban," ucap Husni.

Dia melanjutkan, korban terjatuh dan terduga pelaku menginjak perut ABZ. Kemudian, terduga pelaku membenturkan kepala korban ke jalanan berbatu.

" Korban dan sepupunya sempat lari," kata dia.

Berusaha Kabur Tapi Gagal

Malang, upaya itu gagal lantaran pelaku mengejar dan berhasil mencegah korban kabur. Korban dipaksa turun dari sepeda motor, lalu diperlihatkan hasil percakapan di aplikasi perpesanan.

" Tapi korban terus dianiaya hingga ada warga melintas," ucap Husni.

Dua pekan setelah kejadian, korban baru melapor. Dalam laporannya, korban menyebut ada tiga orang pelaku yang menganiaya dia.

" Kami masih akan meminta rekam medis. Sementara ini, korban belum kita minta keterangan tambahan, karena sedang dirawat di rumah sakit. Terduga pelaku, pasti kita minta keterangan," terang Husni.

Ramai Tagar #JusticeForAudrey

Kasus ini menyedot perhatian banyak pihak. Sejumlah netizen geram dengan ulah para pelaku, lalu menginiasi munculnya petisi bertagar #JusticeForAudrey melalui laman Change.org.

Petisi itu tersebut ditujukan kepada Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD). Pembuat petisi, Fachira Anindy mempertanyakan alasan KPPAD yang meminta kasus ini berakhir damai.

" Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?" kata dia.

Fachira kemudian mendesak agar pelaku diadili sesuai perbuatannya. " Pelaku harus diadili dan kalau bersalah, kirim ke penjara anak," kata dia.

Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id