Baca Informasi Nutrisi Pada Label Makanan, Demi 'Investasi' Kesehatan

Rekomendasi | Kamis, 21 Januari 2021 19:48
Baca Informasi Nutrisi Pada Label Makanan, Demi 'Investasi' Kesehatan

Reporter : Mutia Nugraheni

Kebiasaan membaca label pada produk kemasan ini juga dikenal dengan gerakan yang dikenal dengan sebutan 'clean label'.

Dream – Penerapan hidup sehat saat pandemi seperti sekarang, mau tidak mau harus dilakukan. Salah satunya dengan lebih selektif dalam memilih makanan, terutama makanan dan minuman kemasan.

Memperhatikan label pada kemasan merupakan hal yang sangat penting dalam menerapkan pola hidup sehat. Dengan memeriksa label dan bahan makanan dari produk yang akan dikonsumsi, sebagai konsumen kita akan dapat mengetahui jenis makanan yang tidak sehat dan tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat aditif atau diproduksi melalui proses manufaktur yang tidak seharusnya.

Kebiasaan membaca label pada produk kemasan ini juga dikenal dengan gerakan yang dikenal dengan sebutan 'clean label'. Yaitu mendorong industri makanan global untuk bisa menyederhanakan daftar bahan makanan yang digunakan dan lebih transparan dalam mengkomunikasikan secara jelas kepada konsumen. Terutama mengenai bahan makanan apa saja yang digunakan di dalam pembuatan makanan dan minuman mereka serta proses manufakturnya yang terlibat.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh FMCG Gurus, sebuah badan riset perilaku konsumen, 70% konsumen Indonesia telah familiar dengan istilah 'clean label' dalam konteks makanan dan minuman. Saat ditanya bagaimana pendapat mereka tentang 'clean label', 81% mengatakan bahwa produk makanan tersebut bebas sintetik, 78% mengatakan produk ‘clean label’ non-GMO, 77% mengatakan ramah lingkungan, 75% mengatakan bebas dari zat aditif, dan 74% mengatakan bahwa produk tersebut berbahan alami.

 

2 dari 6 halaman

Dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, 21 Januari 2021, dalam studi yang sama juga mengungkapkan bahwa 71% konsumen Indonesia melihat pentingnya penggunaan pewarna makanan alami pada makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran konsumen akan produk yang lebih alami dan lebih bersih semakin berkembang.

 Food label© Food label

Untuk warna makanan dan minuman, warna alami merupakan pilihan utama untuk membuat hidangan kemasan lebih menarik bagi konsumen. Didukung oleh regulasi setempat mengenai makanan yang mensyaratkan untuk menyertakan kata 'pewarna alami' dalam daftar bahan untuk menandakan bahwa makanan atau minuman tersebut menggunakan pewarna alami. Hal ini membantu konsumen dalam mengenali produk dengan pewarna alami saat mereka melihatnya.

Secara global, konsumen juga lebih menyukai makanan dengan pewarna alami daripada pewarna sintetik meskipun terdapat perbedaan harga antara keduanya. Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 88% konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang mengandung bahan-bahan alami. Sementara itu, sekitar 80% konsumen menganggap pentingnya membaca daftar bahan makanan yang tercantum pada produk sebelum membeli.

3 dari 6 halaman

Sup Jamur Nikmat Kaya Gizi, Bisa Tingkatkan Imunitas

Dream - Jamur memiliki citarasa yang khas dan gurih. Bahan pangan satu ini kerap diolah menjadi bubuk dan dicampur sebagai bumbu masakan menggantikan MSG, atau lebih dikenal dengan kaldu bubuk totole.

Sangat kaya protein, vitamin B dan D, kalium dan mineral, jamur sangat pas untuk Sahabat Dream yang sedang sakit dan dalam masa pemulihan. Seratnya yang tinggi juga bisa membantu melancarkan pencernaan.

 Sup Jamur Nikmat Kaya Gizi, Bisa Tingkatkan Imunitas© MEN

Jamur dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Salah satu olahan jamur yang nikmat adalah dibuat sup dengan kuah hangat nan gurih. Bagaimana cara membuatny? Berikut resepnya.

