Ada Sedotan dari Tepung, Bisa Dimakan dan Ramah Lingkungan

Rekomendasi | Senin, 29 Juni 2020 12:36
Ada Sedotan dari Tepung, Bisa Dimakan dan Ramah Lingkungan

Reporter : Mutia Nugraheni

Merupakan produk dari campuran beras dan tapioka.

Dream - Sampah sedotan termasuk penyumbang terbesar polusi di laut. Hewan-hewan laut kerap terjerat sedotan plastik yang tak bisa mengurai dengan cepat. Kondisi ini tentunya tak bisa didiamkan.

Sebuah terobosan pun dilakukan oleh Naked Wonders, sebuah perusahaan asal Malaysia dengan membuat sedotan dari capuran nasi dan tepung. Terobosan ini juga tak lepas dari fakta bahwa Malaysia berada di peringkat ke 8 di antara 10 negara teratas dengan limbah plastik.

Naked Wonders didirikan oleh Andre dan Melissa pada Februari 2020, salah satu produknya adalah sedotan yang terbuat dari pati bernama Fan Straws. Pada dasarnya, Fan Straw merupakan produk dari campuran beras dan tapioka.

 

2 dari 5 halaman

Organik

Sedotan aman dimakan, 100% organik, dan akan benar-benar terdegradasi hanya dalam waktu 90 hari. Apa yang terjadi jika sedotan berakhir di lautan? Sedotan akan secara bertahap mencair, dan akan berubah menjadi makanan untuk kehidupan laut.

 Sedotan Tepung© World of Buzz

" Sedotan bahkan bisa dijadikan pupuk untuk tanaman. Sedotan bisa bertahan sekitar 2 hingga 4 jam dalam minuman dingin dan 1 hingga 2 jam dalam minuman panas. Bagian terbaiknya, sedotan sama sekali tidak mengubah rasa minuman,” kata Andre seperti dikutip dari World of Buzz.

Penasaran menggunakannya, Sahabat Dream? Distribusi produk ini masih terbatas di Malaysia, bisa saja produk sedotan ramah lingkungan ini masuk ke dalam negeri. Kita tunggu saja.

 

3 dari 5 halaman

Restoran di Yogyakarta dan Bali Ini Gunakan Sedotan Pasta

Dream - Gerakan untuk tak lagi menggunakan sedotan plastik kini semakin gencar dilakukan. Pasalnya, sampah dari sedotan sekali pakai sangat lama terurai. Mengotori laut dan tanah.

 Restoran di Yogyakarta dan Bali Ini Gunakan Sedotan Pasta© MEN

Bahkan hingga membuat hewan-hewan di sekitar laut mati secara tragis. Kini berbagai alternatif sedotan dengan bahan yang ramah lingkungan bermunculan. Salah satu yang cukup banyak dipakai adalah sedotan yang berbahan stainlees steel.

Selain itu ternyata ada material lain yang juga bisa digunakan untuk sedotan, yaitu pasta. Sebuah restoran di Yogyakarta dan Bali, rupanya telah lama mengganti sedotan plastik dengan sedotan pasta.

4 dari 5 halaman

Massimo Gelato

Restoran tersebut adalah Massimo Italian Restaurant, yang memiliki pusat di Bali dan membuka kedai di Yogyakarta. Didirikan oleh seorang Chef asal Italia, Massimo, ia rupanya menaruh perhatian besar dengan kondisi lingkungan Indonesia.

Massimo dalam postingannya di akun Instagram Massimo Yogyakarta mengungkap kalau saat pertama kali datang ke Indonesia, kondisinya sangat menyegarkan dan alami. Namun sekarang sangat jauh berbeda.

 Massimo Gelato© Instagram

Massimo Gelato (Foto: Instagram Massimo)

" First came to Indonesia, everything so clean and natural. Now different and I want to keep Indonesia clean and natural. That is why I am aggressive going plastic-free start by pasta straw,"  ungkapnya.

5 dari 5 halaman

Sedotan Pasta

Sejak Juni lalu akhirnya ia memutuskan tak ada lagi penggunaan sedotan plastik di restorannya. Sebagai gantinya, ia membuat sedotan pasta. Seperti pasta pada umumnya namun lebih tebal.

 Sedotan pasta© Instagram

Massimo Gelato (Foto: Instagram Massimo)

Bagian tengahnya terdapat lubang agar minuman bisa dihisap melalui pasta tersebut. Pasta sedotan pun bisa dibawa pulang dan diolah menjadi spagheti, apalagi jika minum berkali-kali di sini. Pasti banyak pasta yang bisa dibawa pulang dan dimasak.

Sangat kreatif, bukan?

Join Dream.co.id