Bahan:
- 200 gr jamur tiram
- 100 gr jamur kancing
- 2 batang daun bawang, potong-potong
- 3 siung bawang putih, memarkan dan iris tipis
- 5 siung bawang merah, iris tipis
- 1 ruas jahe, memarkan
- 1 buah tomat merah, potong jadi 8 bagian
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- garam dan gula pasir secukupnya
- air secukupnya

 

4 dari 6 halaman

Cara Membuat:

 Sup jamur© Unsplash


- Cuci bersih jamur tiram sambil diremas pelan agar bau jamurnya hilang. Suwir-suwir.
- Cuci bersih jamur kancing, iris tipis
- Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum
- Rebus air, masukkan jamur dan masak hingga mendidih
- Masukkan bumbu bawang, merica, jahe dan kaldu bubuk. Aduk rata hingga matang
- Masukkan tomat, garam dan gula secukupnya, tes rasa. Jika sudah pas, angkat dan sajikan.

Laporan Gayuh Tri/ Sumber: Fimela.com

5 dari 6 halaman

Ahli Gizi: Kurangi Lemak Jangan Lewat Susu

Dream - Banyak orang yang berfikir lemak merupakan kandungan yang tidak baik bagi tubuh. Sama seperti kandungan lainnya, memang terlalu banyak lemak tidak baik untuk tubuh.

Ahli nutrisi Emilia E Achmadi mengatakan, sebenarnya lemak merupakan kandungan yang penting untuk tubuh dan dibutuhkan untuk menyerap vitamin, terutama vitamin A dan D.

" Kalau ingin mengurangi kandungan lemak pada makanan, akan lebih baik jika mengurangi dari camilan-camilan seperti kacang, gorengan, tapi tidak mengurangi konsumsi susu," ujar Emilia dalam virtual konferensi pers, Rabu 23 September 2020.

Dia menyebut susu sapi segar adalah salah satu sumber gizi terbaik untuk keluarga, orang dewasa maupun anak-anak.

Susu sapi segar mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, vitamin dan mineral yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Susu sapi segar juga merupakan salah satu sumber vitamin D yang alami yang aman untuk dikonsumsi setiap hari.

6 dari 6 halaman

Susu Sapi atau Kambing yang Lebih Baik? Ini Petunjuk Rasul

Dream - Susu dikatakan sebagai salah satu komponen dari menu 4 sehat 5 sempurna. Jenis asupan yang satu ini mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dihasilkan dari hewan-hewan seperti sapi, unta dan kambing. Kini adapula susu yang merupakan hasil olahan kedelai dan bahan lainnya.

Lalu dari beragam jenis susu tersebut, manakah yang paling baik? Diriwayatkan, dalam praktiknya sejak zaman dahulu Rasulullah suka mengonsumsi susu unta, kambing maupun sapi. Bahkan secara khusus beliau menganjurkan umatnya untuk minum susu sapi.

Sebuah hadits bahkan berisi pesan Rasul terkait hal ini, "  Hendaklah kalian minum susu sapi karena ia makan dari setiap pohon."  (HR Ahmad, Hakim dan Ibnu Hibban; shahih).

Meski begitu tak berarti susu sapi yang paling baik di antara jenis susu lainnya. Jika dilakukan pemeringkatan intensitas dari sirah Nabawiyah dan hadits justru didapati bahwa Rasul SAW lebih sering mengonsumsi susu kambing daripada susu sapi.

Ketika Rasul melakukan perjalanan hijrah ke Madinah, di Gua Tsur beliau dan Abu Bakar meminum susu kambing.

Menjelang tiba di Madinah, tepatnya di perkemahan Ummu Ma'bad, beliau kembali minum susu kambing. Beliau lapar dan haus, lalu disuguhi daging unta. Ketika terlihat oleh beliau ada kambing, beliau minta memerah susunya.

Namun Ummu Ma’bad mengatakan bahwa kambing tersebut sudah tidak menghasilkan susu. Di sanalah terlihat mukjizat beliau. Dengan membaca basmalah dan berdoa, beliau memerah susu kambing tersebut hingga cukup untuk minum beliau dan Abu Bakar, bahkan sahabat lainnya yang tiba di tempat itu.

Jadi, mau pilih susu kambing atau sapi, keduanya sama baik dan dilegitimasi oleh Al Quran dan hadits. (Ism) 

Terkait
Join Dream.co.id